Selasa, 28 Juni 2011

kesanku

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.
9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

kumpulan sms bijak


kumpulan sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
—————————————-
“Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tiak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” Muttafaq Alaihi.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Kebaikan ialah akhlak yang baik dan kejahatan ialah sesuatu yang tercetus di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya.” Riwayat Muslim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Apabila engkau bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menghiraukan yang lain, hingga engkau bergaul dengan manusia, karena yang demikian itu membuatnya susah.” Muttafaq Alaihi
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya, kemudian ia duduk di tempat tersebut, namun berilah kelonggaran dan keluasan.” Muttafaq Alaihi.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” Muttafaq Alaihi
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Janganlah mendahului orang Yahudi dan Nasrani dengan ucapan salam, bila bertemu dengan mereka di sebuah jalan usahakanlah mereka mendapat jalan yang paling sempit.” Riwayat Muslim
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan sikap sombong.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan.” Riwayat Bukhari.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan.” Muttafaq Alaihi
“Sesungguhnya Allah mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menahan dan menuntut; dan Dia tidak suka kalian banyak bicara, banyak bertanya, dan menghambur-hamburkan harta.” Muttafaq Alaihi
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————
“Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba (dikatakan) beriman sehingga ia mencintai tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Muttafaq Alaihi.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Termasuk dosa besar ialah seseorang memaki orang tuanya.” Ada seseorang bertanya: Adakah seseorang akan memaki orang tuanya. Beliau bersabda: “Ya, ia memaki ayah orang lain, lalu orang lain itu memaki ayahnya dan ia memaki ibu orang lain, lalu orang itu memaki ibunya.” Muttafaq Alaihi.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaing. Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam. Muttafaq Alaihi
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Setiap kebaikan adalah sedekah.” Riwayat Bukhari
“Janganlah engkau memandang rendah bentuk apapun dari kebaikan, walaupun engkau hanya bertemu dengan saudaramu dengan muka manis.” Riwayat Muslim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menurutpi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” Riwayat Muslim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikan, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” Riwayat Muslim.
“Barangsiapa meminta perlindugan kepadamu dengan nama Allah, lindungilah dia; barangsiapa meminta sesuatu kepadamu dengan nama Allah, berilah dia; barangsiapa berbuat baik kepadamu, balaslah dia, jika engkau tidak mampu, berdoalah untuknya.” Riwayat Baihaqi
“Celakalah hamba-hamba dinar, dirham, dan kain beludru. Jika diberi ia rela dan jika tidak diberi ia tidak rela.” Riwayat Bukhari.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
Jika engkau memasuki waktu sore, maka janganlah menunggu pagi; dan jika engkau memasuki waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore; ambillah kesempatan dari masa sehatmu untuk masa sakitmu dan dari masa hidupmu untuk matimu.” Riwayat Bukhari
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Zuhudlah dari dunia, Allah akan mencintaimu dan Zuhudlah dari apa yang dimiliki orang, mereka akan mencintaimu.” Riwayat Ibnu Majah
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang kaya, dan yang tersembunyi.” Riwayat Muslim
“Termasuk baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan apa yang tidak berguna baginya.” Riwayat Tirmidzi
“Setiap anak Adam itu mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang mempunyai kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat.” Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah
“Jauhilah kedholiman karena kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia telah membinasakan orang sebelummu.” Riwayat Muslim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Tanda-tanda orang munafiq itu tiga; bila berkata ia bohong, bila berjanji ia mengingkari, dan bila dipercaya ia mengkhianati.” Muttafaq Alaihi.
“Memaki orang muslim adalah kedurhakaan dan membunuhnya adalah kekufuran.” Muttafaq Alaihi
“Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong.” Muttafaq Alaihi
“Seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia mati pada hari kematiannya ketika ia menipu rakyatnya, Allah pasti akan mengharamkannya masuk surga.” Muttafaq Alaihi.
“Sesungguhnya orang-orang yang menggunakan harta Allah dengan cara tidak benar, bagi mereka adalah neraka pada hari kiamat.” Riwayat Bukhari.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kejelekan akhlak, perbuatan, hawa nafsu, dan penyakit.” Riwayat Tirmidzi
“Dua orang yang saling memaki itu seperti apa yang mereka katakan, namun kesalahan ada para orang yang memulai, selama orang yang mendapat makian tidak melewati batas (dalam membalas makiannya.” Riwayat Muslim.
“Barangsiapa menyengsarakan seorang muslim, Allah akan menyengsarakan dirinya dan barangsiapa menyusahkan seorang muslim, Allah akan menimpakan kesusahan kepadanya.” Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits hasan menurut Tirmidzi.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor.” Hadits shahih riwayat Tirmidzi
“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, dan bukan pula yang berlidah kotor.” Hadits hasan dan shahih menurut Tirmidzi
“Janganlah mencaci maki orang yang telah meninggal dunia, sebab mereka telah menerima balasan terhadap apa yang mereka perbuat.” Riwayat Bukhari.
“Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak suka hal itu didengar, pada hari kiamat kedua telinganya akan dituangi anuk -yakni:timah.” Riwayat Bukhari.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain.” Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan.
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, ia akan diberi pemahaman tentang agama.” Muttafaq Alaihi
“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing mempunyai kebaikan. Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu, jangan berkata: Seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan dan terserah Allah dengan apa yang Dia perbuat. Sebab kata-kata seandainya membuat pekerjaan setan.” Riwayat Muslim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri, sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain dan tidak ada yang bersikap sombong terhadap orang lain.” Riwayat Muslim.
“Suatu sedekah tidak akan mengurangi harta, Allah tidak akan menambah kepada seorang hamba yang suka memberi maaf kecuali kemuliaan, dan seseorang tidak merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkat orang tersebut.” Riwayat Muslim
“Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, hubungkanlah tali kekerabatan, berilah makanan, dan sholatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tertidur, engkau akan masuk surga dengan selamat.” Hadits shahih riwayat Tirmidzi
“Sesungguhnya Tuhanmu Pemalu dan Pemurah, Dia akan malu terhadap hamba-Nya bila ia mengangkat tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikannya dengan tangan kosong.” Riwayat Imam Empat selain Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.
———————————————————————-
sms kata-kata bijak – sms pesan-pesan religius rohani – sms nasehat islami bijaksana – sms hikmah reliji
———————————————————————-
“Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
Ya Allah, perbaikilah agamaku karena ia merupakan pangkal urusanku, perbaikilah duniaku karena ia merupakan penghidupanku, perbaikilah akhiratku karena ia merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup sebagai kesempatan untuk menambah setiap kebaikanku, dan jadikanlah mati sebagai pelepas diriku dari setiap kejahatan.” Riwayat Muslim.
Sumber: Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, Oleh : Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Ashqolani.



Senin, 06 Juni 2011

mp3 the quitters band lampung timur way jepara


PRINSIP DAN TEORI PENGAJARAN


PRINSIP DAN TEORI PENGAJARAN
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok:
Mata Kuliah  : Strategi Mengajar
Dosen       : Radian Gani




Oleh:

Nama        : Khoirul Fatah
            Melia Amanah
           Mahmudi

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM LAMPUNG 2011


DAFTAR ISI
Halaman depan…………………………………………………………………………….……
Daftar isi………………………………………………………………………………
BAB I.
PENDAHULUAN…………………………………………………………………
1.    Latar belakang…………………………………………………………………..........
BAB II.
 PEMBAHASAN………………………………………………….…………………
A.    Teori Pembelajaran …………………………………………………………
B.    Prinsip Pembelajaran.………………………………………………………….
BAB III.
PENUTUP………………………………….……………………………………….
1.    Simpulan……………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….






