KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar”. Makalah ini di buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Media Pengajaran
Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini, oleh karena itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat terutama bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Dan pada akhirnya kepada Allah semuanya kita kembalikan.
Way jepara, April 21, 2011
Penulis,
……………………
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Media pembelajaran adalah suatu bagian yang integral dari proses pembelajaran di kelas . Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, pembelajaran harus mempunyai pengetahuan tentang pengelolaan media pembelajaran baik sebagai alat bantu pengajaran maupun sebagai pendukung agar materi / isi pelajaran semakin jelas dan dengan mudah dapat dikuasai pebelajar.
Dalam proses pembelajaran terdapat tiga komponen yang saling berhubungan, yaitu :
1) pembelajar (dosen, guru, instruktur ) yang berfungsi sebagai komunikator,
2) pebelajar (mahasiswa dan siswa ) yang berperan sebagai komunikan , dan
3) bahan ajar yang merupakan pesan yang akan disampaikan kepada pebelajar untuk dipelajari (Situmorang, 2009)
Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk dapat membantu mengatasi berbagai hambatan dalam proses pembelajaran termasuk hambatan psikologis, hambatan fisik, hambatan kultural dan hambatan lingkungan. Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan :
1) Memperjelas penyajian pesan,
2) Mengatasi keterbatasan ruang,
3) Mengatasi sikap pasif siswa.
Dalam usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, kita tidak boleh melupakan satu hal yang sudah pasti kebenarannya, yaitu bahwa pebelajar harus sebanyak-banyaknya harus berinteraksi dengan sumber belajar. Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diharapkan dapat diwujudkan proses pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal. Dengan demikian penggunaan media sebagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai arti yang sangat penting. Selain melengkapi, memelihara dan memperkaya proses pembelajaran media berkedudukan untuk meningkatkan kegiatan akademik pebelajar.
Dengan dimanfaatkannya media secara maksimal, pemahaman tidak akan terbatas pada apa yang diperolehnya melalui kegiatan tatap muka tetapi akan mampu menggali berbagai jenis ilmu pengetahuan terutama yang sesuai dengan bidang keahliannya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perawatan media pembelajaran
c. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perawatan media pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
a. Perawatan Media Pembelajaran
Penggunaan media secara rutin membutuhkan perawatan yang baik, perawatan ini dilakukan sesuai dengan karakteristik media dengan berbagai komponennya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perawatan beberapa media yang sering digunakan dalam pembelajaran di sekolah, yakni :
1. Media Grafis
Media grafis sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara yang dapat mengakibatkan pelapukan dan pengotoran, oleh karena nya media ini harus :
Ditempatkan pada ruangan yang kadar air dalam udaranya rendah, sejuk serta bebas dari debu.
Menempatkan media pada tempat tertutup atau dibungkus dengan bahan plastik sehingga tidak dimakan ngengat.
Sebaiknya selalu tergantung pada tempat penyimpanan (tidak tertindih)
2. Media Rekam
a. Pita Magnetik
Ditempatkan jauh dari bahan-bahan yang mengandung magnit
Ditempatkan pada ruangan yang kelembabannya rendah dan sejuk
Menempatkannya pada kotak pembungkus
b. Disket
Setelah selesai digunakan selalu dibersihkan permukaannya dengan cairan pembersih
Menempatkannya pada kotak pembungkus
Ditempatkan pada tempat yang sejuk
c. Film
Menempatkannya pada ruangan yang kelembabannya rendah dan sejuk
Menempatkan pada kotak penyimpanan
d. Flashdisk
Setelah selesai digunakan selalu dibersihkan dengan antivirus
Jika tidak digunakan top cupnya harus selalu terpasang
3. Media Transparansi
Antar transparansi harus diberi kertas pelapis
Ditempatkan pada ruangan yang kelembabannya rendah dan sejuk
4. Objek Fisik
Ditempatkan pada rak yang jaraknya cukup jauh sehingga tidak bersentuhan ketika diangkat dari tempat peletakannya
Ditempatkan pada ruangan yang sejuk
Upayakan catnya selalu terjaga
5. Media cetak
Ditempatkan pada rak dengan posisi tegak di ruangan yang sejuk
Pada rak hendaknya diberi anti ngengat.
DAFTAR PUSTAKA
AECT. (1979). Defenisi Teknologi Pendidikan. Jakarta :Rajawali
Arsyad, Azhar .(2007). Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Leshin , CB, Pollock, Reigeluth, CM. (1992). Instructional Design Strategies and Tactics. Engelwood Cliffs : Educational Technology Publications.
Sadiman, Arief S. (2008). Media Pendidikan ,Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Situmorang, Robinson. (2009). Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan. Makalah pada Seminar Opimalisasi Penggunaan Media Pendidikan Dalam Pembelajaran Tanggal 23 Mei 2009 di Unimed. PSBTK-SK Unimed
Anderson. R.H. (1983). Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka dan Pusat Antar Universitas
Senin, 06 Juni 2011
PEMIKIRAN KALAM AL JABARIYAH
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok:
Mata Kuliah : Ilmu Kalam
Dosen : Muslimin S. Pd
DI SUSUN OLEH:
KHOIRUL FATAH
JARMININGSIH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM
LAMPUNG TAHUN 2011
DAFTAR ISI
Halaman depan………………………………………………………………………………………..
Daftar isi…………………………………………………………………………………………………..
BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………………………………………..
1. Latar belakang………………………………………………………………….....................
BAB II.
PEMBAHASAN………………………………………………………………….................................