BAB I
PENDAHULUAN

a.    Latar Belakang
Dalam undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 BAB I Pasal 1 ayat 1 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia sera keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selama ini pendidikan di Indonesia masih menggunakan metode tradisional dan dikotomis (terjadi pemisahan) antara pendidikan yang berorientasi iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek). Pendidikan seperti ini tidak memadai lagi untuk merespon perkembangan masyarakat yang sangat dinamis. Metode pendidikan yang harus diterapkan sekarang adalah dengan mengembangkan pendidikan yang integralistik yang memadukan antara iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek).
Semakin melemahnya bangsa ini pasca krisis moneter yang kita alami telah membuat Indonesia berada di urutan bawah dalam hal kualitas pendidikannya. Minimnya sarana dan prasarana pendukung menyebabkan pengajaran tidak dapat dilakukan dengan optimal.
Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa indonesia adalah pendidikan. sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Dengan pesatnya perkembangan dunia di era globalisasi ini,terutama di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka pendidikan nasional juga harus terus-menerus dikembangkan seirama dengan zaman. Pada umumnya sebuah sekolah dan pendidikan bertujuan pada bagaimanakehidupan manusia itu harus ditata, sesuai dengan nilai-nilai kewajaran dankeadaban (civility). Semua orang pasti mempunyai harapan dan cita-citabagaimana sebuah kehidupan yang baik.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    TEORI PEMBELAJARAN
Teori ialah prinsip kasar yang menjadi dasar pembentukan sesuatu ilmu pengetahuan. Dasar teori ini yang akan di kembangkan pada ilmu pengetahuan agar dapat di ciptakan pengetahuan baru yang lebih lengkap dan detail sehingga dapat memperkuat pengetahuan tersebut.Teori juga merupakan satu rumusan daripada pengetahuan sedia ada yang memberi panduan untuk menjalankan penyelidikan dan mendapatkan maklumat baru. Sehingga ada ahli yang mengemukakan asumsinya terhadap kebutuha adanya sebuah rumusan teori. Menurut Snelbecker, menjelaskan sejumlah asumsi dijadikan dasar untuk menentukan gejala yang diamati dan atau teori yang dirumuskan. Asumsi-asumsi itu adalah:
1.    Ilmu dan pengetahuan berkembang dengan pesat dengan implikasi bagi kebanyakan orang untuk mengikuti perkembangan itu.
2.    Pertambahan penduduk akan senantiasa terjadi meskipun dengan derajat perbandingan yang kian mengecil. Perkembangan penduduk ini membawa implikasi makin banyaknya mereka yang perlu memperoleh pendidikan.
3.    Terjadinya perubaha-perubahan mendasar dan bersifat menetap di bidang sosial, politik, ekonomi, industri, atau secara luas kebudayaan, yang menghendaki re-edukasi atau pendidikan terus-menerus bagi semua orang.
4.    Penyebaran teknologi ke dalam kehidupan masyarakat yang makin meluas. Masyarakat mengandung budaya dan teknologi, yang memengaruhi segenap bidang kehidupan, termasuk di dalamnya bidang pendidikan.
5.    Makin terbatasnya sumber-sumber tradisional sehingga harus diciptakan sumber-sumber baru dan sementara itu memanfaatkan sumber yang makin terbatas itu secara lebih berdaya guna dan berhasil guna. Termasuk dalam sumber tradisional ini adalah sumber insani untuk keperluan pendidikan.
Dan untuk asumsi tersebut dapat di buktikan kebenarannya atau tidak itu tidak menjadi masalah dalam teori Pembelajaran. Yang terpenting adalah hasil Teori -teori yang di kemukakan ahli dapat memberikan rumusan baru pada pembelajaran. Pada asasnya, teori-teori pembelajaran masa kini dapat diklasifikasikan kepada teori yang utama yaitu yaitu behavioris, kognitif, sosial, humanis, Piaget, Vygotsky, Ausubel, dan Konstruktivisme. Untuk lebih jelasnya, disini akan di bahas satu-persatu di bawah ini.
1. Teori Behavioris
Teori behavioris yang diperkenalkan oleh Ivan Pavlov dan dikembangkan oleh Thorndike dan Skinner, berpendapat bahwa pembelajaran adalah berkaitan dengan perubahan tingkah laku. Teori pembelajaran mereka kebanyakannya dihasilkan dengan. Mereka menumpukan ujian kepada perhubungan antara ‘rangsangan’ dan ‘gerakbalas’ yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Ujian ini bisa bersifat sebagai suatu usaha yang dapat merubah tingkah laku orang agar bisa lebih baik. Maka perubahan inilah yang di sebut pembelajaran. Secara umumnya memang teori behavioris menyatakan bahwa pengajaran dan pembelajaran akan mempengaruhi segala perbuatan atau tingkah laku pelajar sama ada baik atau sebaliknya. Teori ini juga menjelaskan bahwa tingkah laku pelajar dapat diperhatikan dan diprediksi apakah mengarah ke hal positif atau negative.
2. Teori Kognitif
Teori kognitif pula berpendapat bahwa pembelajaran ialah suatu proses pendalaman yang berlaku dalam akal pikiran, dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku. Ahli-ahli psikologi kognitif seperti Bruner dan Piaget menjelaskan kajian kepada berbagai jenis pembelajaran dalam proses penyelesaian masalah dan akal berdasarkan berbagai peringkat umur dan kecerdasan pelajar. Teori-teori pembelajaran mereka adalah bertumpu kepada cara pembelajaran seperti pemikiran cerdik, urgensi penyelesaian masalah, penemuan dan pengkategorian. Menurut teori ini, manusia memiliki struktur kognitif, dan semasa proses pembelajaran, otak akan menyusun segala pernyataan di dalam ingatan.
3. Teori Sosial
Teori sosial pula menyarankan teori pembelajaran dengan menggabungkan teori behavioris bersama dengan kognitif. Teori ini juga dikenal sebagai Teori Perlakuan Model. Albert Bandura, seorang tokoh teori sosial ini menyatakan bahwa proses pembelajaran akan dapat dilaksanakan dengan lebih berkesan dengan menggunakan pendekatan ‘permodelan’. Beliau menjelaskan lagi,  bahwa aspek pemerhatian pelajar terhadap apa yang disampaikan atau dilakukan oleh guru dan  juga aspek peniruan oleh pelajar akan dapat memberikan kesan yang menarik kepada kepahaman pelajar. Sehingga dalam pembelajaran perlu ada obyek belajar sehingga seorang guru dapat mempraktekkan materinya untuk lebih dipahami siswa dengan obyek tadi.
4. Teori Humanisme
Teori humanis juga berpendapat pembelajaran manusia bergantung kepada emosi dan perasaannya. Seorang ahli teori ini, Carl Rogers menyatakan bahwa setiap individu itu mempunyai cara belajar yang berbeda dengan individu yang lain. Oleh karena itu, strategi dan pendekatan dalam proses pengajaran dan pembelajaran hendaklah dirancang dan disusun mengikut kehendak dan perkembangan emosi pelajar itu.  Beliau juga menjelaskan bahwa setiap individu mempunyai potensi dan keinginan untuk mencapai aktualisasi diri. Maka, guru hendaknya menjaga psikologi pelajar dan memberi bimbingan supaya potensi mereka dapat diperkembangkan ke tahap maksimal.
5. Teori Piaget
Menurut Piaget (Dahar 1996; Hasan 1996; Surya 2003), setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan intelektual dalam pembelajaran. Tahap- tahap tersebut berdasarkan umur seorang anak. Tahap-tahap tersebut sebagai berikut:
1. Tingkat Sensorimotor (0-2 tahun)
Anak mulai belajar dan mengendalikan lingkungannya melalui kemampuan panca indra dan gerakannya. Perilaku bayi pada tahap ini semata-mata berdasarkan pada stimulus yang diterimanya. Sekitar usia 8 bulan, bayi memiliki pengetahuan object permanence yaitu walaupun objek pada suatu saat tak terlihat di depan matanya, tak berarti objek itu tidak ada. Sebelum usia 8 bulan bayi pada umumnya beranggapan benda yang tak mereka lihat berarti tak ada. Pada tahap ini, bayi memiliki dunianya berdasarkan pengamatannya atas dasar gerakan/aktivitas yang dilakukan orang-orang di sekelilingnya.
2. Tahap Preoporational (2-7 tahun)
Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir sebelum bertindak, meskipun kemampuan berpikirnya belum sampai pada tingkat kemampuan berpikir logis. Masa 2-7 tahun, kehidupan anak juga ditandai dengan sikap egosentris, di mana mereka berpikir subyektif dan tidak mampu melihat obyektifitas pandangan orang lain, sehingga mereka sukar menerima pandangan orang lain. Ciri lain dari anak yang perkembangan kognisinya ada pada tahap preporational adalah ketidakmampuannya membedakan bahwa 2 objek yang sama memiliki masa, jumlah atau volume yang tetap walau bentuknya berubah-ubah. Karena belum berpikir abstrak, maka anak-anak di usia ini lebih mudah belajar jika guru melibatkan penggunaan benda yang konkrit daripada menggunakan hanya kata-kata.
3. Tahap Concrete (7-11 thn)
Pada umumnya, pada tahap ini anak-anak sudah memiliki kemampuan memahami konsep konservasi (concept of conservacy), yaitu meskipun suatu benda berubah bentuknya, namun masa, jumlah atau volumenya adalah tetap. Anak juga sudah mampu melakukan observasi, menilai dan mengevaluasi sehingga mereka tidak se-egosentris sebelumnya. Kemampuan berpikir anak pada tahap ini masih dalam bentuk konkrit, mereka belum mampu berpikir abstrak, sehingga mereka juga hanya mampu menyelesaikan soal-soal pelajaran yang bersifat konkrit. Aktifitas pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pengalaman langsung sangat efektif dibandingkan penjelasan guru dalam bentuk verbal (kata-kata).
4. Tahap Formal Operations (11 tahun ke atas)
Pada tahap ini, kemampuan siswa sudah berada pada tahap berpikir abstrak. Mereka mampu mengajukan hipotesa, menghitung konsekuensi yang mungkin terjadi serta menguji hipotesa yang mereka buat. Kalau dihadapkan pada suatu persoalan, siswa pada tahap perkembangan formal operational mampu memformulasikan semua kemungkinan dan menentukan kemungkinan yang mana yang paling mungkin terjadi berdasarkan kemampuan berpikir analistis dan logis.
Sehingga pada yang terakhir inilah merupakan kesempurnaan dari penerimaan pembelajaran yang baik dan mengembangkan potensi diri yang sempurna.
5. Teori Vygotsky
Vygotsky adalah salah seorang tokoh konstrutivisme. Hal terpenting dari teorinya adalah pentingnya interaksi antara aspek internal dan eksternal pembelajaran dengan menekankan aspek ling-kungan sosial pembelajaran. Vygotsky yakin bahwa pembelajaran terjadi ketika siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari, namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya atau tugas-tugas itu berada dalam zona perkembangan proksimal (zone of proximal development).
Sumbangan teori Vigotsky adalah penekanan pada bakat sosio budaya dalam pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran terjadi ketika siswa bekerja dalam zona perkembangan proksima (zone of proximal development). Zona perkembangan proksima adalah tingkat perkembangan sedikit di atas tingkat perkembangan seseorang pada ketika pembelajaran berlaku.
Astuty (2000) secara terperinci, mengemukakan bahwa yang dimaksudkan dengan “zona per-kembangan proksima” adalah jarak antara tingkat per-kembangan sesungguhnya dengan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan sesungguhnya adalah kemampuan pemecahan masalah secara mandiri sedangkan tingkat per-kembangan potensial adalah kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa melalui kerja sama dengan rakan sebaya yang lebih mampu. Oleh yang  demkian, maka tingkat perkembangan potensial dapat disalurkan melalui model pembelajaran koperatif. Ide penting lain juga diturunkan Vygotsky ialah konsep pemenaraan (scaffolding) (Nur 2000), yaitu memberikan sejumlah bantuan kepada siswa pada tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian menguranginya dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengambil alih tanggung jawab sekadar yang  mereka mampu. Bantuan tersebut berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah pada langkah-langkah pemecahan, memberi contoh ataupun hal-hal lain yang memungkinkan siswa tumbuh sendiri.
6. Teori Ausubel
David Ausubel adalah seorang ahli psikologi pendidikan. Menurut Ausubel (Dahar 1996) bahan subyek yang dipelajari siswa haruslah “bermakna” (meaningfull). Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam  struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah disiswai dan diingat siswa. Suparno (1997) mengatakan pembelajaran bermakna adalah suatu proses pembelajaran di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang melalui pembelajaran.
Menurut Ausubel, pemecahan masalah yang sesuai adalah lebih bermanfaat bagi siswa dan merupakan strategi yang efisien dalam pembelajaran. Kekuatan dan makna proses pemecahan masalah dalam pembelajaran sejarah terletak pada kemampuan siswa dalam mengambil peranan pada kumpulannya. Untuk melancarkan proses tersebut maka diperlukan bimbingan secara langsung daripada guru, sama ada secara lisan maupun dengan tingkah laku, manakala siswa diberi kebebasan untuk membangun pengetahuannya sendiri.
Selanjutnya Ausubel mengatakan bahwa ada dua jenis belajar, yaitu belajar bermakna (meaningful learning) dan belajar menghafal (rote learning). Bahan pelajaran yang dipelajari haruslah bermakna. Belajar bermakna adalah suatu proses di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Belajar akan bermakna bila siswa mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa.
Lebih lanjut Ausubel (dalam Kartadinata, 2001) mengemukakan, seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena, pengalaman dan fakta-fakta baru ke dalam skemata yang telah dipelajari. Hal ini menjadikan pembelajaran akuntansi tidak hanya sebagai konsep-konsep yang perlu dihapal dan diingat hanya pada saat siswa mendapat materi itu saja tetapi juga bagaimana siswa mampu menghubungkan pengetahuan yang baru didapat kemudian dengan konsep yang sudah dimilikinya sehingga terbentuklah kebermaknaan logis.
7. Teori Konstruktivisme
Teori konstruktivisme lahir dari idea Piaget dan Vygotsky. Konstruktivisme adalah satu faham bahwa siswa membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berasaskan pengetahuan dan pengalaman sedia ada. Dalam Proses ini, siswa akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan sedia ada untuk membina pengetahuan baru. Mengikut Briner (1999), pembelajaran secara konstruktivisme berlaku di mana siswa membina pengetahuan dengan menguji ide dan pendekatan berasaskan pengetahuan dan pengalaman sedia ada, mengimplikasikannya pada satu situasi baru dan mengintegerasikan pengetahuan baru yang diperoleh dengan binaan intelektual yang sedia wujud. Manakala mengikut Mc Brien dan Brandt (1997), konstruktivisme adalah satu pendekatan pembelajaran berasaskan kepada penelitian tentang bagaimana manusia belajar. Kebanyakan peneliti berpendapat setiap individu membina pengetahuan dan bukannya hanya menerima pengetahuan daripada orang lain.
Brooks dan Books (1993) pula menyatakan konstruktivisme berlaku apabila siswa membina makna tentang dunia dengan mensintesis pengalaman baru pada apa yang mereka telah faham sebelum ini. Mereka akan membentuk peraturan melalui cerminan tentang  tindak balas mereka dengan objek dan idea. Apabila mereka bertemu dengan objek, ide atau perkaitan yang tak bermakna pada mereka, maka mereka akan sama ada menginterpretasikan apa yang mereka lihat supaya sesuai dengan peraturan yang telah dibentuk atau disesuaikan dengan peraturan agar dapat menerangkan informasi baru. Dalam teori konstruktivisme, penekanan diberikan pada siswa lebih daripada guru. Ini karena siswalah yang bertindak balas dengan bahan dan peristiwa   dan memperoleh kepahaman tentang bahan dan peristiwa tersebut. Justru, siswa membina sendiri konsep dan membuat penyelesaian kepada masalah (Sushkin 1999). Pada teori menekankan pada siswa untuk mencari cara sendiri untuk setiap penyelesaian masalah. Sehingga dapat ditemukan cara yang sesuai dengan dirinya.
B.    PRINSIP PEMBELAJARAN
Arthur W. Chickering dan Zelda F. Gamson mengetengahkan tentang 7 (tujuh) prinsip praktik pembelajaran yang baik yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, baik bagi guru, siswa, kepala sekolah, pemerintah, maupun pihak lainnya yang terkait dengan pendidikan. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai prinsip pembelajaran tersebut.
1. Encourages Contact Between Students and Faculty
Frekuensi kontak antara guru dengan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas merupakan faktor yang amat penting untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar. Dengan seringnya kontak antara guru-siswa ini, guru dapat lebih meningkatkan kepedulian terhadap siswanya. Guru dapat membantu siswa ketika melewati masa-masa sulitnya. Begitu juga, guru dapat berusaha memelihara semangat belajar, meningkatkan komitmen intelektual siswa, mendorong mereka untuk berpikir tentang nilai-nilai mereka sendiri serta membantu menyusun rencana masa depannya.
2. Develops Reciprocity and Cooperation Among Students
Upaya meningkatkan belajar siswa lebih baik dilakukan secara tim dibandingkan melalui perpacuan individual (solo race). Belajar yang baik tak ubahnya seperti bekerja yang baik, yakni kolaboratif dan sosial, bukan kompetitif dan terisolasi. Melalui bekerja dengan orang lain, siswa dapat meningkatkan keterlibatannya dalam belajar. Saling berbagi ide dan mereaksi atas tanggapan orang lain dapat semakin mempertajam pemikiran dan memperdalam pemahamannya tentang sesuatu.
3. Encourages Active Learning
Belajar bukanlah seperti sedang menonton olahraga atau pertunjukkan film. Siswa tidak hanya sekedar duduk di kelas untuk mendengarkan penjelasan guru, menghafal paket materi yang telah dikemas guru, atau menjawab pertanyaan guru. Tetapi mereka harus berbicara tentang apa yang mereka pelajari dan dapat menuliskannya, mengaitkan dengan pengalaman masa lalu, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka harus menjadikan apa yang mereka pelajari sebagai bagian dari dirinya sendiri.
4. Gives Prompt Feedback
Siswa membutuhkan umpan balik yang tepat dan memadai atas kinerjanya sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari apa yang telah dipelajarinya. Ketika hendak memulai belajar, siswa membutuhkan bantuan untuk menilai pengetahuan dan kompetensi yang ada. Di kelas, siswa perlu sering diberi kesempatan tampil dan menerima saran agar terjadi perbaikan. Dan pada bagian akhir, siswa perlu diberikan kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah dipelajari, apa yang masih perlu diketahui, dan bagaimana menilai dirinya sendiri.
5. Emphasizes Time on Task
Ada pernyataan waktu + energi = belajar. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan sesuatu yang sangat penting bagi siswa. Siswa membutuhkan bantuan dalam mengelola waktu efektif belajarnya. Mengalokasikan jumlah waktu yang realistis artinya sama dengan belajar yang efektif bagi siswa dan pengajaran yang efektif bagi guru. Sekolah seyogyanya dapat mendefinisikan ekspektasi waktu bagi para siswa, guru, kepala sekolah, dan staf lainnya untuk membangun kinerja yang tinggi bagi semuanya
6. Communicates High Expectations
Berharap lebih dan Anda akan mendapatkan lebih. Harapan yang tinggi merupakan hal penting bagi semua orang. Mengharapkan para siswa berkinerja atau berprestasi baik pada gilirannya akan mendorong guru maupun sekolah bekerja keras dan berusaha ekstra untuk dapat memenuhinya
7. Respects Diverse Talents and Ways of Learning
Ada banyak jalan untuk belajar. Para siswa datang dengan membawa bakat dan gaya belajarnya masing-masing Ada yang kuat dalam matematika, tetapi lemah dalam bahasa, ada yang mahir dalam praktik tetapi lemah dalam teori, dan sebagainya. Dalam hal ini, siswa perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan bakatnya dan belajar dengan cara kerja mereka masing-masing. Kemudian mereka didorong untuk belajar dengan cara-cara baru, yang mungkin ini bukanlah hal mudah bagi guru untuk melakukannya.
Pada bagian lain, Arthur W. Chickering dan Zelda F. Gamson mengatakan bahwa guru dan siswa memegang peran dan tanggung jawab penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran, tetapi mereka tetap membutuhkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak untuk membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif bagi praktik pembelajaran yang baik. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan tersebut meliputi:
(a) adanya rasa tujuan bersama yang kuat;
(b)dukungan kongkrit dari kepala sekolah dan para administrator pendidikan untuk mencapai tujuan ;
(c) dana yang memadai sesuai dengan tujuan;
(d) kebijakan dan prosedur yang konsisten dengan tujuan; dan
(e) evaluasi yang berkesinambungan tentang sejauh mana ketercapaian tujuan.
Dari selain prinsip diatas sebenarnya masih banyak prinsip pembelajaran yang dikembangkan sampai saat ini. Tetapi disini penulis hanya mengambil beberapa saja.
A.    KONSEP PEMBELAJARAN
Ada banyak sekali konsep pembelajaran yang diterapkan khususnya di Indonesia. Salah satunya konsep pembelajaran konstekstual  yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran. Konsep pembelajaran yang konstekstual ini merupakan pembelajaran aktif antara guru dan siswa. Dan di dalam konsep pembelajaran konstekstual ada unsur-unsurnya. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut penjelasannya.
Constructivisme
Belajar adalah proses aktif mengonstruksi pengetahuan dari abstraksi pengalaman alami maupun manusiawi, yang dilakukan secara pribadi dan sosial untuk mencari makna dengan memproses informasi sehingga dirasakan masuk akal sesuai dengan kerangka berpikir yang dimiliki. Belajar berarti menyediakan kondisi agar memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. Kegiatan belajar dikemas menjadi proses mengonstruksi pengetahu-an, bukan menerima pengetahuan sehingga belajar dimulai dari apa yang diketahui peserta didik. Peserta didik menemukan ide dan pengetahuan (konsep, prinsip) baru, menerapkan ide-ide, kemudian peserta didik mencari strategi belajar yang efektif agar mencapai kompetensi dan memberikan kepuasan atas penemuannya itu.
Inquiry
Siklus inkuiri: observasi dimulai dengan bertanya, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan menarik simpulan. Langkah-langkah inkuiri dengan merumuskan masalah, melakukan  observasi, analisis data, kemudian mengomunikasikan hasilnya. Inquiri merupakan pembelajaran untuk dapat berpikir nyata dan kritis dalam menyikapinya. Biasanya untuk inkuiri ini berbentuk kasus untuk dianalisis berdasarkan teori yang ada.
Questioning
Berguna bagi guru untuk: mendorong, membimbing dan menilai peserta didik; menggali informasi tentang pemahaman, perhatian, dan pengetahuan peserta didik. Berguna bagi peserta didik sebagai salah satu teknik dan strategi belajar. Jika pertanyaan bagus maka akan memberikan rasa ingin tahu kepada peserta didik.
Learning Community
Dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif. Belajar dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil sehingga kemampuan sosial dan komunikasi berkembang.
Modelling
Berguna sebagai contoh yang baik yang dapat ditiru oleh peserta didik seperti cara menggali informasi, demonstrasi, dan lain-lain. Pemodelan ini dapat dilakukan oleh guru (sebagai teladan), peserta didik, dan tokoh lain.
Reflection
Yaitu tentang cara berpikir apa yang baru dipelajari. Sehingga ada respon terhadap kejadian, aktivitas/pengetahuan yang baru. Hasilnya nanti merupakan konstruksi pengetahuan yang baru. Bentuknya dapat berupa kesan, catatan atau hasil karya yang dapat memberikan imbal balik.
Autentic Assesment
Yaitu menilai sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Hal iuni berlangsung selama proses pembelajaran secara terintegras. Pada unsur ini dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu test dan non-test. Alternative bentuk yang dapat dilakukan kinerja, observasi, portofolio, dan/atau jurnal
Seorang ahli yang bernama Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran laian daripada konsep pembelajaran konstektual yaitu “Student Centered Learning” yang intinya yaitu :
1.      Kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya.
2.      Seseorang akan belajar secarasignifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat/menumbuhkan “self”nya.
3.      Manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan.
4.      Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik, dan adanya perbedaan persepsi/pendapat difasilitasi/diakomodir.
Dari kedua konsep tersebut memang tidak ada yang salah dalam pembelajaran. Biasanya yang terjadi kekeliruan adalah pada saat prakteknya. Banyak pengajar yang mempraktekkan sesuka dirinya sehingga jika dikatakan seorang pengajar itu hanya menggunakan satu konsep, itu merupakan pernyataan yang salah. Banyak para pengajar yang menggunakan kombinasi berbagai konsep. Hal ini agar menunjang pembelajaran yang baik dan agar bisa di mengerti oleh siswanya dengan baik. Ketika seorang pengajar menggunakan konsep terdiri hanya satu itupun sebenarnya tidak salah, karena banyak sekali pengajar yang mengajar dengan konsep sama tetapi terjadi perbedaan di teknik-teknik pembelajarannya. Maka haruslah dimengerti untuk konsep ini bebas dilakukan oleh pengajar apakah mimilih satu atau dua konsep.
























BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari berbagai penjelasan mengenai Teori,prinsip dan konsep pembelajaran ternyata merupakan hal yang beraneka ragam di pembelajaran. Sehingga hal ini perlu dihubungkan dan dikaitkan agar bisa menjadi sebuah kesatuan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Karena hal itulah yang menjadi cita-cita setiap pembelajaran agar lebih mutunya daripada yang lalu.


















REFERENSI

_Abrari Rusyan.1989.Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung:Remadja
_Gino, Suwarni, Suripto, Maryanto, Sutijan.2000.Belajar dan Pembelajaran I.Surakarta: UNS
Mulyasa.2007. Menjadi Guru Profesional.Bandung : PT Remadja Kosdakary.

menjadi guru yang di rindu

Kelompok
 Khoirul fatah
 Hanik Fauziah
 Fresyam Antika Ajeng
 Novianti

KAREKTER GURU


KAREKTER GURU YANG DICINTAI

Jika seorang guru memiliki beberapa metode pengajaran yang baru dan memikat maka ia akan menjadi seorang guru yang dirindukan oleh murid-muridnya. Mereka akan menerima pelajaran yang diberikan dengan hati senang dan antusias. Sehingga, ia menjadi seorang guru yang dicintai oleh murid-muridnya, dan hendaknya dia jugas menyayangi mereka . Tidak diragukan lagi, guru yang tidak memiliki sifat kasih terhadap murid, maka ia tidak akan bertahan lama menekuni profesi sebagai seorang guru – kecuali karena terpaka. Ketenangan hati dan sifat menerima guru dan murid – muridnya adalah unsur terpenting dalam proses pendidikan yang sukses.

Pendapat Para Cendekiawan tentang Guru yang Dicintai

Daniel Comiza berpendapat bahwa guru yang dicintai adalah sosok yang menerima dengan tulus dan berbahagia – sebelum segala sesuatu – sebagai manusia. Hal ini akan menjadikan dirinya lebih bisa memahami murid – muridnya dan berinteraksi baik dengan mereka. Bahkan, ia akan bangga dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki, serta senang dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Hal itu diwujudkannya dengan membantu dan membimbing para murid dengan baik lagi tulus. Dan juga, ia berinteraksi dengan semua orang dengan baik dan sikap mulia.
Flandrez berpendapat bahwa ada beberapa sifat yang harus dimiliki jika ia ingin menjadi seorang guru yang bangga dengan dirinya dan dicintai oleh murid – muridnya. sifat yang paling dibutuhkannya adalah menerima orang lain, tenang atau bisa mengendalikan emosai, ramah, murah senyum, sabar, dan mampu untuk melakukan tugasa – tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Murze berpendapat bahwa guru yang dicintai adalah seorang guru yang memiliki sifat ramah dalm berinteraksi kepada sesama, memahamim orang lain, menghormati tanggung jawab, disiplin dalam sikap dan tugas – tugasnya, dan mampu berinisiatif dan inovatif.
Sebuah penelitian di Amerika yang dilakukan oleh para ilmuan Amerika, yang dipimpin oleh Hert Adams menegaskan bahwa ada tiga kelomok yang menjadi sebab seorang guru dicintai oleh murid-muridnya. Tiga kelomok tersebut adalah sebagai berikut.

Kelompok pertama :
Sikap tolong menolong dengan layolitas tinggi.
Menjelaskan pelajaran dengan baik.
Menggunakan perumpamaan atau contoh di dalam menjelaskan.

Kelompok Kedua :
Berbudi pekerti baik.
Cerdas atau cekatan.
Mampu membuat suasana di dalam kelas menjadi hangat dan menyenangkan.

Kelomok ketiga :
Arif dan lemah lembut terhadap murid – muridnya.
Peka terhadap perasaan murid – muridnya.
Merasa bahawa murid – muridnya adalah teman – temannya.


Dr. Kamal Dasuki dalam bukunya yang berjudul “ belajar dan mengajar” menjelaskan tentang beberaa simulan dari berbagai ariset yang dilakukan oleh para peneliti barat yang diberi tajuk “ Siapakah guru yang dicintai menurut para murid?” Diantara penelitian tersebut sebagaimana yang tertulis di bawah ini.

Riset yang dilakukan oleh Robert Rowen. Dia berpendapat bahwa guru yang dicintai tidak boleh tidak harus melukukan hal – hal ini.

Menjadikan pengajaran sebagai sesuatu yang dirindukan.
Menguasai dengan sangat baik materi pelajaran yang menjadi spesifikasinya.
Mampu berbicara dengan semangat dan penuh antusiasme.
Mampu menyusun dan menertibkan materi ilmiah.
Memotifasi dan mensupport murid – muridnya.
Memiliki jiwa humoris.
Perhatiaan kepada murid – muridnya.
Kata – katanya mampu memberikan kenyamanan dalam jiwa.
Bersih dan rapi dalam berpakaian.

Riset yang dilakukan oleh Donale viera. Dia menjelaskan bahwa guru yang dicintai adalah orang yang :

Menjadikan pengajaran sebagai sesuatu yang dirindukan.
Mengenal dan memahami materi pelajaran yang diajarkan dengan baik.
Logis ala tugas – tugasnya.
Memberikan kesempatan kepada murid untuk berdiskusi dan bertanya.
Memberikan jawaban – jawaban yang masuk akal.
Penjelasan mudah dipahami.
Tidak melukai hati murid – muridnya.
Memiliki jiwa humoris.

Riset byang dilakukan oleh Lamzon. Dia berpendapat bahwa guru yang dicintai adalah guru yang memiliki karakter seperti ini.

Sangat mendalami materi yang menjadi spesifikasinya.
Memiliki keterampilan yang baik dalam mengajar.
Memiliki jiwa yang memikat dalam menjelaskan pelajaran.
Moderat dan tidak memihak.
Mampu berinteraksi baik dengan murid – muridnya.
Memiliki sifat ikhlas dan jujur.
Humoris.
Penampilan yang rapi lagi bersih.

Riset yang dilakukan oleh Hart. Dia berpendapat bahwa guru yang dicintai adalah guru yang memiliki sifat sebagai berikut.

Menjelaskan pelajaran dengan gamblang dan menggunakan contoh.
Berjiwa besar.
Riang.
Sosok yang penuh kasih, hingga kita merasa bahwa dia menjadi bagian dari keluarga kita.
Mampu menggairahkan para murid untuk giat belajar.
Menghormati tata tertib dalam kelas dan menghargai murid – muridnya.
Memerhatikan murid – muridnya dan memahami keadaan mereka.
Tidak memihak dan bersikap moderat.
Tidak pemarah.
Sabar, penuh kasih sayang, dan peka.
Adil dalam bersikap dan memberikan penghargaa kepada murid– muridnya.

KAREKTER GURU MUSLIM


1. Rukhiyah Dan Akhlaqiyah. Hal ini di laksanakan dengan beriman kepada Allah, beriman kepada Qodha’ dan Qadar Allah, beriman dengan nila – nilai Islam yang abadi, melakukan perintah – perintah yang diwajibkan agama dan menjauhi segala yang dilarang agama, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.
2. Asas dan penopang anda dalam mengajar adalah untuk menyebarkan ilmu dan demi merengkuh pahala akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi, “sampaikanlah ilmu yang berasal dariku ( kepada umat manusia) walau hanya satu kalimat.
3. Tidak emosional. Yang kami maksud dengan kata ini mampu mengekang diri meredam kemarahan teguh pendirian, dan jauh dari sikap sembrono tidak didasari dengan pemikiran yang matang.”
4. Rasional. Sifat ini seperti anda, mampu untuk enyelesaikan permasalahan dengan baik cerdas dan cekatan, serta kuat daya ingatannya.
5. Sosial. Yang termasuk dalam sifat ini adalah menjalin hubungan baik dengan orang lain, baik dikala senang maupun susah, khususnya dengan orang – orang yang bratangguang jawab dalam dunia pendidikan.
6. Fisik yang sehat yang dimaksud sifat ini adalah, kesehatan badan, ketangkasan tubuh dan keindahan fisik.
7. profesional Yang termasuk dalam sifat ini adalah keinginan dan kecintaan yang tulus untuk mengajar, serta yakin atas manfaat dari pengabdianya terhada masyarakat.


Sikap – Sikap Guru Muslim


Disisni kami akan menjelaskan beberapa prilaku guru muslim sebagai suri teladan bagi orang lain. Juga, untuk menjelaskn beberapa kekurangan dan cara mengatasinya secara gamblang dami menggapai kesempurnaan manfaat yang ada.

Sikap guru muslim dalam berpakaian. Sangat disayangkan, ada beberapa guru yang berpakaian namum tidak disesuaikan dengan usianya, sehingga para murid merasa bahwa tidak ada perbedaan antara dirinya dengan gurunya ; warna pakaiannya sama, dan bentuknyaun tidak jauh berbeda. Penampilan yang seperti ini bisa mengurangi penghormatan para murid kepada dirinya.

Supaya anda tidak salah paham., saya akan mengingatkan bahwa asas hukum dalam semua bentuk pakaian dan berpakaian adalah halal selagi tidak menyerupai lawan jenis. Yang penting dalam berakaian adalah menutup aurat.yang saya maksudkan adalah bahwa islam tidak memaksa seseorang untuk memakai pakaian tertentu, namun islam hanya menjelaskan sifat – sifat dari pakaian tersebut. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam firmannya,
“Hai anak adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan kaian takwalah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda – tanda kekuasaan Allah, mudah – mudahan mereka selalu ingat.”(Al – A’raf: 26)

Oleh karena itu, dianjurkan kepada para guru untu memakai pakaian yang baik dan tidak berlebih-lebihan. Di samping itu, mereka dianjurkan untuk menjaga karakter fitrah, seperti memotong kuku, mencukur rambut memotong kumis, dan sebagainya.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada para guru sehingga dapat memberikan teladan yang baik bagi murid – muridnya.

Wahai saudara-saudaraku para guru yang tercinta, pilihlah kata – kata yang baik lagi santun. Jangan biarkan anda bercerita kecuali untuk mengeluarkan kata – kata yang indah lagi bernilai, karena murid – murid yang ada di hadapan anda akan merekam kata – kata anda di dalam memori ingatannya. Benar, mereka akan menyimpan di dalam otaknya setiap kata yang keluar dari mulut anda.

Hal yang cuku memalukan bila ada teman anda-seorang guru juga mengucapkan kata – kata yang seronok dan kurang baik. Dengan kata – kata ini, dia mengira dapat lebih dekat dengan para murid. Guru tidak sadar, bahwa murid itu sendiri yang akan melecehkan dirinya ketika mereka besar nanti, ketika mereka menemukan hakikat makna hubungan antara guru dan murid – muridnya. Berapa banyak kata – kata yang kita dapatkan dari para guru kita yang iandah dan menyentuh kalbu yang masih kita ingat sampai sekarang dan kita sering mengulanginya? Semoga Allah membalas kebaikan yang yang lebih besar kepada mereka. Dan pada waktu yang sama, kita juga mengingat kata – kata makian dan kasar dari sebagian para guru. Semoga Allah memberikan samudra ampunan kepada mereka.
Wahai para guru yang berbahagia, ingatlah petuah Rasullah yang tertuang dalam hadisnya,
“Sesungguhnya di antara kalia ada yang mengucapkan kata – kata (baik) yang diridhai Allah, dan dia tidak tahu kadar derajat kemulayan kata – kata itu. Maka dengan kata – kata tersebut, Allah melimpahkan ridh – Nya kapada orang itu hingga hari perjupaan nanti (hari kiamat). Dan sesungguhnya di antara kalia ada yang megucapakan kata – kata (buruk0 yang di murkai Allah, dan dia tidak tahu kadar derajat kehinaankata – kata itu. Maka dengan kata – kata tersebut, Allah menetapkan murka – nya kepada orang tersebut hingga hari perjumpaan nanti (hari kiamat. “ (HR. At – Tirmidzi).
Di samping itu, saya ingin memperingatkan kepada kalian tentang hal yang urgen. Yaitu, jangan berbicara dengan para murid tentang masalah prbadi maupun keluarga anda. Sikap ini akan membuat mereka tidak hormat kepada anda, dan kadang merasa kasihan kepada Anda.


KARAKTER GURU SUKSES

1. Selalu Siap Untuk Meningkatkan Pengetahuan seputar materi Pelajarannya, yaitu dengan Membaca dan melakukan pembahasan dengan mendalam, hingga dia bisa menggabungkan materi tersebut dengan pengetahuan yang baru. Di samping itu, dia memiliki metode yang baik ntuk meberikan pemahaman kepada murid – muridnya.
2. mengenal dengan baik sarana – sarana modern dalam pendidkan, sehingga dirinya dapat mentransfer pengetahuan – pengetahuan yang ada dengan mudah.
3. mengetahui beberapa karakter pertumbuhan jiwa para murid, sehingga dia mampu menghadapi perbedaan antara setia individu dari sis jiwa, akal, dan emosional. Dengan hal ini, sang guru menjalankan proses pendidikan sesuai dengan arah perkembangan kejiwaan murid, buka bertolak belakang dengan perkembangan kejiwaan mereka.
4. bersikap objektif. Dengan arti, bersikap sama kepada semua murid, tidak pilih kasih. Menjahui sikap condong kepada sebagian murid dan menafikkan yang lain.
5. memiliki sikap inovatif dan kreatif. Dengan kata lain, memakai sarana – sarana terbaru dalam mendidik.
6. Murid-murid merasa dihormati dan dihargai ketika bersamanya. Di samping itu, para murid merasa bahwa gurunya adalah pemilik kemuliaan karena dialah yang telah memberikan ilmu kepadanya, menunjukkan akhlak yang baik, bahkan membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahannya; baik berhubungan dengan materi pelajaran maupun tantag kehidupan sosial.

Beberapa Kewajiban Guru yang Sukses

1. Menyusun dengan materi yang akan diajarkan, berikut tujuan yang hendak dicapai dari materi yang aka disampaikan serta sarana – sarana yang akan digunakan.
2. Mengecek tata tertib di dalam kelas, dan memerhatikan para murid di tengah jam pelajaran.
3. Mengevaluasi tugas – tugas murid dan memberikannya.
4. Mentranfer nilai – nilai dan menjadi suri teladan yang baik bagi muridnya.
5. Memberikan tugas – tugas rumah kepada murid.
6. Bekerja sama dengan lembaga sekolah dan menerima dengan hati terbuka atas saran dan nasehat kepala sekolah.
7. Bekerja sama dengan pihak wali murid dengan baik.
8. Belajar dan melakukan riset dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar yang lebih baik.

Kesuksesan dalam mengelola kelas

Mengelola kelas memerlukan sebuah ilmu dan seni tersendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus selalu mencari hal yang baru untuk mengelola kelas dengan baik. Kedisiplinan dan kerapian di dalam kelas adalah faktor terpenting untuk menyukseskan proses pengajaran.
Sangat disayangkan, kita menemukan banyak pengajar yang hanya memerhatikan penyampaian materi pelajaran dan mengoreksi tigas – tugas murd. Terkadang, guru menyampaikan pelajaran dengan tanpa memerhatikan kesiapan dan pemahaman para murid. Sehingga, mereka tidak bisa memahami penjelasan gurunya, apalagi mengambil manfaat darinya dan pada akhirnya, sang guru akan kehilangan kecintaannya untu mengajar dan berinteraksi secara efektif dengan para murid.
Secara umum, apapun pekerjaan yang anda lakukan, bila tidak dikelola dengan baik, maka akan kehilangan identitasnya. Kemudian, ia hanya menjadi sesuatu yang menjengkelkan dan tidak berguna. Oleh karena itu, wajib bagi guru untuk memerhatikan tatatertib dan memerhatikan tatatertib dan aturan di dalam kelas. di bawah ini ada beberapa saran yang dapat dugunakan seorang guru untk mengelola kelasnya.

1. semenjak pelajaran pertama, anda harus meberitaukan murid anda mengenai aturan dan tatatertib yang akan berlaku di dalam kelas. Dan jangan sekali – kali kendor dalam mengaplikasikan tatatertib tersebut, karena hal itu menjadikan mereka bahwa anda tidak bersungguh – sunggh dan tidak komitmen dalam menjalankan aturan.
2. rewardanad panishment. Hadiah bagi murd yang bersungguh-sunguh dan hukuman bagi murid yang malas serta tidak memerhatikan pelajaran. Hal ini harus menjadi prinsip anda dalam berinteraksi dengan para murid. Namun, jangan sampai memberikan hadiah berupa materi. Berikan penghargaan berupa support emosional, penghargaan dari hati, kepercayaan, dan smangat. Juga, dalam memberikan hukuman hendaknya bersifat logis.
3. apapun keadaan sebab yang ada, berusahalah menguasai suasana di dalam kelas jika tidak, sungguh akan sangat sulit untuk mengembalikan suasana yang kodusif. Hal ini mengandung makna bahwa aturan dan tata tertib yang anda buat telah rapuh. Lambat laun, hal itu akan membawa anda pada suasana jenuh dan merasa gagal
4. wajib bagi para murid untuk mengetahui apa sebenarnya yang diminta dari dirinya dalsam setiap pelajaran yang diberikan kepadanya.
5. wajib bagi anda untuk membuat para murid cinta terhadap pelajara anda dan mengikat hati mereka.
6. berusahalah semaksimal mungkin untuk memanfaatkan jam pelajaran. Jangan biarkan ada waktu yang berlalu dengan percuma, para murd harus selalu sibuk, baik denga membaca, mendengarkan, maupun menulis.
7. buku evaluasi atau buku penilaian terhadap murid sangat penting untuk anda miliki – mengenai efektifitas mereka, daya tangkap mereka terhadap plajaran, dan tugas – tugas rumah mereka. Buku evaluasi adalah sebuah catatan keterangan untuk setiap murid di dalam kelas.
8. berusahalah untuk membuat suasana kelas menjadi tenang dan sejuk. Dan jangan berhanti dalam menjelaskan pelajaran hanya untuk menghukum seorang murid yang membuat gaduh di dalam kelas. Hukuman atau teguran kepada murid yang mebuat gaduh cukup denga cara – cara khusus yang diketahui oleh para murid anda. Atau dengan senyuman yang dingin, penjelasan. Ketika anda melakukan hal ini maka mereka akan tahu bahwa dirinya malakukan kesalahan. Dan murid tadi akan mendapatkan hukuman sesuai jam pelajaran.
9. berusahalah agar murid anda selalu merasa tenang di dalam kelas sehingga mereka dapat mendengarkan pelajaran dengan baik.
10. tertibkanlah tempat duduk para murid dan cara duduk mereka, supaya pandangan semua murid tertuju kepad diri anda.
11. usahakanlah agar tempat duduk anda lebih tinggi sehingga anda dapat melihat apa yang terjadi di dalam kelas.
12. usahakanlah agar anda memiliki teampat yang cukup untuk bergerak dengan leluasa, agar anda tidak terhalang atau terpeleset.
13. letakkan buku anda dan hal – hal yang anda butuhkan dengan rapi di atas meja anda. Hal ini untuk memudakan anda disaat anda ingin menggunakanya.
14. jika ruangan kelas Anda cukup besar, maka usahakan untuk dekat denga para murid agar anda dapat memerhatikan mereka dengan lebih baik dan menghilangkan permasalaha di antara mereka.
15. siapkan semua sarana pendidikan yang anda butuhkan dan pastikan bahwa anda membawanya ke dalam kelas.
16. gunakan semua alat yang anda butuhkan di dalam kelas, seperti spidol beraneka warna untuk menulis di papan tulis, pensil, bolpen warna merah, penggaris, gunting, dan buku saku untk menulus beberapa simpulan.
17. di dalam kelas harus ada papan pengumuman. Hal ini sanga penting untuk menempelkan beberapa pengmuman yang berhubungan denga materi pelajaran, seperti waktu ujian semester, waktu menyerahkan hasil penelitian, dan waktu – waktu yang lain. Begitu pula, para pengumuman terseut dapat di gunakan untuk menulis nama – nama murid yang berprestasi di setiap hari. Dengan ini, akan mendorong cara murid yang lain untuk bersungguh – sugguh.
18. absenlah murid yang tidak hadir setiap hari.

Jadilah Guru yang Demokratis di dalam Kelas

Manajemen merupakan salah satu unsur penting dalam proses pendidikan. Bahkan di dalam segala bidang. Karena, manajemen adalah sebuah peyelarasan antar kristalisasi aktivitas dan kesungguhan yang beragam demi untuk mewujudkan tujuan tertentu. Oleh kareana it, ia bersandar kepada kecakapan seorang guru dalam menejemen kelas, dan metode yang digunakan dalam menjalankan manajeman ini demi tercapainya tujua yang ingin anda wujudkan.
Secara umum, manajemen pendidikan dapat dibedakan mejadi dua metode. Pertama; metode demokrat. Kedua;metode non demokrat atau diktator. Terkadang, para pendidikan dalam hal ini menggunakan istilah lain. Pertama, pendidikan sentralisasi seputar murid. Metode ini selaras dengan metode demokratis. Kedua, pendidikan sentralisasi seputar guru. Metode ini selaras denga metode non demokratis.
Dua metode pendidikan ni berbeda dalam pemahaman dan pengaplikasianya. Asas dalam metode demokratis adalah memberikan kebebasan kepada murid dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pendidikan berikut pembatasan peran seorang guru. Sebagian lembaga pendidikan lebih mengutamakan metode ini. Maka, peran guru dalam menjelaskan materi pelajaran tidak terlalu aktif. Sang guru hanya mengarahkan dan menunjukkan. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada murid dalam memilih pealajaranan metode belajar yang digunakannya.
Adapun metode non – demokratis, sesungguhnya ia membatasi para murid dalam proses pendidkan. Metde ini memberikan ruang yang luas kepada sang guru, dan menjadikan murid hanya menerima apa yang dikatakan dan dilakukan oleh seorang guru kepada mereka. Yang pasti, inti dari metode non – demokratis adalah mengatur murid dengan planning yang telah dibuat oleh sang guru sebagai sumber ilmu pengetahuan. Sebagaimana yang telah kami katakan sebelumnya bahwa siste pendidikan itu sendiri, juga, dengan falsafah pendidikan, pemahaan, dan pengaplikasian metode ini – demokratis dan non – demokratis.
Di sini kami tidak akan panjang lebar dalam menjabarkan filsafah demokrasi dalam pendidikan atau di dalam metode pengajaranya. Namun kami akan menjelaskan nilai demokrasi dari satu si bahwa ia adalah sebuah metode untuk memenej kelas atau cara pengajaran. Peralatan pendidikan kita sekarang ini sudah menetapi nilai-nilai demokrasi,ia selaras dengan sistem negara demokrasi dalam bidang politik.
Pada hakikatnya, nilai-nilai demokrasi tidak hanya terbatas pada bidang politik,akan tetapi ia juga dapat di aplikasikan di dalam bidang sosial dan budaya. Jika metode demokrasi sebagai satu sistem kebijakan dalam bidang politik- yang juga berhubungan dengan keadaan ekonomi dan sosial- maka demokrasi juga dapat di pakai sebagai sebuah sistem untuk kehidupan sosial masyarakat. Manusia demokrat yang tinggal di dalam masyarakat demokrat, akan berperilaku sesuai dengan ritme demokrasi. Dan beberapa keistimewaan yang tampak dari sikap demokrasi di dalam kehidupan dan hubungan sosial adalah sebagai berikut.

1. keyakinan bahwa semua orang- kecuali yang sakit memiliki kemampuan untuk berpikir dan kemampuan untuk belajar yang di sesuaikan dengan kehidupan berikut fenomena-fenomenanya yang beragam. Dengan demikian, jika mereka di beri kesempatan untuk mencicipi pendidikan, maka mereka akan mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir mereka.
2. menghormati setiap orang dan kepribadian mereka, juga mengimani nilai-nilai kemanusiaan dengan tidak mempedulikan perbedaan warna kulit, kelamin, dan agama. Di samping itu, menghormati manusia karena kemanusiaanya dan keanggotaanya di dalam masyarakat selagi tidak ada sikap darinya yang mengancam ketenangan dan kebahagiaan hidup di masyarakat.
3. seorang individu atau kelompok dalam sikap tertentu adalah orang yang baik, karena sikap yang di ambil sesuai dengan keadaan dirinya demi mewujudkan tujuanya. Oleh karena itu, perbuatan atau sikap yang mereka lakukan bersumber dari dalam jiwa mereka. Dan mereka tidak bisa di paksa oleh sumber-sumber luar, meskipun betapa besar kekuatan dan hegemoni kekuatan sumber luar tersebut.
4. sebuah keyakinan bahwa masyarakat selalu berubah menuju kearah yang lebih baik. Masyarakat tidak stagnan ataupun beku, akan tetapi ia selalu berkembang

Dengan melakukan penemuan-penemuan ilmiah dan mengukir peradaban dari satu sisi. Dan disisi lain, mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan tak kenal lelah. Jadi, perubahan tidak harus berasal dari luar saja, akan tetapi ia bersumbar dari dalam dri masyarakat.
5. setiap orang bebas dalam berpendapat untuk menetap-kan keputusan yg mesti dijalani. Logika demokrasi menegaskan bahwa setiap orang bebas dalam berdiskusi dan mengungkapkan pendapat tentang keputusan yg akan diambil untuk dilaksanakan.
6. penyelesaian masalah dalam masyarakat demokrasi tidak berasal dari pemikiran atau ide individu, akan tetapi melalui pemikiran bersama. Hubungan antara individu dengan lembaga-lembaga yg ada didalam masyarakat demokrasi berdiri diatas asas kerja sama dan saling memahami.

Jika kita berusaha untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi ini kepada murid dan terhadap metode pengajaran kepada mereka, maka beberapa pemahaman yang terkait dengan pendidikan dan pengajaran akan berubah. Contoh :pemahaman “disiplin” akan mengalami perubahan. Begitu juga dengan pemahaman “system”.

Makna “disiplin” dalam falsafah pendidikan tradisional atau non-demokratis bermakana ketaatan buta dari murid kepada gurunya. Ketaatan seperti ini merupakan tipe terbaik dalam pendidikan. Dan, murid melakuakan ketaatan ini karena dirinya dihadapkan pada ancaman hukuman dari gurunya. Pemberian hukuman merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh seorang guru.

Bersamaan dengan kemajuan penelitian dalam bidang psikologi anak dan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang factor-faktor pertumbuhan anak., serta seruan nilai-nilai demokrasi dalam dunia pendidikan menunjukkan bahwa murid yang suka melanggar tata tertib kelas lebih besar di sebabkan karena factor sekolah itu sendiri, bukan dari dalam diri si murid. Karena, sekolah tidak mampu memenuhi kebutuhan jiwa.

Dia merasa bahwa sekolah tidak membantunya untuk mewujudkan eksistensinya maupun menjawab harapannya. Oleh karena itu, dia bersikap seenaknya sendiri, termasuk melanggar tata tertib sekolah. Maka, sudah menjadi keniscayaan bagi sekolah-melalui guru dan segenap elemennya-untuk mengubah pemahaman “disiplin” pada para murid. Sehingga, timbul kesadaran bahwa sikap disiplin bukan karena paksaan dari pihak luar, namun muncul dari kesadaran jiwanya sendiri. Dia sadar atas urgensi disiplin demi kepentingan bersama.

Beberapa peneliti modern menegaskan pemahaman baru tentang disiplin, yaitu dengan makna “ruh kelompok”. Karena kedua kata ini menuntut setiap individu yang ada didalam kelompok untuk menglahkan egonya demi kemaslahatan kelompok. Dengan ini sudah menjadi kewajiban bagi seorang guru untuk berupaya meningkatkan kedisiplinan internal dalam diri murid-muridnya.

Begitu juga dengan pemahaman “system”. System yang berlaku dalam falsafah pendidikan tradisional bermakna “tenang dan diam”. Para murid harus duduk di kursinya dengan tertib dan tenang. Gerakan dan ucapan mereka hanya dilakukan atas seizing guru atau diperintah oleh sang guru.

Adapun metode pendidikan demokrasi menegaskan bahwa guru harus menolak system tradisional. System seperti itu memasung kreativitas anak didik dan membelenggu kebebasan mereka. Metode pendidikan demokrasi memandang bahwa anak didik memiliki kebebasab dalam mengekspresikan dirinya secara langsung, baik dengan tindakan maupun dengan gerakan, asal mereka tidak melanggar kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang telah disepakati bersama. Di samping itu, selama mereka menghormati beberapa kaidah umum dalam hubungan kemanusiaan yang mengikat antar individu dengan tali demokrasi.

Dalam system ini, seorang murid berhak dan memiliki kebebasan untuk mengekspresikan kebosanannya, kemarahannya, atau ketidaksenangannya terhadap materi pelajaran. Seorang guru harus melihat fenomena itu sebagai sebuah reaksi atas tema dan cara pengajaran, bukan sebagai tanda atas pembangkangan dan pelanggaran tata tertib. Sungguh, seorang murid butuh untuk mengekspresikan dirinya dengan bebas. Kebebasab berekspresi ini dianggap sebagai jaminan untuk kebaikan prilaku dan kedisiplinannya di bawah naungan kaidah-kaidah yang telah di tetapkan oleh kelompok mereka sendiri.

Dalam salah satu riset modern tentang ilmu jiwa didapatkan bahwa system kepemimpinan demokratis menghasilkan pengaruh yang lebih besar pada kepatuhan anak didik terhadap aturan dan tata tertib sekolah daripada kepemimpinan dengan system dictator. Selain itu, perilaku yang menunjukkan loyalitas bersama dalam kelompok lebih besar didapat karena berada dibawah naungan system demokrasi. Disamping itu, keharmonisan antara seseorang dengan tugas yang diemban demi mencapai tujuan bersama dan sense of belonging (rasa memiliki) lebih kental dan lebih tampak dalam sebuah kelompok yang dibangun dengan system demokrasi.

Dalam beberapa riset didapati bahwa beberapa murid yang dididik dengan bersandar pada ketaatan buta kepada yang lebih tua, tidak merasa keberatan dalam berinteraksi dengan guru yan tidak demokratis. Namun, dalam dirinya telah tersimpan benih-benih negatif. Oleh karena itu, seorang guru jangan tertipu dengan fenomena-fenomena ketenangan dan kepatuhan yang tampak pada diri murid-muridnya. Karena sikap seperti itu tidak selalu berarti bahwa mereka ikhlas menerima keadaan yang ada dan system yang berlaku atau berarti penyesuaian diri mereka secara emosional dan social. Namun sebaliknya, sikap tersebut menunjukkanbahwa kondisi jiwa para murid sedang tidak sehat. Sehingga terkadang kita menemukan beberapa murid yang pendiam namun menyimpan beban yang siap diledakkan kapan saja-seperti bom atom yang siap meledak bila ada pemicunya.