1. Pengertia dan latar belakang lahirnya al jabbariyah …………………………
2. Refleksi faham jabariyah: Sebuah Perbandingan tentang Musibah.…….
BAB III.
PENUTUP………………………………………………………………………………….
1. Simpulan………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….
BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Persoalan Iman (aqidah) agaknya merupakan aspek utama dalam ajaran Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad. Pentingnnya masalah aqidah ini dalam ajaran Islam tampak jelas pada misi pertama dakwah Nabi ketika berada di Mekkah. Pada periode Mekkah ini, persoalan aqidah memperoleh perhatian yang cukup kuat dibanding persoalan syari’at, sehingga tema sentral dari ayat-ayat al-Quran yang turun selama periode ini adalah ayat-ayat yang menyerukan kepada masalah keimanan.
Berbicara masalah aliran pemikiran dalam Islam berarti berbicara tentang Ilmu Kalam. Kalam secara harfiah berarti “kata-kata”. Kaum teolog Islam berdebat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pemikirannya sehingga teolog disebut sebagai mutakallim yaitu ahli debat yang pintar mengolah kata. Ilmu kalam juga diartikan sebagai teologi Islam atau ushuluddin, ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari agama. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan yang mendasar dan tidak mudah digoyahkan. Munculnya perbedaan antara umat Islam. Perbedaan yang pertama muncul dalam Islam bukanlah masalah teologi melainkan di bidang politik. Akan tetapi perselisihan politik ini, seiring dengan perjalanan waktu, meningkat menjadi persoalan teologi.
Perbedaan teologis di kalangan umat Islam sejak awal memang dapat mengemuka dalam bentuk praktis maupun teoritis. Secara teoritis, perbedaan itu demikian tampak melalui perdebatan aliran-aliran kalam yang muncul tentang berbagai persoalan. Tetapi patut dicatat bahwa perbedaan yang ada umumnya masih sebatas pada aspek filosofis diluar persoalan keesaan Allah, keimanan kepada para rasul, para malaikat, hari akhir dan berbagai ajaran nabi yang tidak mungkin lagi ada peluang untuk memperdebatkannya. Misalnya tentang kekuasaan Allah dan kehendak manusia, kedudukan wahyu dan akal, keadilan Tuhan. Perbedaan itu kemudian memunculkan berbagai macam aliran, yaitu Mu'tazilah, Syiah, Khawarij, Jabariyah dan Qadariyah serta aliran-aliran lainnya.
Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Jabariyah dan. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Jabariyah. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang lahirnya sebuah aliran dan ajaran-ajarannya secara umum.
BAB II
Pemikiran kalam Aliran Jabariyah
• Pembahasan
1. Pengertian dan Latar Belakang Lahirnya Jabariyah
Secara bahasa Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung pengertian memaksa. Di dalam kamus Munjid dijelaskan bahwa nama Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu. Salah satu sifat dari Allah adalah al-Jabbar yang berarti Allah Maha Memaksa. Sedangkan secara istilah Jabariyah adalah menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah. Dengan kata lain adalah manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa (majbur).
Menurut Harun Nasution Jabariyah adalah paham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh Qadha dan Qadar Allah. Maksudnya adalah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan manusia tidak berdasarkan kehendak manusia, tapi diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendak-Nya, di sini manusia tidak mempunyai kebebasan dalam berbuat, karena tidak memiliki kemampuan. Ada yang mengistilahlkan bahwa Jabariyah adalah aliran manusia menjadi wayang dan Tuhan sebagai dalangnya.
Adapun mengenai latar belakang lahirnya aliran Jabariyah tidak adanya penjelelasan yang sarih. Abu Zahra menuturkan bahwa paham ini muncul sejak zaman sahabat dan masa Bani Umayyah. Ketika itu para ulama membicarakan tentang masalah Qadar dan kekuasaan manusia ketika berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan. Adapaun tokoh yang mendirikan aliran ini menurut Abu Zaharah dan al-Qasimi adalah Jahm bin Safwan, yang bersamaan dengan munculnya aliran Qadariayah.
Pendapat yang lain mengatakan bahwa paham ini diduga telah muncul sejak sebelum agama Islam datang ke masyarakat Arab. Kehidupan bangsa Arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberikan pengaruh besar dalam cara hidup mereka. Di tengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara yang panas ternyata dapat tidak memberikan kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman, tapi yang tumbuh hanya rumput yang kering dan beberapa pohon kuat untuk menghadapi panasnya musim serta keringnya udara.
Harun Nasution menjelaskan bahwa dalam situasi demikian masyarakat arab tidak melihat jalan untuk mengubah keadaan disekeliling mereka sesuai dengan kehidupan yang diinginkan. Mereka merasa lemah dalam menghadapi kesukaran-kesukaran hidup. Artinya mereka banyak tergantung dengan Alam, sehingga menyebabakan mereka kepada paham fatalisme.
Terlepas dari perbedaan pendapat tentang awal lahirnya aliran ini, dalam Alquran sendiri banyak terdapat ayat-ayat yeng menunjukkan tentang latar belakang lahirnya paham jabariyah, diantaranya:
a. QS ash-Shaffat: 96
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
b. QS al-Anfal: 17
Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka
c. QS al-Insan: 30
•
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Selain ayat-ayat Alquran di atas benih-benih faham al-Jabar juga dapat dilihat dalam beberapa peristiwa sejarah:
a. Suatu ketika Nabi menjumpai sabahatnya yang sedang bertengkar dalam masalah Takdir Tuhan, Nabi melarang mereka untuk memperdebatkan persoalan tersebut, agar terhindar dari kekeliruan penafsiran tentang ayat-ayat Tuhan mengenai takdir.
b. Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah menangkap seorang pencuri. Ketika ditntrogasi, pencuri itu berkata "Tuhan telah menentukan aku mencuri". Mendengar itu Umar kemudian marah sekali dan menganggap orang itu telah berdusta. Oleh karena itu Umar memberikan dua jenis hukuman kepada orang itu, yaitu: hukuman potongan tangan karena mencuri dan hukuman dera karena menggunakan dalil takdir Tuhan.
c. Ketika Khalifah Ali bin Abu Thalib ditanya tentang qadar Tuhan dalam kaitannya dengan siksa dan pahala. Orang tua itu bertanya,"apabila perjalanan (menuju perang siffin) itu terjadi dengan qadha dan qadar Tuhan, tidak ada pahala sebagai balasannya. Kemudian Ali menjelaskannya bahwa Qadha dan Qadha Tuhan bukanlah sebuah paksaan. Pahala dan siksa akan didapat berdasarkan atas amal perbuatan manusia. Kalau itu sebuah paksaan, maka tidak ada pahala dan siksa, gugur pula janji dan ancaman Allah, dan tidak pujian bagi orang yang baik dan tidak ada celaan bagi orang berbuat dosa.
d. Adanya paham Jabar telah mengemuka kepermukaan pada masa Bani Umayyah yang tumbuh berkembang di Syiria.
Di samping adanya bibit pengaruh faham jabar yang telah muncul dari pemahaman terhadap ajaran Islam itu sendiri. Ada sebuah pandangan mengatakan bahwa aliran Jabar muncul karena adanya pengaruh dari pemikriran asing, yaitu pengaruh agama Yahudi bermazhab Qurra dan agama Kristen bermazhab Yacobit.
Dengan demikian, latar belakang lahirnya aliran Jabariyah dapat dibedakan kedalam dua factor, yaitu factor yang berasal dari pemahaman ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah, yang mempunyai paham yang mengarah kepada Jabariyah. Lebih dari itu adalah adanya pengaruh dari luar Islam yang ikut andil dalam melahirkan aliran ini.
Adapun yang menjadi dasar munculnya paham ini adalah sebagai reaksi dari tiga perkara: pertama, adanya paham Qadariyah, keduanya, telalu tekstualnya pamahaman agama tanpa adanya keberanian menakwilkan dan ketiga adalah adanya aliran salaf yang ditokohi Muqatil bin Sulaiman yang berlebihan dalam menetapkan sifat-sifat Tuhan sehingga membawa kepada Tasybih.
2. Ajaran-ajaran Jabariyah
Adapun ajaran-ajaran Jabariyah dapat dibedakan berdasarkan menjadi dua kelompok, yaitu ekstrim dan moderat.
Pertama, aliran ekstrim. Di antara tokoh adalah Jahm bin Shofwan dengan pendaptnya adalah bahwa manusia tidak mempu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan. Pendapat Jahm tentang keterpaksaan ini lebih dikenal dibandingkan dengan pendapatnya tentang surga dan neraka, konsep iman, kalam Tuhan, meniadakan sifat Tuhan, dan melihat Tuhan di akherat. Surga dan nerka tidak kekal, dan yang kekal hanya Allah. Sedangkan iman dalam pengertianya adalah ma'rifat atau membenarkan dengan hati, dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murjiah. Kalam Tuhan adalah makhluk. Allah tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti berbicara, mendengar, dan melihat, dan Tuhan juga tidak dapat dilihat dengan indera mata di akherat kelak. Aliran ini dikenal juga dengan nama al-Jahmiyyah atau Jabariyah Khalisah.
Ja'ad bin Dirham, menjelaskan tentang ajaran pokok dari Jabariyah adalah Alquran adalah makhluk dan sesuatu yang baru dan tidak dapat disifatkan kepada Allah. Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk, seperti berbicara, melihat dan mendengar. Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala hal.
Dengan demikian ajaran Jabariyah yang ekstrim mengatakan bahwa manusia lemah, tidak berdaya, terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan, tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimilki oleh paham Qadariyah. Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari scenario dan kehendak Allah. Segala akibat, baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah.
Kedua, ajaran Jabariyah yang moderat adalah Tuhan menciptakan perbuatan manusia, baik itu positif atau negatif, tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya. Manusia juga tidak dipaksa, tidak seperti wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan tuhan. Tokoh yang berpaham seperti ini adalah Husain bin Muhammad an-Najjar yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu dan Tuhan tidak dapat dilihat di akherat. Sedangkan adh-Dhirar (tokoh jabariayah moderat lainnya) pendapat bahwa Tuhan dapat saja dilihat dengan indera keenam dan perbuatan dapat ditimbulkan oleh dua pihak.
2. Refleksi Faham Jabariyah: Sebuah Perbandingan tentang Musibah
Dalam paham Jabariyah, berkaitan dengan perbuatannya, manusia digambarkan bagai kapas yang melayang di udara yang tidak memiliki sedikit pun daya untuk menentukan gerakannya yang ditentukan dan digerakkan oleh arus angin. Sedang yang berpaham lain misalnya Qadariyah akan menjawab, bahwa perbuatan manusia ditentukan dan dikerjakan oleh manusia, bukan Allah. Dalam paham Qadariyah, berkaitan dengan perbuatannya, manusia digambarkan sebagai berkuasa penuh untuk menentukan dan mengerjakan perbuatannya.