Maka dari itu, seorang guru harus memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengekspresikan emosi, perasaan, dan ide-idenya dengan bebas. Guru harus mensupport para murid untuk mengekspresikan kreativitas mereka disela-sela mata pelajaran. Juga, sang guru harus berupaya semaksimal mungkin untuk mencetak anak didik yang lihai dalam bidang seni, bahasa, olahraga, dan soaial.sang guru juga harus memerhatikan kondisi jiwa para murid sehingga bias memahami perasaan meraka dan apa yg sebenarnya inginkan. Hal itu dapat dilakukan dengan mendekati para muriod, sehingga mereka tidak dapat merasakan bahwa guru hanya sebagai ‘penguasa’. Namunh mereka bias merasakan bahwa gueru merupakan individu yg dapat dijadikan tempat bersandar dan mengadu saat mereka menghadapi permasalahan. Dengan itu guru dapat menjaga kualitas hubunga.n para murid didalam kelas. Ini merupakan syarat utama yg harus menghiasai hubungan antara guru dan para murid. Sehingga tujuan-tujuan yg diingankan oleh sang guru terhadap anak didiknya akan terwujud.


Beberapa penopang kedisiplinan dalam kelas

Tidak diragukan lagi bahwa membuat suasana kelas menjadi tenang dan disiplin merupakan sdalah dsatu dari ketrampilan yg bjharus dimiliki oleh sang guru. Karena kedisiplinan didalam kelas akan membantu seorang guru dalam melakukan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran dengan lebih baik. Begitu juga hubungan yg baik antara guru dan anak didiknya memiliki pengaruh yg sangat besar pada kedisiplinan mereka didalam kelas maupun didalam kelas. Ada benang merah yg dapt ditarik sebagai simpulan bahwa kecintaan terhadap murid-muridnya adalah sarana yg paling ampuh untuk membantunya dalam menciptakan kedisiplinan anak didik didlam kelas. Secara umum kedisiplinan itu ada dua macam:
1. kedisiplinan jiwa yg berasal dari dalam jiwa murid.dengan ini mereka akan menjadoi tenang. Buah dari kedisiplinan ini adalah kencintaan mereka untuk belajar, berteman, dan berinteraksi dg kawan-kawannya secara baik.
2. kedisiplinan yg berdiri atas penggunaan srana luar, seperti reward and punishment untuk menjaga kedisiplinan para murid didalam kelas.

Siapapun akan mengamini bahwa bentuk kedisiplinan yg pertama lebih utama dan lbih baik. Oleh karena itu, wajib bagi seorang guru untuk meningkatkan kedisiplinan tersebut terhadap murid-muridnya. Kedisipolinan bukan hanya menghilangkan kegaduhan maupun meredam keramaian. Namun kedisiplinan merupakan penerimaan didalam jiwa individu terhadap urgensi terhadap suatu sikap.

Secara umum ada beberapa penopang untuk menciptakan dan mendorong kedisiplinan didala, kelas:
1. sabar dan murah hati. Para murid jangan menghormati guru dengan berlebih-lebuihan ataupun menyepelekan guru melebihi batas.dengan seoraang guru dianjurkan untuk bersikap disiplin namun tidak berlebihan dan bersikap lentur namun tidak lemah.
2. mengawasi para murid dan memerhatikan mereka ditengah ditengah pelajaran dan mereka mersakan hal itu. Dengan ini anda tidak akan menemukan murid yg membuat kegaduhan disaat penjelasan suatu mata peklajara. Dan seorang guru dianjurkan untuk tidak pilih kasuih kepada sebagian murid.
3. ceria dan humoris untuk menyegarkan suasana. Sungguh kecerian dan humoris memiliki peran yg urgen dalam membangun hubungan antara guru dan paara muridakan tetapi dg syarat tidak berlebihan.
4. hadiah dan hukuman (reward and punishment). Untuk mensuport anak didik yg bersikap disiplin seorang guru dapat memberikan kata-kata sanjungan atau senyumaqn yg hangat kepada mereka. Dan bagi para murid yg melanggar tata tertib kelas maka anda bias memberi hukuman misal dilarang untuk mengikuti mata pelajaran tertyentu atau mengerjakan soal di papan tulis.


BAB 11

MENJADI GURU YANG DIRINDU


FAKTOR PENYEBAB

Untuk menjadi seorang guru yg sukses dan dirindukan oleh para murid seorang guru harus memiliki beberapa factor berikut ini.

a. factor pertama: mengetahui perannya dengan jelas

Hal yg harus diketahui oleh setiap guru adalah mengetahui tentang dirinya dan apa yg harus dibrerikan kepada orang lain, yg dapat sisimpulkan dengan pertanyaan berikut ini.
mengapa harus mengajar?
apa yg harus diajarkan ?
bagaimana cara mengajar?

Pertanyaan diatas tidak akan bias dijawab dengan baik oleh guru kecuali dia mengetahui secara detail tujuan-tujuan pendidikan dan bagaiman a formulasinya. Karena tujuan-tujuan inilah yg akan mengidentufikasi dirinya sebagai berikut.
1. mengapa harus mengajar? Hal ini menunjukan kepadanya tentang tujuan dari misi pendidikan.
2. Apa yg harus diajarkan? Hal ini menjelaskan kepadanya tentang esensi dari materi ilmiah yg diminta darinya untuk dianjurkan dan diajarkan.
3. bagaimana cara mengajar? Hal ini menjelaskan kepadanya bagaimana cara mengajarkan materi ilmiah dengan cara dan metode serta strategi yg efektif.

b. Factor ke 2: menyiapkan bahan atau materi pelajaran

Dapat di ketahui bersama bahwa ketika ingin mencapai hasil kerja yang oktimal, maka tidak boleh tidak harus ada perencanaan yang matang dan antisifasi dari segala sisi.

Kami beryakinan bahwa memplaning pendidikakan adalah sebuah wujud dari manhaj, metode, atau cara untuk mewujudkan kesuksesan dalam pendidikan. Selain itu membuat perncanaan dalam pendidikan menolong seorang guru dalam menghadapi bebrapa gendala pendidikan serta menyelesaikan kesulitan yang ada dengan percaya diri dengan ruh keimanan yang tinggi. Di samping itu, hal itu akan mebantu guru ntuk melakukan pengajaran dengan penuh kesungguhan demi kemaslahatan murid, yaitu dengan memahamkan pelajaran berikut unsure-unsurnya.
Maka dengan ini, Nampak jelas bahwa planning pendidikan adalah sesuatu yang sangat urgen. Urgesi dalam merencanakan akan melahirkan hal-hal berikut ii.
Menjadikan tugas guru tersusun secara rapi dan disiplin
Menjadikan tugas guru dalam mengajar jauh dari spontanitas_tanpa ada persiapan dan perencanaan.
Menjadikan guru dapat mengatur materi pelajarannya dengan baik juga, dapat menjelaskan dan menjabarkanya dengan cara yang tersusun rapi dan mudah di pahami.
Menjadikan guru selalu berusaha memperbaharui cara pengajaranya; tidak monoton. Tidak ada perbedaan antara bentuk persiapan pelajaran antar guru senior dan junior. Semua mempunyai pemahaman yang sama mengenai mempersiapkan pelajaran dan memahami urgensi perencanaan dalam pengajaran.
Tidak mungkin bagi seorang guru senior untuk mengklaim bahwa dia tidak membutuhkan perencanaan dan persiapan dalam pengajaran karena merasa telah memiliki banyak pengalaman. Karena, pendidikan adalah sebuah kinerja yang selalu baru, membutuhkan satu bentuk pemahaman yang berkesinambungan, pembacaan yang tidak henti, dan persiapan yang cukup karena kondisi dalam proses belajar mengajar selalu berubah-ubah.

Beberapa bentuk planning pengajaran
Planning pengajaran di bagi menjadi dua bentuk. Planning akal atau ide dan planning tulisan.
Pertama planning akal atau ide. Sesungguhnya, ide seorang guru terhadap pelajaran yang akan di ajarkan memberikan gambaran kepada perencanaan pendidikan secara tertulis. Jadi, planning ide adalah awal dari planning tulisan terhadap pelajaran yang akan di ajarkan. Melalui penyuguhan guru terhadap pelajaran dengan ide ini akan menghantarkan mereka untuk berfikir tentang tujuan-tujuan yang hendak di capai dalam pelajaran, juga, tentang cara, metode, dan strategi pengajaran yang sesuai dengan mata pelajaran.
Kedua, planning tulisan. Bentuk planning tulisan yang paling utama adalah planning harian. Karena planning harian terhadap pengajaran akan menjadikan guru mengetahui tema-tema yang akan di ajarkan. Melalui penyuguhan guru terhadap pelajaran dengan ide ini akan mengantarkan dirinya untuk berfikir tentang tujuan-tujuan yang hendak dalam pelajaran. Juga,dia tahu apa yang harus di kerjakan, dan tidak.selain itu, dia juga bias membuang atau maenambahi, atau menyampaikan perkembangan-perkembangan terbaru dan beberapa peristiwa nasional maupun internasional yang dapat di ambil hikmahnya,
Planning tulisan terhadap pengajaran seyogiyanya di tulis di bukau. Hal terpenting yang harus di tulis di dalambuku tersebut adalah tujuan-tujuan khusus dari pengajaran karena hal itulah yang memberikan batasan pada para guru untuk mengarahkan pengajaran (cara, metode, dan strategi yang akan di gunakan dalam pengajaranya).
Oleh karena itu seyogiyanya seorang guru menyadari bahwa beberapa tujuan yang telah di tulis di atas bukau harus direalisasikan sehingga para murid dapat merasakan manfaatnya.

c. Factor ketiga: menyiapkan murid untuk menerima pelajaran

Allah SAW Berfirman dalam kitab suci-Nya,
“sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengaranya, sedang dia menyaksikan.” (Qaf: 37)
Agar guru menyiapkan anak didiknya untuk menerima pelajaran dengan baik, maka dia harus mengaplikasikan makna ayat di atas kepada murid-muridnya.ayat di atas menujukan nasihat dan peringatan dapat di terima seseorang karena menetapi tiga syarat sebagai berikut.
1. Mengosongkan hati, dengan kata lain, memfokuskan hati terhadap pelajaran yang di ajarkan.
2. Mengosonkan anggota badan dan diamnya panca indera~pendengaran dan penglihatan. Dengan makna lain, mengonsentrasikan diri dari tidak di sibukkan dengan hal-hal lain selain pelajaran.
3. Menghindari jiwa sepenuhnya di saat pelajaran di smpaikan.

Agar para murid dapat menerima dan mengambil manfaat dari pelajaran yang di terima, maka pihak guru harus menyiapkan hal-hal berikut.
Pertama, seorang guru harus membuat para muridnya berkonsentrasi penuh pada dirinya dan pelajran yang akan di sampaikannya. Hal ini tidak bias terwujud kecuali dengan memberikan motivasi kepada mereka di tengah pelajaran.
Kedua, sang guru harus menjadikan anak didiknya bersikap tenang dan condong kepadanya. Hal ini bias terwujud dengan menghilangkan hal-hal yang membuata berpaling dari materi pelajaran yang di ajarkan.

d. Factor keempat: cara pengajaran yang tepat

Cara pengajaran adalah langkah-langkah yang ditempuh oleh pihak guru yang beruda untuk mewujudkan beberapa tujuan pendidikan.
Cara-cara pengajaran termasuk sarana yang di gunakan guru untuk menyampaikan kandungan metode ilmiah kepada para murid.

Mengajar Secara Efektif

Sesungguhnya langkah yang memiliki pengaruh yang positif itulah yang dikenal dengan pelaksanaan yang efektif.
Agar seorang guru sukses dalam memulai pelajaran dan para murid dapat berinteraksi secara baik denganya serta dapat menjaga perbedaan karakter di antara mereka, maka cara yang di gunakan harus selaras dengan kemampuan anak didiknya. Di samping itu, cara penyampaian materi harus bertahap dan menggunakan metode pendidikan yang selaras dengan materi pelajara. Agar semua itu dapat terwujud dengan efektif, maka seorang guru harus menggunakan pola pengajaran yang variatif.


Metode pengajaran Ilmiah

Buku-buku pelajaran yang ada mengandung beberapa materi ilmiah yang bersinggungan langsung dengan realitas kehidupan para murid. Ketika menerangkan materi dalam buku pelajaran, dengan bersandar dalam satu cara pengajaran saja. Namun, coba cari cara atau pengetahuan tambahan sehingga bias saling melengkapi. Tentu saja hal hal ini di sesuaikan dengan materi pelajaran,kuantitas, dan kualitas murid, serta seberapa besar persiapan mereka dalam menghadapi pelajaran pun di sesuikan dengan seberapa besar pengalaman dan kemampuan guru dalam menguasai pelajaran tersebut.
Berikut ini terdapat metode yang dapat digunakan untuk menyampikan pelajaran kepada para murid.
 Metode deklamasi atau ceramah. Metode ini di gunakan untuk memberikan nasihat atau peringatan pada murid tentang suatu hal. Juga, bias digunakan dengan cara pidato, yang merupakan salah satu bentuk dari metode deklamis.jika metode ini di gunakan dengan cara pidato, yang merupakan salah satu bentuk dari metode deklamasi. Jika metode ini digunakan dengan baik, maka pelajaran yang disampekan akan melekat di hati dan pikiran para murid.
Selain itu, ada dua metode lain yang termasuk dalam metode deklamasi, yaitu metode penjelasan dan metode pensifatan. Dua metode pengajaran ini saling berkaitan dan berhubungan dengan sangat erat. Apa yang di jelaskan oleh guru maka harus di terangkan dengan jelas sehingga para murid dapat memahaminya dengan mendalam.
 Metode induktif merupakan metode terbaik untuk di gunakan dalam mengajarkan materi-materi ilmiah. Kaerna, metode ini akan mengikat bagian demi bagian untuk pada simpulan umum. Metode induktif adalah sebuah pengambilan keputusan yang di mulai dari kaidah khusus di akhiri dengan hukum yang bersifat umum. Atau dengan kata lain, dari pembahasan khusus menuju kesimpulan secara umum.
Ketika kita menggunakan metode induktif, maka secara langsung kita sudah mrnggunakan metode analogi. Karena , dua metode ini~induktif dan analogi~saling berkaitan meskipun saling berlawanan. Jadi, metode analogi adalah penarikan simpulan yang di awali dari kaidah umum dan di akhiri dengan kaidah khusus. Atau dengan kata lain, dari yang umum menjadi ke khusus.
 Metode analogi adalah cara baerfikir dari kaidah umum dan di akhiri dengan kaidah khusus. Sedangkan metode induktif adalah cara berfikir dari kaidah kaidah kusus menuju umumu.
Dalam metode analogi, para guru menjelaskan kaidah umum terlebih dahulu kepada para murid, kemudian memberikan contoh-contohnya. Sedangkan dalam metode induktif, guru member contoh dulu, baru kemudian membahas tentang hukum atau teorinya.
Dengan demkian metode analogi dan induktif adalah dua metode yang saling berkaitan yang tidak mungkin untuk di pisahkan. Oleh karena itu, harus di adakan penggabungan antara dua metode ini yang di awali oleh metode induktif dan di akhiri dengan metode analogi.
Menurut saya, ada sebuah metode pengajaran yang cukup urgen, yaitu metode dialog atau diskusi.
 Metode dialog ini di masukkan oleh sang guru di sela-sela pelaksanaan metode induktif secara langsung maupun tidak langsung, karena melalui pertanyaan dan dialog akan mengalihkan perhatian para murid dan guru dari pembahasan khusus ke umum sehingga mengantarkan mereka pada satu kaidah atau teori, atau pengetahuan baru. Dan inilah yang dimaksud dengan metode induktif.

e. Factor ke lima: Menahan emosi GURU

Berusah untuk selalu bersikap tenang dan tidak mudah marah saat murid-muridnya berbuat kesalahan dan jangan sekali-kali melontarkan kata-kata yang menyinggung sehingga murid kesal dan membalasnya. dan hal – hal lain yang memengaruhi jiwa serta emosi guru.
Oleh karena itu, dianjurkan bagi setiap guru untuk menjahui faktor – faktor yang memengaruhi sisi kejiwaannya. Hal ini agar terwujud efektivitas dalam teknik pengajarannya.

f. Faktor enam: Strategi Pengajaran yang Efektif

Yang dimaksud dengan strategi pengajaran adalah gerakan – gerakan guru di dalam kelas, hal – hal yang dilakukan di dalam kelas, dan pembicaraan yang terkonsep serta sistematis.
Agar pengajaran guru di dalam kelas bisa efektif, maka ada beberapa keterampilan mengajar yang harus dipenuhi. Secara singkat, yang diperlukan adalah semangat, keaktifan, tidak monoton dan hanya duduk di meja guru, mengubah intonasi suara saat berbicara, dan memberikan perhatian kepada murid secara bergantian.