Pada perkembangan selanjutnya, paham Jabariyah disebut juga sebagai paham tradisional dan konservatif dalam Islam. menganut paham teologi Islam tersebut melandaskan diri di atas dalil-dalil naqli (agama) - sesuai pemahaman masing-masing atas nash-nash agama (Alquran dan hadits-hadits Nabi Muhammad) - dan aqli (argumen pikiran). Di negeri-negeri kaum Muslimin, seperti di Indonesia, yang dominan adalah paham Jabariyah.
penganut paham tersebut itu dapat dicermati pada suatu peristiwa yang menimpa dan berkaitan dengan perbuatan manusia, misalnya, kecelakaan pesawat terbang. Bagi yang berpaham Jabariyah biasanya dengan enteng mengatakan bahwa kecelakaan itu sudah kehendak dan perbuatan Allah. Sedang, yang berpaham lain misalnya Qadariyah condong mencari tahu di mana letak peranan manusia pada kecelakaan itu. Kedua paham teologi Islam tersebut membawa efek masing-masing. Pada paham Jabariyah semangat melakukan investigasi sangat kecil, karena semua peristiwa dipandang sudah kehendak dan dilakukan oleh Allah. Sedang, pada paham Qadariyah, semangat investigasi amat besar, karena semua peristiwa yang berkaitan dengan peranan (perbuatan) manusia harus dipertanggungjawabkan oleh manusia melalui suatu investigasi.
Akibat dari perbedaan sikap dan posisi itu, ilmu pengetahuan lebih pasti berkembang di dalam paham Qadariyah ketimbang Jabariyah.Dalam hal musibah gempa dan tsunami baru-baru ini, karena menyikapinya sebagai kehendak dan perbuatan Allah, bagi yang berpaham Jabariyah, sudah cukup bila tindakan membantu korban dan memetik "hikmat" sudah dilakukan.
Sedang hikmat yang dimaksud hanya berupa pengakuan dosa-dosa dan hidup selanjutnya tanpa mengulangi dosa-dosa. Sedang bagi yang berpaham Qadariyah, meski gempa dan tsunami tidak secara langsung menunjuk perbuatan manusia, namun mengajukan pertanyaan yang harus dijawab: adakah andil manusia di dalam "mengganggu" ekosistem kehidupan yang menyebabkan alam "marah" dalam bentuk gempa dan tsunami? Untuk itu, paham Qadariyah membenarkan suatu investigasi (pencaritahuan), misalnya, dengan memotret lewat satelit kawasan yang dilanda musibah.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Rosihan, Ilmu Kalam, (Bandung: Puskata Setia, 2006), cet ke-2
Asmuni, Yusran, Dirasah Islamiyah: Pengantar Studi Sejarah Kebudayaan Islam dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996)
Daudy, Ahmad, Kuliah Ilmu Kalam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1997)
Hadariansyah, AB, Pemikiran-pemikiran Teologi dalam Sejarah Pemikiran Islam, (Banjarmasin: Antasari Press, 2008)
Maghfur, Muhammad, Koreksi atas Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam, (Bangil: al-Izzah, 2002)
Nasution, Harun, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, (Jakarta: UI-Press, 1986), cet ke-5
an-Nasyar, Ali Syami, Nasy'at al-Fikr al-Falsafi fi al-Islam, (Cairo: Dar al-Ma'arif, 1977)
Nata, Abudin, Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998)
al-Qaththan, Manna Khalil, Studi Ilmu-ilmu Alqur'an, diterjemahkan dari "Mabahits fi Ulum al-Qur'an. (Jakarta: Litera AntarNusa, 2004)
asy-Syahrastani, Muhammad ibn Abd al-Karim, al-Milal wa an-Nihal, (Beirut-Libanon: Dar al-Kurub al-'Ilmiyah, t.th)
Tim, Enseklopedi Islam, "Jabariyah" (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997)
Manna Khalil al-Qaththan, Studi Ilmu-ilmu Alqur'an, diterjemahkan dari "Mabahits fi Ulum al-Qur'an. (Jakarta: Litera AntarNusa, 2004), h. 86
Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, (Jakarta: UI-Press, 1986), cet ke-5, h. 1
Rosihan Anwar, Ilmu Kalam, (Bandung: Puskata Setia, 2006), cet ke-2, h. 63
Harun Nasution, op.cit., h. 31
Tim, Enseklopedi Islam, "Jabariyah" (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997), cet ke-4, h. 239
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok:
Mata Kuliah : Ilmu Kalam
Dosen : Muslimin S. Pd
DI SUSUN OLEH:
KHOIRUL FATAH
JARMININGSIH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM
LAMPUNG TAHUN 2011
DAFTAR ISI
Halaman depan………………………………………………………………………………………..
Daftar isi…………………………………………………………………………………………………..
BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………………………………………..
1. Latar belakang………………………………………………………………….....................
BAB II.
PEMBAHASAN………………………………………………………………….................................
1. Pengertia dan latar belakang lahirnya al jabbariyah …………………………
2. Refleksi faham jabariyah: Sebuah Perbandingan tentang Musibah.…….
BAB III.
PENUTUP………………………………………………………………………………….
1. Simpulan………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….
BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Persoalan Iman (aqidah) agaknya merupakan aspek utama dalam ajaran Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad. Pentingnnya masalah aqidah ini dalam ajaran Islam tampak jelas pada misi pertama dakwah Nabi ketika berada di Mekkah. Pada periode Mekkah ini, persoalan aqidah memperoleh perhatian yang cukup kuat dibanding persoalan syari’at, sehingga tema sentral dari ayat-ayat al-Quran yang turun selama periode ini adalah ayat-ayat yang menyerukan kepada masalah keimanan.