Memulai Pelajaran dengan Sukses
Beberapa penelitian menegaskan bahwa lima menit pertama dalam pengajaran adalah waktu yang sangat urgen. Bahkan, bisa dikatakan bahwa kesuksesan pengajaran tergantung pada lima menit pertama, setelah ridha dan hidayah dari Allah. Jika permulaan sesi dapat memikat hati dan meninggalkan kesan yang mendalam, maka ilmu pengetahuan akan melekat di dalam akal secara lebih kuat.
Agar tercipta sebuah iklim pengajaran yang kondusif, maka Anda harus melakukan hal – hal berikut ini setelah bertawakal kepada Allah.

1. Memikat perhatian para nurid. Yaitu, dengan diam beberapa saat hingga semua murid memperhatikan Anda.
2. Tataplah ruangan kelas dengan penuh percaya diri dan hati terbuka.
3. Sapulah sudut – sudut ruangan kelas dengan pandangan Anda supaya seluruh murid merasakan bahwa Anda memerhatikan semua yang ada di dalam kelas.
4. Mintalah pekerjaan rumah (PR) yang telah Anda berikan kepada mereka.
5. Kabarkanlah kepada anak – anak dengan singkat tentang tema pelajaran hari ini.
6. Hubungkan antara pelajaran yang baru dengan pelajaran yang lama atau tema yang telah dijelaskan sebelumnya.
7. Jelaskan materi pelajaran dengan semangat dan dengan metode yang memikat seakan – akan tema tersebut adalah sesuatu yang baru, meskipun sudah pernah diajarkan sebelumnya kepada murid yang lain.
8. Bertahaplah dalam menjelaskan materi pelajaran. Mulailah dari apa yang telah diketahui oleh para murid dari pelajaran sebelumnya, kemudian beralih pada hal – hal yang belum mereka ketahui. Usahakan agar para murid berusaha untuk mendapatkan pengetahuan yang baru melalui pertanyaan yang mengena lagi menggugah semangat.
9. Berbicaralah dengan bahasa yang baik dan mudah diterima oleh semua murid; bahasa baku yang sesuai dengan kaidah bahasa serta cara pengucapannya yang benar.
Strategi Penyiapan Materi Pelajaran
Sebagian orang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan persiapan adalah seorang guru meringkas materi pelajaran yang tertuang dalam buku pelajaran ke dalam sebuah buku. Namun, hal itu merupakan pernyataan yang kurang tepat. Karena, pemahaman yang benar tentang persiapan pelajaran berdiri di atas asas pemikiran seorang guru tentang apa yang akan disampaikannya di dalam kelas untuk menjelaskan pelajaran tertentu demi mewujudkan tujuan yang diharapkan di dalam pelajaran tersebut.
Sungguh, fase persiapan pelajaran sangat penting. Karena, kesuksesan seorang pengajar di dalam kelas berhubungan erat dengan sebeapa besar dirinya menyiapkan materi yang akan disampaikannya.
Mengapa Harus Dipersiapkan?
1. Agar seorang guru merasa tenang.
2. Untuk mewujudkan tujuan – tujuan pendidikan.
3. Untuk membantu mengaplikasikan kedisiplinan dan tata tertib di dalam kelas.
4. Untuk menghilangkan bentuk spontanitas dari pihak guru (melakukan sesuatu tanpa adanya persiapan).
Catatan
Pengajaran yang baik atas materi pengetahuan demi mencapai suatu tujuan tidak mungkin bisa diwujudkan hanya dengan angan – angan belaka. Namun, ia bisa diejawantahkan dengan melakukan persiapan dengan baik atas apa yang akan disampaikan.
Urgensi Persiapan Pelajaran
Seorang guru membutuhkan perencanaan untuk melaksanakan tugas – tugasnya dengan baik. Tugas seorang guru mengandung beban tanggung jawab yang sangat penting. Jika orang – orang dengan berbagai profesi – selain guru – diharuskan untuk melakukan perencanaan dengan matang sebelum malaksanakan tugasnya, maka seorang guru lebih membutuhkan hal itu. Karena, pendidikan lebih mengutamakan sisi kemanusiaan, baik dari sisi keyakinan maupun urgensinya.
Seorang guru melakukan tugas – tugasnya di tengah komunitas murid yang memiliki perbedaan dalam hal kapasitas otaknya, kecondongannya, persiaapannya, dan kemampuannya. Sang guru dituntut untuk mengarahkan mereka hingga mereka berhasil menyandang predikat ilmu sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, seorang guru sangat dianjurkan untuk menggunakan berbagai metode yang efektif dan produktif. Juga, dia harus mendalami materi yang diajarkannya, sadar dengan nilai – nlainya yang beragam, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, dan bisa menangani berbagai faktor yang memengaruhi proses pendidikan secara bijak – seperti keadaan ekonomi dan sosial murid – muridnya, serta bentuk lingkungan yang mengelilingi sekolah, dan faktor – faktor yang lainnya.
Para pakar pendidikan melihat bahwa ada beberapa sebab khusus yang mengharuskan kita untuk melakukan perencanaan tugas kita sebagai guru. Di antara sebab terpenting tersebut adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan pelajaran mensupport guru untuk mengenal tujuan – tujuan pendidikan secara umum.
2. Membantu guru untuk mengetahui seberapa besar kontribusi materi pelajaran yang diajarkan dalam mewujudkan tujuan – tujuan pendidikan secara umum.
3. Membantu guru untuk mengetahui beberapa kebutuhan murid dan penggunaan sarana – sarana tertentu untuk mensupport mereka dan memotivasi kecondongannya.
4. Meminimalisir kesalahan – kesalahan di dalam pengajaran. Dan mendorong untuk menggunakan sarana – sarana yang memadai.
5. Agar guru mendapatkan penghormatan. Para murid menghormati guru yang menjalankan tugas – tugasnya dengan baik sebagaimana yang mereka inginkan.
6. Membantu guru dalam mengajar, apalagi bagi para guru baru. Hal ini dapat membuat mereka lebih percaya diri, mengurangi rasa cemas dan tidak tenang.
7. Membantu guru untuk membatasi dan menentukan ide – idenya.
8. Menjaga guru dari lupa.
9. Membantu guu untuk memperbaiki dan mengembangkan profesinya.
10. Menyusun beberapa informasi dan keterangan penting yang dikandung di dalam buku pelajaran dengan rapi dan logis, serta urut – yang diawali dari yang mudah menuju yang sulit.
11. Menghadapi beberapa permasalahan yang ada di dalam pelajaran, dan menyelesaikan kesulitan – kesulitan yang ada sebelum masuk ke ruang kelas.
12. Mengingatkan guru untuk selalu memerhatikan beberapa tujuan umum yang ada di dalam materi pelajaran yang diajarkan dan menambahkan tujuan – tujuan nilai akhlak di dalam tema pembahasan. Penyusupan tujuan ini diberikan dengan memakai metode pengajaran yang sesuai.
13. Dianjurkan bagi guru untuk menjaga waktu yang telah ditentukan dalam mengaplikasikan planning pelajaran di dalam kelas.



Beberapa Nasihat Penting yang Harus Diperhatikan oleh Guru Ketika Menyampaikan Pelajaran.

1. Menjadikan tujuan dari pelajaran yang diajarkan sebagai prioritas utamanya.

2. Guru harus mengetahui bahwa tujuan dalam pelajaran adalah pemahaman si anak didik, bukan banyaknya berbagai informasi serta ilmu pengetahuan yang dijejalkan pada pikiran anak didik.

3. Menyampaikan materi dengan sistematik. Dan tidak keluar dari tema pembahasan sebelum yakin bahwa para murid benar – benar sudah memahaminya dengan sangat baik.
4. Hendaknya menjadikan hubungannya dengan anak didik bias terjalin dengan apik hingga mereka mencintainya, menerima yang dia katakana dan pelajaran yang disampaikan. Di samping itu, guru harus memperlakukan semua anak didiknya dengan sama dan tidak pilih kasih.
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh guru ketika menyampaikan materi pelajaran. Adapun kesalahan – kesalahan tersebut dapat kami jelaskan berikut ini :
1. Guru sama sekali tidak menyampaikan materi pelajarannya dengan sistematis.
2. Guru tidak menyampaikan nilai – nilai akhlak yang terkandung dalam materi pelajaran.
3. Dalam menyampaikan pelajaran, tidak berdasarkan pada perencanaan umum atas ilmu pengajaran dan pemahamannya.
4. Dalam menyampaikan pelajaran, guru tidak menggunakan sarana dan metode pendidikan yang seharusnya digunakan dalam menyampaikna pelajaran. Atau, tidak memilih metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan dan kemampuan anak didik.
5. Guru tidak memberikan pembukaan pelajaran dengan baik. Di samping itu, sang guru tidak memberikan motivasi kepada murid – muridnya.
6. Dalam menyampaikan pelajaran, guru tidak memenuhi fase – fase pengajaran yang baik yang meliputi langkah – langkah persiapan dan tahapan – tahapan yang logis pendahuluan, penjabaran, aplikasi, dan simpulan.
7. Meringkas materi pelajaran melebihi batas.
8. Menyampaikan materi pelajaran dengan cara monoton – tanpa ada pembaruan atau metode baru – hal ini dilakukan karena tuntutan sekolah.
9. Schedule materi yang akan disampaikan – yang telah dibuat – tertinggal di rumah, atau di mobil, atau di ruang guru.




Apa Saja yang Tertulis di dalam Buku Schedule Penyampaian Pelajaran?

1. Mencakup schedule pendidikan selama satu tahun. Schedule ini memuat hal-hal yang harus dilakukan oleh guru sebelum menyiapkan pelajarannya setiap hari.
2. Mencakup schedule untuk pelajaran harian dan mencakup unsur-unsur persiapan pelajaran serta langkah – langkah pelaksanaannya.

Bagian pertama: Schedule untuk satu tahun ajaran pendidikan. Ini adalah hasil kerja bersama yang melibatkan semua guru dari setiap mata pelajaran. Mereka berkumpul bersama untuk mendiskusikan hal – hal penting yang harus dilakukan oleh guru. Adapun hal – hal yang harus ditulis di dalam buku persiapan adalah sebagai berikut:
1. Tujuan – tujuan umum yang harus diraih dalam pendidikan.
2. Kurikulum pendidikan yang akan diajarkan.
3. Rencana pendidikan selama satu tahun ajaran.
4. Membukukan sarana – sarana pendidikan yang akan digunakan dalam pendidikan.
5. Menulis bahan – bahan referensi, buku, dan majalah yang dibutuhkan oleh setiap guru dan murid
Bagian kedua: Schedule untuk pelajaran harian.
Schedule pelajaran harian ini mencakup tema pelajaran dan tujuannya.
Tujuan – tujuan pendidikan merupakan petunjuk jalan atas jalan yang harus ditempuh oleh aktivitas pendidikan. Yang lebih ditekankan dalam hal ini adalah hal – hal yang harus dilakukan oleh guru dan pemilihan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan keadaan serta kemampuan murid dan guru.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam membentuk tujuan – tujuan afektif adalah sebagai berikut.
• Pembentukan tujuan – tujuan tersebut harus dilakukan dengan langkah prosedural.
• Melambangkan tentang kematangan guru.
• Menggambarkan tentang perilaku murid.
Sedangkan tujuan – tujuan tersebut dibagi menjadi:
a. Pengetahuan (ukuran riil, informasi, dan pemahaman).
b. Keterampilan (digambarkan dengan keterampilan berpikir, keterampilan sikap, dan keterampilan sosial).
c. Emosional (kecondongan, cita – cita, dan nilai).























g. Faktor ketujuh: Keterampilan yang Memadai
1. Keterampilan dalam pendahuluan.
Yang dimaksud dengan keterampilan pendahuluan di sini adalah langkah yang dilakukan oleh guru di awal pelajarannya demi menyiapkan para murid untuk menerima pelajaran dengan sebaik mungkin dari sisi akal dan kejiwaan mereka. Juga, keikutsertaan guru dalam poses pendidikan untuk menggapai beberapa tujuan yang telah ditentukan.

Tujuannya
 Untuk menarik perhatian para murid dan memompa semangat belajarnya.
 Menggambarkan secara global ide dan pengetahuan yang ada di dalam materi pelajaran.
 Menghubungkan pelajaran yang baru dengan pelajaran yang lama.

Perlu diketahui bahwa pendahuluan harus merupakan sesuatu yang logis dari apa yang dikandung di dalam pelajaran. Juga, berinteraksi dengan kejiwaan murid hingga proses pendahuluan berhasil dengan baik.
Persiapan tidak hanya perlu dilakukan di awal pelajaran saja, karena biasanya satu pelajaran mencakup berbagai aktivitas yang berbeda – beda, sehingga membutuhkan persiapan yang memadai.















Unsur – unsur Keterampilan Pendahuluan Pelajaran.
1. Memilih metode yang memadai (disesuaikan dengan karakter para murid, kemampuan para murid).
2. Cara pelaksanaan metode (menilik kembali pelajaran, mengevaluasi tugas – tugas yang diberikan, mengutarakan teka – teki, dan menyimak peristiwa yang terjadi).
3. Waktu yang relevan untuk pendahuluan adalah antara tiga menit sampai lima menit.
4. Memperhatian reaksi para muri dan efektivitas pelaksanaan dalam mengajar.
5. Menguasai ide – ide yang terkandung di dalam materi pelajaran. Setelah itu, beralih dari fase pendahuluan menuju fase penyampaian materi pokok.
6. Mengikat pendahuluan pelajaran dengan menuliskan tema pelajaran dipapan tulis pada akhir penyampain pendahuluan.

Beberapa Jalan yang Dapat Digunakan dalam Pendahuluan Pelajaran

 Fokus dan memikat perhatian:
Sang guru memfokuskan perhatian murid terhadap tema pelajaran, dan memikat perhatian mereka kepada tema pelajaran. Juga, langkah yang perlu dilakukan oleh guru adalah memastikan bahwa semua murid sudah siap untuk menerima pelajaran atau mendiskusikan materi yang akan diajarkan.
Terkadang, guru bisa bertanya kepada salah satu murid tentang tema pelajaran yang akan diajarkan.
Atau terkadang, guru bisa menunjuk salah satu murid yang kurang memperhatikan dengan berkata, “Ya fulan, “Ya Ahmad, tema apa yang akan aku sampaikan…” Atau, “Ya Ahmad, tema apa yang akan kita pelajari hari ini?”
 Mengulang pelajaran yang kemarin:
Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada murid – muridnya untuk memastikan kekuatan dan daya ingat serta pemahaman mereka terhadap pelajaran yang lalu – yang menjadi dasar dari pelajaran hari ini.
 Pendahuluan dengan menyebutkan beberapa tujuan pelajaran:
Guru menyebutkan tujuan – tujuan pelajaran di awal jam pelajaran. Hal ini harus disampaikan oleh seorang guru kepada anak didiknya untuk meraih tujuan – tujuan yang diinginkan.
 Menyebutkan unsur – unsur pelajaran, atau menulisnya di papan tulis:
Cara ini seperti cara menyebutkan bebrapa tujuan yang ada.
 Menyebutkan beberapa peristiwa bersejarah yang berhubungan dengan tema pelajaran:
Seperti menyebutkan sebab – sebab turunnya ayat atau sebab – sebab periwayatan Hadits yang berhubungan dengan pelajaran. Atau sebab – sebab turunnya hukum dan sebagainya.
 Menyebutkan sesuatu yang diketahui oleh para murid. Kemudian, sesuatu yang diketahui itu dihubungkan dengan pelajaran yang akan diajarkan kepada mereka.
Dengan ini, guru menyampaikan sesuatu yang diketahui oleh para murid, kemudian dilanjutkan dengan sesuatu yang tidak diketahui oleh mereka.
 Pendahuluan dengan cara melontarkan permasalahan.
Guru menyampaikan satu permasalahan atau pertanyaan yang membutuhkan kesungguhan dalam berpikir untuk menyelesaikan. Setelah itu, guru mendiskusikan jawabannya. Hal ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk menuju tema pelajaran.
 Menggunakan peristiwa – peristiwa yang terjadi sebagai pendahuluan pelajaran.
Seperti menyebutkan realitas yang terjadi pada umat Islam sekarang ini, atau beberapa ilustrasi yang terjadi di Palestina sebagai pendahuluan untuk menjelaskan tentang peperangan kaum muslimin melawan Yahudi.
Beberapa Kesalahan yang Harus Dijahui dalam Pendahuluan Pelajaran
 Spontanitas (pendahuluan yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu).
 Keluar dari tema pokok.
 Tidak memerhatikan tabiat para murid.
 Tidak mengetahui tujuan – tujuan pelajaran.
 Tidak terampil dalam menggunakan metode pendahuluan.