Berbicara masalah aliran pemikiran dalam Islam berarti berbicara tentang Ilmu Kalam. Kalam secara harfiah berarti “kata-kata”. Kaum teolog Islam berdebat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pemikirannya sehingga teolog disebut sebagai mutakallim yaitu ahli debat yang pintar mengolah kata. Ilmu kalam juga diartikan sebagai teologi Islam atau ushuluddin, ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari agama. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan yang mendasar dan tidak mudah digoyahkan. Munculnya perbedaan antara umat Islam. Perbedaan yang pertama muncul dalam Islam bukanlah masalah teologi melainkan di bidang politik. Akan tetapi perselisihan politik ini, seiring dengan perjalanan waktu, meningkat menjadi persoalan teologi.
Perbedaan teologis di kalangan umat Islam sejak awal memang dapat mengemuka dalam bentuk praktis maupun teoritis. Secara teoritis, perbedaan itu demikian tampak melalui perdebatan aliran-aliran kalam yang muncul tentang berbagai persoalan. Tetapi patut dicatat bahwa perbedaan yang ada umumnya masih sebatas pada aspek filosofis diluar persoalan keesaan Allah, keimanan kepada para rasul, para malaikat, hari akhir dan berbagai ajaran nabi yang tidak mungkin lagi ada peluang untuk memperdebatkannya. Misalnya tentang kekuasaan Allah dan kehendak manusia, kedudukan wahyu dan akal, keadilan Tuhan. Perbedaan itu kemudian memunculkan berbagai macam aliran, yaitu Mu'tazilah, Syiah, Khawarij, Jabariyah dan Qadariyah serta aliran-aliran lainnya.
Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Jabariyah dan. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Jabariyah. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang lahirnya sebuah aliran dan ajaran-ajarannya secara umum.
BAB II
Pemikiran kalam Aliran Jabariyah
• Pembahasan
1. Pengertian dan Latar Belakang Lahirnya Jabariyah
Secara bahasa Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung pengertian memaksa. Di dalam kamus Munjid dijelaskan bahwa nama Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu. Salah satu sifat dari Allah adalah al-Jabbar yang berarti Allah Maha Memaksa. Sedangkan secara istilah Jabariyah adalah menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah. Dengan kata lain adalah manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa (majbur).
Menurut Harun Nasution Jabariyah adalah paham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh Qadha dan Qadar Allah. Maksudnya adalah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan manusia tidak berdasarkan kehendak manusia, tapi diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendak-Nya, di sini manusia tidak mempunyai kebebasan dalam berbuat, karena tidak memiliki kemampuan. Ada yang mengistilahlkan bahwa Jabariyah adalah aliran manusia menjadi wayang dan Tuhan sebagai dalangnya.
Adapun mengenai latar belakang lahirnya aliran Jabariyah tidak adanya penjelelasan yang sarih. Abu Zahra menuturkan bahwa paham ini muncul sejak zaman sahabat dan masa Bani Umayyah. Ketika itu para ulama membicarakan tentang masalah Qadar dan kekuasaan manusia ketika berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan. Adapaun tokoh yang mendirikan aliran ini menurut Abu Zaharah dan al-Qasimi adalah Jahm bin Safwan, yang bersamaan dengan munculnya aliran Qadariayah.
Pendapat yang lain mengatakan bahwa paham ini diduga telah muncul sejak sebelum agama Islam datang ke masyarakat Arab. Kehidupan bangsa Arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberikan pengaruh besar dalam cara hidup mereka. Di tengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara yang panas ternyata dapat tidak memberikan kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman, tapi yang tumbuh hanya rumput yang kering dan beberapa pohon kuat untuk menghadapi panasnya musim serta keringnya udara.
Harun Nasution menjelaskan bahwa dalam situasi demikian masyarakat arab tidak melihat jalan untuk mengubah keadaan disekeliling mereka sesuai dengan kehidupan yang diinginkan. Mereka merasa lemah dalam menghadapi kesukaran-kesukaran hidup. Artinya mereka banyak tergantung dengan Alam, sehingga menyebabakan mereka kepada paham fatalisme.
Terlepas dari perbedaan pendapat tentang awal lahirnya aliran ini, dalam Alquran sendiri banyak terdapat ayat-ayat yeng menunjukkan tentang latar belakang lahirnya paham jabariyah, diantaranya:
a. QS ash-Shaffat: 96
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
b. QS al-Anfal: 17
Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka
c. QS al-Insan: 30
•
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Selain ayat-ayat Alquran di atas benih-benih faham al-Jabar juga dapat dilihat dalam beberapa peristiwa sejarah:
a. Suatu ketika Nabi menjumpai sabahatnya yang sedang bertengkar dalam masalah Takdir Tuhan, Nabi melarang mereka untuk memperdebatkan persoalan tersebut, agar terhindar dari kekeliruan penafsiran tentang ayat-ayat Tuhan mengenai takdir.
b. Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah menangkap seorang pencuri. Ketika ditntrogasi, pencuri itu berkata "Tuhan telah menentukan aku mencuri". Mendengar itu Umar kemudian marah sekali dan menganggap orang itu telah berdusta. Oleh karena itu Umar memberikan dua jenis hukuman kepada orang itu, yaitu: hukuman potongan tangan karena mencuri dan hukuman dera karena menggunakan dalil takdir Tuhan.
c. Ketika Khalifah Ali bin Abu Thalib ditanya tentang qadar Tuhan dalam kaitannya dengan siksa dan pahala. Orang tua itu bertanya,"apabila perjalanan (menuju perang siffin) itu terjadi dengan qadha dan qadar Tuhan, tidak ada pahala sebagai balasannya. Kemudian Ali menjelaskannya bahwa Qadha dan Qadha Tuhan bukanlah sebuah paksaan. Pahala dan siksa akan didapat berdasarkan atas amal perbuatan manusia. Kalau itu sebuah paksaan, maka tidak ada pahala dan siksa, gugur pula janji dan ancaman Allah, dan tidak pujian bagi orang yang baik dan tidak ada celaan bagi orang berbuat dosa.
d. Adanya paham Jabar telah mengemuka kepermukaan pada masa Bani Umayyah yang tumbuh berkembang di Syiria.