Keterampilan dalam Pemberian Materi
 Mengetahui dengan baik kandungan materi pelajaran yang akan disampaikan.
 Menyusun kandungan materi pelajaran dengan sistematis dan jelas.
 Memahamkan kandungan materi pelajaran kepada para murid.
 Memanfaatkan dengan baik buku – buku referensi dan majalah, jika dibutuhkan.

Keterampilan Menjaga Perhatian Murid terhadap Pelajaran
1. Gunakanlah intonasi suara secara efektif.
2. Sebutkanlah beberapa cerita yang berhubungan dengan tema pembahasan.
3. Bergeraklah sambil berbicara.
4. Jangan terburu – buru dalam berbicara.
5. Gunakanlah nama – nama murid sebagai contoh atau ilustrasi.
6. Bersikap lemah – lembut.
7. Berikanlah pertanyaan.
8. Gunakanlah simulasi sederhana.
9. Sebutlah nama dari beberapa murid pada beberapa penjabaran.
10. Bersikaplah humoris.
11. Bacalah bahasa tubuh.
12. Variasilah dalam menggunakan metode pengajaran.
13. Mintalah kepada salah satu murid untuk mengulang sebagian pelajaran.
14. Tampakkanlah semangat dan jangan mengomentari ketidaktahuan murid.
15. Gunakanlah aktivitas yang menjamin keikutsertaan para murid.

Mengokohkan Kepribadian Anak Didik
 Perhatikanlah dengan baik ide – ide mereka.
 Berusahalah untuk memuji ide – ide mereka sebisa mungkin.
 Tegaskanlah ide – ide tersebut berikut urgensinya.
 Jangan segera menjawab pertanyaan mereka, namun kembalikan terlebih dahulu kepada mereka.
 Tulislah ide – ide mereka di papan tulis atau di buku tulis.
 Ulangilah komentar – komentar mereka yang telah lalu dengan menyebut namanya.
 Tampakkanlah sikap mereka yang positif dan jelaskanlah urgensi dari sikap tersebut.
 Supportah mereka untuk bersikap saling menghormati.
 Jadikanlah contoh khusus atas hasil dari tugas yang mereka kerjakan.
 Ikutkanlah mereka dalam menyelesaikan tugas dari yang Anda lakukan.
 Akuilah kesalhan Anda jika Anda melakukannya.
 Janganlah Anda berbasa – basi dalam beberapa hakikat dan prinsip. Tegaslah dalam menentkan sikap.
 Tunjukkanlah kebahagiaan Anda kepada mereka disebabkan keberadaan Anda bersamanya.
 Janganlah duduk terlalu jauh dari mereka.
 Fokuskanlah perhatian mereka, dan bukan perhatian Anda.
 Jadikanlah pertanyaan Anda untuk mengukur kemampuan dan pemahaman mereka atas pelajaran.
 Jelaskanlah sebab – sebabnya, dan jangan biarkan mereka kebingungan.
 Ikutkanlah mereka di dalam pelajaran yang Anda jabarkan.
 Jangan tergesa – gesa untuk menyimpulkan, namun bersabarlah hingga Anda mendapatkan waktu yang tepat.

Sepuluh Wasiat untuk Menyampaikan Pelajaran
1. Anda tidak sendiri, banyak orang yang bersama Anda.
2. Yang menjadi tujuan bukanlah menunjukkan kepandaian Anda, akan tetapi memenuhi keinginan dan kebutuhan para murid.
3. Bersikaplah kepada mereka sebagaimana Anda ingin mereka bersikap kepada Anda.
4. Gunakanlah alat – alat yang tersedia untuk membantu Anda seperlunya.
5. Pertama – tama, berikan kesan menarik tanpa berlebihan untuk memberikan kesan pertama yang memikat.
6. Belajarlah untuk menghadapi keadaan yang sulit dan sikap yang tidak menyenangkan.
7. Anda tidak sedang berada di dalam arena tinju. Oleh karena itu, jangan sekali – kali memberikan pukulan kepada salah satu murid sebagai hukuman.
8. Kekayaan seorang guru adalah pengalaman dan pengetahuannya. Maka dari itu, jangan sia – siakan kepercayaan yang ditunjukan oleh murid.
9. Fungsikanlah bahasa tubuh, suara Anda, dan pengetahuan Anda di dalam menyampaikan pelajaran.
10. Evaluasi dan perhatian Anda kepada para murid di tengah pelajaran atau setelahnya merupakan jaminan bahwa Anda adalah seorang pemimpin yang baik.

Syarat – syarat penyampaian Materi yang Baik
1. Menjelaskan semua poin pelajaran yang ada.
2. Tidak beralih dari poin satu ke poin yang lain kecuali para murid sudah memahaminya.
3. Tidak beralih dari pembahasan secara tiba – tiba.
4. Menjaga sisi – sisi positif yang ada pada murid, juga aktivitas dan semangatnya.
5. Beralih dari yang diketahui menuju yang tidak diketahui, dari soal yang sederhana menuju soal yang susah, dan dari pelatihan menuju teori.
6. Fokus dalam penyampaian pelajaran.
7. Perencanaan yang baik.
8. Semangat.
9. Logis dalam menjelaskan.
10. Memanfaatkan hal – hal yang bisa memompa semangat.
11. Memiliki keterampilan yang matang dalam menyampaikan pelajaran.

Keterampilan Dasar dalam Menyampaikan Pelajaran
 Menggunakan teknik cerita untuk memikat perhatian dan menjelaskan beberapa pengertian.
 Menambahkan ide – ide baru atas pengertian yang susah dipahami oleh para murid.
 Menjelaskan pengertian atau ide yang masih samar, berbeda, dan keliru.
 Menggunakan sarana – sarana pendidikan dengan baik.
 Menggunakan contoh dan perumpamaan untuk menjelaskan pelajaran.
 Mengingatkan para murid tentang beberapa tujuan pelajaran yang sudah diwujudkan.
 Membacakan beberapa ayat maupun Hadist untuk menegaskan suatu pendapat tertentu.
 Melemparkan pertanyaan kepada murid di tengah penyampaian pelajaran.
 Mensupport murid untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat.
 Tidak keluar dari tema pelajaran.
 Memaparkan materi pelajaran secara sistematis dan logis.
 Menggunakan metode baru dalam pengajaran.
 Menghubungkan materi – materi pelajaran satu sama lain.
 Mengizinkan para murid untuk bertanya dan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai bagian yang belum dipahami.
 Tidak menggunakan pengulangan yang membosankan.

Keterampilan Memberikan Pertanyaan dan Menjawab Pertanyaan Murid
Urgensi keterampilan ini bagi guru:
Pertanyaan merupakan satu faktor penting dalam pendidikan. Kemampuan guru dalam mengajar bisa diketahui dari keterampilannya dalam memberikan pertanyaan, bagaimana menjelaskannya, dan bagaimana mensupport para murid untu menerima pelajaran dengan baik serta memahaminya. Semua itu kembali pada faedah yang beragam dalam menggunakan metode pertanyaan, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan konsentrasi murid dan menarik perhatiannya.
2. Meningkatkan keterampilan berpikir para murid.
3. Sarana efektif untuk meningkatkan semangat dan membentuk kecenderungan bakat: pertanyaan yang diberikan akan menumbuhkan rasa cinta para murid kepada materi pelajaran, dan menambah kecondongan serta penerimaan mereka terhadap pelajaran dengan baik dan sungguh – sungguh.
4. Pertanyaan digunakan untuk proses penilaian dan perbaikan.
5. Pertanyaan digunakan sebagai pendahuluan dalam penyampaian pelajaran.
6. Pertanyaan digunakan sebagai evaluasi di akhir pelajaran untuk mengokohkan pengetahuan dan memperingatkan beberapa unsur yang terpenting.
7. Pertanyaan digunakan untuk menyusun ilmu dan informasi berikut menafsirkannya. Juga, untuk menemukan hubungan antara unsur – unsur yang berbeda. Di antara unsur – unsur yang terpenting adalah sebagai berikut.








































Keterampilan Mengemas Pertanyaan
Yang di maksud dengan Keterampilan Mengemas Pertanyaan adalah cara untuk mengutarakan pertanyaan dengan mngguanakan kalimat. Jadi, pengemasan kalimat di sini berhubungan dengan istilah-istilah, kalimat, susunan, dan intonasi yang di berikan dengan menggunakan pertanyaan .

Syarat-Syarat
1. Pertanyaan haru singkat dan simple, bukan kalimat pertanyaan yang panjang .
2. Pertanyaan mengandung satu ide sehingga tidak terjadi penumpukan dan menyulitkan murid untuk menjawab .
3. Pertanyaan menggunakan bahasa baku, bukan bahasa pasaran .
4. Pertanyaan yayg di berikan bukan retoris .
5. Jauhilah pertanyaan yang jawabanya hanya “Benar” atau “ Salah” Karena, pertanyaan seperti ini hanya akan menjadikan murid menjawab hanya berdasarkan dugaan belaka. Dan biasanya, pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya akanberbuntut pada pertanyaan lain seperti ‘ mengapa? Atau bagaimana ?
6. Pertanyaan yang di ajukan hendaknya beragam yang mencakup semua ilmu pengetahuan yang berbeda-beda

Keterampilan menyampaikan pertanyaan
Yang di maksud dengan keterampilan dalam menyampaikan pertanyaan di sini adalah bagaimana cara memberikan pertanyaan, kapan menyampaikanya, kpada siapa pertanyaan tersebut di berikan, dan siapa yang harus menjawabnya .
Adapun waktu dalam memberikan pertanyaan adalah ketika menyampaikan pelajaran, ketika menyamoaikan pedahuluan pelajaran, ketika menjelaskan materi mengakhiri pelajaran intinya, dapat di lakukan saaat proses penyampaian pelajaran.

Bagaimana Cara Menyampaikan Pertanyaan dan Syarat-syaratnya
Harus memberikan pertanyaan kepada semua murid sebelum menunjuk seorang murid ntuk menjawabnya . hal ini akan menciptakan hal-hal berikut ini.
- Menarik perhatian semua murid.
Semua murid memvokuskan perhaatianya kepada guru karena khawatir jika tiba-tiba dirinya di tunjuk untuk menjawab pertanyaan.
- Memberikan kesempatan berfikir kepada semua murid untuk menjawab.
Hal ini akan meningkatkan efektifitas para murid dalam proses pedidikan
- Ketika semua murid berfikir untuk menjawab maka semuanya membayangkan jawaban untuk dirinya sendiri. Tatkala guru menunjuk salah satu nurid untuk menjawab maka para murid yang lain akan membandingkan jaawaban temanya dengan jawaban dirinya sendiri.
- Wajib bagi seorang guru untuk membagi pertanyaan kepada para muridi dengan adil sebisa mungkin. Sebuah kesalahan bagi seorang guru apabila dia hanya memvokuskan pertanyaan dan mendiskusikanya hanya dengan beberapa murid saja . hal ini akan menyaebabkan murid yang lain enggan untuk memperhatikan pelajaran, bahkan membuat kegaduhan selain itu hal itu akan menorehkan pertanyaan kepada murid dengan aturan yang biasa di pakai – seperti menunjuk dengandi sesuaian nomor absensi dan sebagainya karena , hal ini akan mengurangi semangat para murid yang tidak mendapatkan bagian atau mereka enggan untuk ikut mendiskusikan pertanyaan tersebut. Dan, seaka-akan dialog yang ada hanya terjadi antara guru dengan murid yang di tunjuk. Sungguh, hal ini akan menyebabkan murid yang lain enggan untuk memperhatikan dan memfokuskan diri pada pertanyaan yang d berikan untuk di diskusikan.
- Suatu keharudan bagi guru untuk tidak mengulangi pertanyaan yang telah di berikan , larena hal ini hanya akn memberikan perpanjangan waktu untuk berfikir . pengulangan pertanyaan bias membuka celah-celah ebiasaan bagi nurid untuk memperhatikan yang di sampaikan oleh guru. Namun apabila para murid belum memahami pertanyaan yang di ajukan maka, wajib bagi guru untuk mengulangi pertanyaan dengan cara yang dapat di pahami ole hank didiknya.

Keterampilan Merespon Jawaban Dari Murid
Yang di maksud dengan statement di atas ada;ah sikap yang dilakukan oleh seorang guru sebagai reaksi atas jawaban murid terhadap pertanyaanya .

Setrategi menerima jawaban
- Guru bertanya beberapa murid untuk menjawab pertanyaan yang sama. Hal ini untuk menegaskan kepada para murid bahwa mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan yang di berikan oleh gurunya.
- Guru meminta jawaban yang beraneka ragam, dan tidak memberikan komentar atas jawaban yang di berikan oleh murid-muridnya.
- Ketika guru menerima jawan yang beraneka ragam, hal ini akan memberikan dorongan yang lebih besar kepada para murid untuk berparti sifasi dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang di berikan.
- Jawaban yang beraneka ragam akan memberikan suntikan untuk berfikir.

Beberapa Langkah Untuk Mengembangkan Strategi Ini.
- Sebisa mungkin catatlah jawaban-jawaban yang di berikan para murid
- Berikan dorongan kepada para murid untuk ikut serta minimal 2x Dalam forum diskusi .
- Nyatakan bahwa anda akan meminta kepada semua murid untuk memberikan jawaaban.
- Sebelum menjawab secara lisa mintlah kepada mereka untuk meulis jawabanya didalam buku masing-masing.
- Gnakanlah metode belajar bersama .
- Buatlah kelompok yang berbeda-beda setiap saat .

Untuk Meminta Jawaban Pusatkanlah Pertanyaan Seperti Dibwah Ini.
- Apakah ada solusi lain?
- Apakah ada alternatif lain?
- Apakah jalan lain?

Pihak Guru Di Anjurkan Untuk Mensuport Murid Agar Mereka Saling Berukar Fikiran, Bukan Hanya Kepada Dirinya Saja.
- Salah satu tujuan yang palin urgen dalam pendidikan adalah menciptakan keahlian berfikir yang sistematis, mengembankan daya nalar yang efektif, mengembangkan dialog dan diskusi antar sesame murid.
- Jika cara-caara di atas teramplikasikan dengan baik, maka guru bukan satu-satunya orang yang memiliki jawaban.

Bagaimana Cara Mengembangkan Metode Ini?
- Mintalah kepada seorang murid atau lebih untuk memberikan komentar atas jawaban trmanya. Contoh ; Ahmad, bagaimana pendapatmu atas jawaban Umar.
- Beritahukanlah kepada para murid bahwa anda suka jika ada murid yang berkata;
a. Aku setuju dengan apa yang telah di katakana oleh ahmad …..
b. Aku tidak setuju dengan apa yangdikatakan oleh Ahmad karena …..
- Bagilah para murid dalam beberapa kelompok dengan format tempat duduk melingkar dalam forum diskusi.
- Sebisa mungkin, menimalisir ucapan dan tanggapan anda.
- Berikan pujian atas prilaku murid ketika mereka saling merespon dengan baik.