Di samping adanya bibit pengaruh faham jabar yang telah muncul dari pemahaman terhadap ajaran Islam itu sendiri. Ada sebuah pandangan mengatakan bahwa aliran Jabar muncul karena adanya pengaruh dari pemikriran asing, yaitu pengaruh agama Yahudi bermazhab Qurra dan agama Kristen bermazhab Yacobit.
Dengan demikian, latar belakang lahirnya aliran Jabariyah dapat dibedakan kedalam dua factor, yaitu factor yang berasal dari pemahaman ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah, yang mempunyai paham yang mengarah kepada Jabariyah. Lebih dari itu adalah adanya pengaruh dari luar Islam yang ikut andil dalam melahirkan aliran ini.
Adapun yang menjadi dasar munculnya paham ini adalah sebagai reaksi dari tiga perkara: pertama, adanya paham Qadariyah, keduanya, telalu tekstualnya pamahaman agama tanpa adanya keberanian menakwilkan dan ketiga adalah adanya aliran salaf yang ditokohi Muqatil bin Sulaiman yang berlebihan dalam menetapkan sifat-sifat Tuhan sehingga membawa kepada Tasybih.
2. Ajaran-ajaran Jabariyah
Adapun ajaran-ajaran Jabariyah dapat dibedakan berdasarkan menjadi dua kelompok, yaitu ekstrim dan moderat.
Pertama, aliran ekstrim. Di antara tokoh adalah Jahm bin Shofwan dengan pendaptnya adalah bahwa manusia tidak mempu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan. Pendapat Jahm tentang keterpaksaan ini lebih dikenal dibandingkan dengan pendapatnya tentang surga dan neraka, konsep iman, kalam Tuhan, meniadakan sifat Tuhan, dan melihat Tuhan di akherat. Surga dan nerka tidak kekal, dan yang kekal hanya Allah. Sedangkan iman dalam pengertianya adalah ma'rifat atau membenarkan dengan hati, dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murjiah. Kalam Tuhan adalah makhluk. Allah tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti berbicara, mendengar, dan melihat, dan Tuhan juga tidak dapat dilihat dengan indera mata di akherat kelak. Aliran ini dikenal juga dengan nama al-Jahmiyyah atau Jabariyah Khalisah.
Ja'ad bin Dirham, menjelaskan tentang ajaran pokok dari Jabariyah adalah Alquran adalah makhluk dan sesuatu yang baru dan tidak dapat disifatkan kepada Allah. Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk, seperti berbicara, melihat dan mendengar. Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala hal.
Dengan demikian ajaran Jabariyah yang ekstrim mengatakan bahwa manusia lemah, tidak berdaya, terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan, tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimilki oleh paham Qadariyah. Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari scenario dan kehendak Allah. Segala akibat, baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah.
Kedua, ajaran Jabariyah yang moderat adalah Tuhan menciptakan perbuatan manusia, baik itu positif atau negatif, tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya. Manusia juga tidak dipaksa, tidak seperti wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan tuhan. Tokoh yang berpaham seperti ini adalah Husain bin Muhammad an-Najjar yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu dan Tuhan tidak dapat dilihat di akherat. Sedangkan adh-Dhirar (tokoh jabariayah moderat lainnya) pendapat bahwa Tuhan dapat saja dilihat dengan indera keenam dan perbuatan dapat ditimbulkan oleh dua pihak.
2. Refleksi Faham Jabariyah: Sebuah Perbandingan tentang Musibah
Dalam paham Jabariyah, berkaitan dengan perbuatannya, manusia digambarkan bagai kapas yang melayang di udara yang tidak memiliki sedikit pun daya untuk menentukan gerakannya yang ditentukan dan digerakkan oleh arus angin. Sedang yang berpaham lain misalnya Qadariyah akan menjawab, bahwa perbuatan manusia ditentukan dan dikerjakan oleh manusia, bukan Allah. Dalam paham Qadariyah, berkaitan dengan perbuatannya, manusia digambarkan sebagai berkuasa penuh untuk menentukan dan mengerjakan perbuatannya.
Pada perkembangan selanjutnya, paham Jabariyah disebut juga sebagai paham tradisional dan konservatif dalam Islam. menganut paham teologi Islam tersebut melandaskan diri di atas dalil-dalil naqli (agama) - sesuai pemahaman masing-masing atas nash-nash agama (Alquran dan hadits-hadits Nabi Muhammad) - dan aqli (argumen pikiran). Di negeri-negeri kaum Muslimin, seperti di Indonesia, yang dominan adalah paham Jabariyah.
penganut paham tersebut itu dapat dicermati pada suatu peristiwa yang menimpa dan berkaitan dengan perbuatan manusia, misalnya, kecelakaan pesawat terbang. Bagi yang berpaham Jabariyah biasanya dengan enteng mengatakan bahwa kecelakaan itu sudah kehendak dan perbuatan Allah. Sedang, yang berpaham lain misalnya Qadariyah condong mencari tahu di mana letak peranan manusia pada kecelakaan itu. Kedua paham teologi Islam tersebut membawa efek masing-masing. Pada paham Jabariyah semangat melakukan investigasi sangat kecil, karena semua peristiwa dipandang sudah kehendak dan dilakukan oleh Allah. Sedang, pada paham Qadariyah, semangat investigasi amat besar, karena semua peristiwa yang berkaitan dengan peranan (perbuatan) manusia harus dipertanggungjawabkan oleh manusia melalui suatu investigasi.
Akibat dari perbedaan sikap dan posisi itu, ilmu pengetahuan lebih pasti berkembang di dalam paham Qadariyah ketimbang Jabariyah.Dalam hal musibah gempa dan tsunami baru-baru ini, karena menyikapinya sebagai kehendak dan perbuatan Allah, bagi yang berpaham Jabariyah, sudah cukup bila tindakan membantu korban dan memetik "hikmat" sudah dilakukan.
Sedang hikmat yang dimaksud hanya berupa pengakuan dosa-dosa dan hidup selanjutnya tanpa mengulangi dosa-dosa. Sedang bagi yang berpaham Qadariyah, meski gempa dan tsunami tidak secara langsung menunjuk perbuatan manusia, namun mengajukan pertanyaan yang harus dijawab: adakah andil manusia di dalam "mengganggu" ekosistem kehidupan yang menyebabkan alam "marah" dalam bentuk gempa dan tsunami? Untuk itu, paham Qadariyah membenarkan suatu investigasi (pencaritahuan), misalnya, dengan memotret lewat satelit kawasan yang dilanda musibah.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Rosihan, Ilmu Kalam, (Bandung: Puskata Setia, 2006), cet ke-2
Asmuni, Yusran, Dirasah Islamiyah: Pengantar Studi Sejarah Kebudayaan Islam dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996)
Daudy, Ahmad, Kuliah Ilmu Kalam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1997)
Hadariansyah, AB, Pemikiran-pemikiran Teologi dalam Sejarah Pemikiran Islam, (Banjarmasin: Antasari Press, 2008)
Maghfur, Muhammad, Koreksi atas Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam, (Bangil: al-Izzah, 2002)
Nasution, Harun, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, (Jakarta: UI-Press, 1986), cet ke-5
an-Nasyar, Ali Syami, Nasy'at al-Fikr al-Falsafi fi al-Islam, (Cairo: Dar al-Ma'arif, 1977)
Nata, Abudin, Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998)
al-Qaththan, Manna Khalil, Studi Ilmu-ilmu Alqur'an, diterjemahkan dari "Mabahits fi Ulum al-Qur'an. (Jakarta: Litera AntarNusa, 2004)
asy-Syahrastani, Muhammad ibn Abd al-Karim, al-Milal wa an-Nihal, (Beirut-Libanon: Dar al-Kurub al-'Ilmiyah, t.th)
Tim, Enseklopedi Islam, "Jabariyah" (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997)
Manna Khalil al-Qaththan, Studi Ilmu-ilmu Alqur'an, diterjemahkan dari "Mabahits fi Ulum al-Qur'an. (Jakarta: Litera AntarNusa, 2004), h. 86
Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, (Jakarta: UI-Press, 1986), cet ke-5, h. 1
Rosihan Anwar, Ilmu Kalam, (Bandung: Puskata Setia, 2006), cet ke-2, h. 63
Harun Nasution, op.cit., h. 31
Tim, Enseklopedi Islam, "Jabariyah" (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997), cet ke-4, h. 239
Pendidikan bagi anak yang sulit belajar
Pendidikan bagi anak yang sulit belajar
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok\:
Mata Kuliah : Ilmu Jiwa Mengajar
Dosen : Radian Gani
DI SUSUN OLEH:
KHOIRUL FATAH
ELIZA PUSPITA
ZUBAIDAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM
LAMPUNG TAHUN 2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar”. Makalah ini di buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah ILMU JIWA MENGAJAR
Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini, oleh karena itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat terutama bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Dan pada akhirnya kepada Allah semuanya kita kembalikan.
Way jepara, April 04, 2011
Penulis,
…………………………
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa indonesia adalah pendidikan. sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Dengan pesatnya perkembangan dunia di era globalisasi ini,terutama di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka pendidikan nasional juga harus terus-menerus dikembangkan seirama dengan zaman. Pada umumnya sebuah sekolah dan pendidikan bertujuan pada bagaimanakehidupan manusia itu harus ditata, sesuai dengan nilai-nilai kewajaran dankeadaban (civility). Semua orang pasti mempunyai harapan dan cita-citabagaimana sebuah kehidupan yang baik. Karena itu pendidikan pada gilirannyaberperan mempersiapkan setiap orang untuk berperilaku penuh keadaban(civility). Keadaban inilah yang secara praktis sangat dibutuhkan dalam setiapgerak dan perilaku.
Dalam undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 BAB I Pasal 1 ayat 1 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia sera keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selama ini pendidikan di Indonesia masih menggunakan metode tradisional dan dikotomis (terjadi pemisahan) antara pendidikan yang berorientasi iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek). Pendidikan seperti ini tidak memadai lagi untuk merespon perkembangan masyarakat yang sangat dinamis. Metode pendidikan yang harus diterapkan sekarang adalah dengan mengembangkan pendidikan yang integralistik yang memadukan antara iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek).