Keterampilan Memuji
Pujian adalah suplemen yang di berikan guru kepada para murid.
Langkah ini bertujuan untuk mensupport para murid, membantu mereka untuk menguatkan pemikiranya, menyusun rapi jawabanya, dan mendongkrak semangatnya.
Adapun waktu dalam emuji ini adalah setelah para murid memberikan jawaban atas pertanyaan yang di berikan kepada mereka. Apa lagi mereka membutuhkan tanggapan untuk mengetahui kebenaran jawabanya dan seberapa dekat jawaban dengan kebenaran.

Urgesi Pujian
- Meningkatkan efektifitas pendidikan. dari sana, para murid dapat belajar.
- Menghilangkan keraguan murid setelah memberikan jawaban_antara benar dan salah.
- Memperbaiki kesalahan dan menambah kokohnya kebenaran atas jawaban yang di berikan.
- Menjadikan para murid bersikap aktif dan merespon pelajaran.

Macam-macam Pujian: Pujian Berupa Ucapan.
a. Pujian karena karakter: kamu hebat, kamu baik, kamu berakhlak mulia, sikapmu patutu di acung jempol.
b. Pujian karena jawaban: jawaban yang baik, jawaban yang benar,jawaban yang tepat, ide yang hebat,solusi yang istimewa.
c. Doa: semoga Allah melimpahkan kebaikan kepadamu, semoga Allah memuliakan dirimu, semoga Allah menambahkan ilmu kepadamu, semoga Allah memberikan manfaat atas ilmumu.
d. Ujian karena usaha: usa yang baik, kesungguhan yang patut di tiru, pemikiran yang logis.

Pujian Selain Ucapan
Pujian yang di berikan dengan menggunakan bahas tubuh. Yaitu dengan senyuman, mengangguk-ngangguk kepala, isyarat dengan kepala, mata, atau dengan tangan.
Pujian juga dapat brupa materi. Yaitu dengan memberikan permen atau coklat, hadiah, dan uang.
Di antara contoh pujian yang pernah di berikan oleh Rosul kepada Abu Ayub dan istrinya,” Allah senang atas apa yang kalian berdua lakukan,” dalam riwayat lain di sebutkan,” Allah kagum atas kebaikan kalian berdua.”
Juga Rosululloh berkata kepada sahabat Labit,” Bagus sekali apa yang kamu katakana,”di saat Labit mengucapkan syair berikut ini.
Bukankah segala sesuatu yang lepas dari Allah adalah Batil segala kenikmatan dunia pasti akan sirna .


Janganlah anda seperti guru ini
Guru yang tidak memberikan pujian sama sekali kepada muridnya walaupun hanya kalimat menyenangkan hati.
Jika ada seorang muri bersikap baik, ia hanya diam dan seolah olah tidak terjadi apa-apa. Karena, ia beranggapan bahwa memberikan kepada murid akan merusk jika mereka. Pada dasarnya, dia merasa bahwa para murid sama sekali tidak berhak untuk mendapatkan imbalan, apapun bentukny.

Jadilah Seperti Guru ini
Guru yang memiliki kesadaran besar atas urgesi pujian. ia memberikan pujian, dalam bentuk apa yang dia bias berikan kepada murid yang berhak menerimanya dan kapanpun mereka berhak mendapatkanya, tanpa berlebi-lebihan.

Keterampilan Vitalitas
Suatu keharusan bagi seorang guru untuk menjaga kebugaran tubuh dan jiwanya juga, di anjurkan untuk menjaga keindahan akal dan fikiranya hingga keberadaan di hadapan para murid memberikan pengaruh yang besar dalam menanamkan nilai dan ilmu pengetahuan dan anak didiknya.
Yang di maksud dengan keterampilan vitalitas di sini adalah mengobarkan kecintaan para murid terhadap pelajar dan memotivasi mereka. Keterampilan ini sebuah keterampilan yang akan menjadikan guru bersikap aktif, energy dalam mengekspresikan dan mengejawantahkan makna yang terkandung dalam pendidikan.

Urgensi Keterampilan Vitalitas
 Mejadikan nuansa-nuansa pendidikan semakin hidup.
 Mejadikan muri demakin aktif dan kompetitif.
 Meningkatkan perhatian para murid dan mendorong mereka untuk lebih giat belajar.
 Menjadikan para murid menerima pelajaran dengan baik.
 Menghilangkan rasa bosa dan jenuh.
 Menambah semangat murid untuk mengikuti pelajaran.

Unsure-unsur keterampilan vitalitas
a. Gerakan Guru: gaya berjalan guru di dalam ruangan, cara berdiri, duduk, perubahan kecepatan gerakan, dan keserasian gerakanya.
b. Isyarat Guru : ketika berbicara di barengi dengan isyarat yang tepat. Anda bias menggunakan gerakan kepala, wajah, tangan, kaki, dan isyarat tubuh lainya.
c. Suara guru: intonasi dan nada suara kecepatan ucapan pengulangan, dan deskripsi dengan suara.
d. Pemusatan guru menandai poin-poin yang pentin dengan baik”), dengan pertanyaan, atau dengan pengulangan.
e. Intneraktif.
f. Menggunakan cara berkomunikasi yang beraneka ragam.

Perlakuan Terhadap Murid Yang Tidak Memperhatikan Pelajaran Di Kelas.
1. Memberikan pertanyaan (“ wahai Umar, apa yang cari didalam lacimu?”).
2. Memberikan perintah (“masukan mainan itu kedalam tas!”).
3. Memnyindirnya (“ada apa denganmu, Said? Apakah kamu lapar?”).
4. Kompetisi (“ mensupport para murid untuk berkompetisi dalam memberikan jawaban yang benar).
5. Mengingatkan (“perhatikan dengan baik poin ini karena akan menjadi asas atas pembahsan selanjutnyal”)
6. Memberikan sugesti (menatap tajam pada nya atau memberikan isyarat untuk diam)
7. Memintanya maju kedepan dan menjawab pertanyaan.
8. Menyentuh (menepuk pundak murid)
9. Mendekati (mendekati murid yang tidak memperhatikan pelajaran).
10. Hokuman (baik dengan kata-kata maupun dengan pukulan yang tidak menyakitkan)
11. Pujian (“Ahmad, buku tulismu bagus sekali, tapi lebih bagus lagi jika kamu memperhatikan pelajaran ini”).
12. Isyarat dengan tulisan( seperti memberikan tanda tangan di buku murid yang paling pintar di dalam kelas)

Keterampilan Mengakhiri
Yang di maksud dengan ketermpilan mengakhiri disini adalah ucapan guru saat menutup dan mengakhiri satu tema pelaran mengakhiri pelajaran dapat di lakukan melalui hal-hal berikut ini.
 Meringkas poin-poin penting dari materi yang di sampikan.
 Memberikan pertanyaan kepada murid atas materi yang baru di sampaikan.
 Membantu murid dalam memahami materi dengan menuliskanya dalam bentuk poin-poin.

Urgensi Keterampilan Mengakhiri
 Meninggalkan kesan yang baik dan mendalam di benak para murid.
 Memotivasi murid untuk beraktivitas dan bekerjasama dalam melakukan tugas-tugas yang harus dikerjakan bersama.

Macam-macam Penutupan.
1. Penutupan dengan pengulangan.
2. Penutupan dengan penyalinan.

Meringkas atau menyimpulkan pelajaran yang telah di sampaikan keterampilan dalam mengakhiri pelajaran. Anda bias memberikan simpulan dalam bentuk poin-poin yang di anggap penting. Adapun bentuk dari simpulan tersebut adalah:
 Simpulan berupa kata.
 Simpulan berupa sekema atau bagan.
Yang di maksud dengan simpulan kata adalah kata-kata ringkas namun padat yang mengandung poin kuci dari materi pelajaran. Atau, menyimpulkan pelajaran degan menulis pokok temapelajaran secara secara berthap. Simpulan ini lebih baik lagi bila di sertai table.
Sedangkan yang di maksud dengan simpulan sekema atau bagan adalah simpulan yang ditulis dalam betuk bagan.

PETUAH UNTUK GURU DIDALAM KELAS
Saudaraku para guru yang berbahagia. Ketahuilah bahwa pandangan mata semua murid mengawasi setiap gerak dan diam anda.jagalah sikap-sikap berikut ini ketika anda di dalam kelas.
1. Janganlah mengucapkan kata atau sifat yang melukai hati seorang murid. Apalagi merendahkanya Secara fisik seperti bertubuh pendek, kurus, lemah, penglihatan, atau gagap dalm bicara, sehingga hal ini menjadikan teman-teman nya ikut”merendahkanya” baik di dalam maupun di luar sekolah . Jika anda mejauhi sikap ini maka ana telah mengaplikasikan firman allah yang berbunyi”. Dan jangan memenggil dengan gelaran yang mengandung ejekan….”(al-Hujurat: 11)
2. Jangan terlallu banyak tertawa hal ini akan mengurangi kewibawaan dan reputasi anda. Namun,tidak ada larangan untuk bersenda gurau secara wajar untuk menghembuskan ruh keceriaan dan kesejukan pada keadaan tertentu.
3. Jangan memberikan nasihat yang terlalu berlebihan karena, hal itu akan menjadikan muid merasa memikul banyak tanggung jawab dan ketidak mampuanya untuk melakukan semua nasihat yang telah didengarnya akan membuatnya merasa gagal. Kemudian dia tidak akan melakukan satu nasihatpun. Rosulluloh dalam haditsnya memperingatkan kepada kita semua,” dulu, Rosululloh memilih waktu dalam memberikan nasihat karena khawatir akan mendatngkan kebosanan jika setiap waktu di beri nasihat).”(HR.Bukhari Muslim)
4. Jangan pernah berbohong dalm hal sekecil apapun agar anda tidak kehilangan kepercayaan dari murid-murid anda
5. Berusahalah untuk menunjukan bahwa anda adalah orang yang selalu memperhatikan dan mengupayakan kebaikan untuk mereka dengan tanpa pamrih. Hal itu di ketahui dari kata-kata yang sering anda ucapkan karena anda adalah seorang muslim yang mencintai kebaikan untuk semua orang.
6. Sifat anda didalam kelas harus tenang berwibawa dan aktif .
7. Anda harus berusaha untuk menyebarkan akhlak mulia kepada para murid.

Dengan senag hati, saya akan memberikan beberapa cntoh kepada anda enteng sikap guru muslim yang ingin menebarkan dengan semaksimal mungkin.
Pertama: rosululloh pernah berpesan dalam dalam hadisnya agar kita tidak bersikap kasar dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu karena kedua sikap ini tidak memiliki faidah apa-apa. Dengan begitu, anda disarankan untuk beersikap lemah lembut dalam memberikan arahan terhadap murid. Dan janganlah terburu-buru untuk memetik buah sebelum waktu matangnya. Ketahuilah bahwa membangun rumah baru lebih mudah dari pada merobohkan bangunan lama, kemudian membangunya kembali. Disini, anda merobohkan bangunan kebodohan yang di seplementasikan dalam sikap dan keyakinan yang tidak islam, kemudian anda hendak membangunya dengan nilai-nilai islami di dalamjiwa para murid. Cobalah renungkan dengan baik!
Kedua: ketika menyiapkan pelajaran atau ingin menyampaikannya, tidak mengapa jika anda melakukan sholat hajat dua rekaat dengan harapan semoga Allah SWT. memberikan kemudahan dan kejelasan atas urain yang akan anda sampaikan kepada murid-murid anda. Dan mintalah kepada Allah agar melimpahkan kebenaran di atas lisan anda dan hati anda juga, emoga allah melancarkan ucapan anda dan para murid mudah memahami ucapan anda.
Ketiga: ketika anda mulai menjelaskan materi pelajaran. Pelajaran, hendaklah selalu mengawalinya dengan mengucapkan puja-puji kepada Allah SWT. Dan mengucapkan sholawat dan salam kepada rosululloh SAW. Hal itu dapat di ucapkan dengan kata-kata yang sederhana berikut ini,

Dengan menyebut nama allah. Dan segala puji hanya bagi allah. Shalawat dan salam semoga terhaturkan kepada rosululloh SAW”
Atau dengan mengucapkan

Dengan menyebut nama allah. Ya tuhan kami antara kami dengan kaum terhadap kebenaran. Engkaulah ebaik-baik pembuka (pemahaman dan kebenaran),”
Hal di atas berdasarkan pada sabda rosululloh SAW. Yang brbunyi,

“setiap perkataan atau tindakan yang baik yang tidak diawali dengan menyerahkan nama Allah, maka ia akan hilang keberkahanya.”(HR. Ahmad)
Dengan doa ini, anda sudah menyandarkan pengajaran anda kepada atuaran yang islam. Oleh karena itu, hendaklah setiap pengetauhuan agama yang ada di dalam buku di jadikan sebagai titik tolak penjabaran anda kepada para murid sebagai penjelasan tambahan.
Keempat: jika sudah usai menjelaskan materi pelajaran dan jika masih ada waktu yang tersisa, maka anda dapat menggunakanya untuk bertanya kepada murid-murid Anda tentang siapa yang telah mengucapkan doa-doa sebelum mengucapkan aktifitas harian harian mereka. Jika di antara mereka ada yang melakukanya, maka pujilah ia. Namun bila tidak ada, maka tampakan ketrkejutan anda dan kemudia tunjukan kepada mereka doa yang bias merka hafal dengan mudah. Atau tuliskan di papn tulis sehingga mereka bias mencatat dan menghafalkan..
Tanyakan kembali dengan pertanyaan yang sama dan pertanyaan selanjutnya. Dan lanjutkan dengan memberikan doa-doa yang lain jika mereka sudah mengamalkanya.
Dengan pertanyaan-pertanyan tersebut, anda akan dapat menilai seberapa tingkat pengetahuan dan pemahaman agama para didik anda. Sehingga anda dapat memberikan perhatia khusu_memberikan nasihat yang mengarahkan_kepada anak-anak yang kurang dalam pemahaman agamanya.
Wahi saudar-saudaraku para guru yang kami cintai.kami memiliki sumbangan ide yang barang kali bias anda terapakan yaitu menghubungkan materi pelajaran yang anda ajarkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bukti adanya Allah SWT. Misalnya, guru matematika memberikan contoh dengan contoh islamiah, seperti penghitungan zakat, harta warisan, jumlah pasukan muslim dalam perang islam,dan jumlah para syuhada’ muslim. Sedang guru IPA bias menjelaskan bahwa terciptanya alam secara tiba-tiba adalah hal yang mustahil. guru music bias lebih memfokuskan pelajaranya pada nasyid-nasyid islam yang indah, dan sebagainya.

SEPULUH PETUAH BAGI GURU ROBBANI
1. Jangan segera memberikan hukuman, akan tetapi berusahalah untuk memberikan nasihat terlebih dahulu.
2. Jangan menjatuhkan sebelum mengetahui dengan jelas kesalahan-kesalahany mereka.
3. Jangan sewenang-wenang dalam mengadilai seorang murid yang telah berbohong.
4. Jangan mengeluarkan murid dari ruang kelas sebagai hukuman, terkadang sang murid melakukan kegaduhan agar anda segera menyudahi materi pelajaran.
5. Jangan memberikan hukuman badan_siksa fisi _ kecuali memang hal itu adalah alternatif terakhir dan patut untuk dilakukan.
6. Jangan menghina seorang murid supaya tidak tampakkelemahanya.
7. Jangan memukul bagian wajah karena hal itu dilanggar oleh agama.
8. Jangan menghukum semua murid dalam satu kelas karena kesalahan sebagian dari mereka.
9. Jangan mengancam dengan melaporkan kekanto sekolah kecuali memeng terpaksa.
10. Jangan menghukum anak-anak secara fisik.