Semakin melemahnya bangsa ini pasca krisis moneter yang kita alami telah membuat Indonesia berada di urutan bawah dalam hal kualitas pendidikannya. Minimnya sarana dan prasarana pendukung menyebabkan pengajaran tidak dapat dilakukan dengan optimal.
BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan Bagi Anak yang Sulit Belajar
1. Anak susah belajar
Banyak sekali sekarang orang tua yang mengeluh harus teriak-teriak bahkan memaksa anaknya untuk belajar. Sedangkan anak mereka tetap memilih bermain dan tidak menghiraukan teriakan orang tuanya. Berbagai metode dicoba orang tua untuk membuat anaknya rajin belajar. Mulai dengan memberi reward (hadiah) supaya anaknya mau belajar, memberikan fasilitas belajar yang memadai dan menyenangkan bagi anak, bahkan sampai menggunakan cara kerasak dengan mengikat kaki anak dengan kaki kursi untuk mempertahankan anak duduk dan belajar. Namun setelah berbagai cara dipakai orang tua untuk membuat anaknya rajin belajar, tetap saja para orang tua belum menemukan cara yang efektif untuk membuat anaknya rajin belajar.
Orang tua sering kali dibuat stres oleh tingkah anak-anak yang sulit untuk duduk di meja belajarnya untuk belajar. Fenomena inilah yang banyak terjadi di kalangan orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Hal apakah yang mendorong orang tua melakukan ini semua? Orang tua memiliki maksud yang mulia. Mereka tidak ingin anak-anak mereka menjadi anak yang tidak berprestasi, mereka ingin anak-anaknya menjadi kebanggaannya dengan memiliki nilai yang baik.
Para orang tua ingin kelak anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil di masa yang akan datang. Namun seringkali maksud mulia dari orang tua ini tidak direspon dengan baik oleh anak-anak, bahkan mereka memiliki kesan bahwa orang tua mereka “cerewet” dan lain sebagainya. Lalu bagaimana supaya anak-anak mau belajar tanpa harus dipaksa? Bagaimana membuat mereka sadar untuk belajar dan berprestasi? Berikut ada tiga tips untuk membuat anak-anak Anda belajar dengan rajin.
Anak adalah pembelajar yang ulung. Artinya anak akan belajar dan meniru apa yang orang tua mereka lakukan. Jika anak melihat orang tua mereka tidak pernah belajar, orang tua mereka tidak memberi teladan untuk belajar. Maka jangan salahkan anak-anak jika mereka juga tidak mau belajar. Seringkali orang tua berkilah “Papa dan Mama kan dulu sudah belajar. Bahkan sekarang Papa sudah punya gelar yang panjang….”. Para orang tua yang baik, anak-anak tidak dapat menerima alasan ini. Anak-anak melihat apa yang mereka lihat sekarang. Bukan apa yang pernah orang tua lakukan di masa yang lampau. Bahkan boleh dikata, anak-anak tidak melihat orang tuanya belajar karena mereka belum lahir bukan? Jadi berhenti menjadikan hal tersebut alasan. Belajar tidak mengenal usia. Orang tua juga bisa terus belajar mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Mulailah coba tetapkan jam belajar di rumah Anda. Suruh anak-anak belajar, tetapi orang tua juga belajar. Bacalah buku-buku pengembangan diri, buku-buku motivasi, buku-buku cara mendidik anak, dan lain-lain. Intinya duduklah bersama mereka, belajarlah bersama mereka. Jangan sampai Anda menyuruh anak-anak belajar, namun orang tua asyik tidur, bahkan menonton televisi. Lakukanlah kegiatan yang mendukung kegiatan belajar anak Anda. Mungkin Anda berkata bahwa Anda lelah karena bekerja seharian, atau mungkin masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, dan berbagai kesibukan yang Anda miliki.
Namun ketahuilah, sesuatu hasil yang baik membutuhkan pengorbanan yang mahal. Belajar bersama anak-anak mungkin terasa berat dan membosankan pada awalnya. Namun lakukanlah terus, ingat apa yang Anda lakukan akan berdampak luar biasa kepada anak-anak. Kembangkan budaya membaca di keluarga Anda, ini akan memudahkan Anda untuk menemani anak-anak Anda belajar. Jadilah teladan yang baik untuk anak-anak dan nikmatilah hasil yang luar biasa yang dicapai anak-anak.
a. Perhatian yang di berikan kepada anak dalam pendidikan anak
Anak-anak sangat suka apabila apa yang mereka kerjakan mendapat apresiasi atau penghargaan dari orang tuanya. Jangankan anak-anak, bukankah kita orang dewasa juga senang apabila menerima apresiasi atau penghargaan atas apa yang kita raih? Oleh karena itu hargailah prestasi yang dicapai anak-anak Anda. Sekecil apapun prestasi yang dihasilkan anak, beri penghargaan dan pengakuan kepada mereka. Apresiasi atau penghargaan bukan harus berupa hadiah yang mewah atau mahal harganya. Pujilah anak Anda ketika mereka berhasil meraih prestasi di suatu bidang. Berilah pengakuan kepada mereka bahwa anak-anak Anda luar biasa karena dapat meraih sebuah prestasi tertentu. Jangan terkesan Anda adalah orang tua yang selalu menuntut anak untuk meraih prestasi, namun Anda tidak pernah mengakui prestasi yang telah diraih anak. Lama kelamaan anak Anda akan jenuh dan tidak lagi berprestasi karena mereka merasa apa yang mereka lakukan tidak pernah cukup bagi orang tuanya. Sebaliknya apabila anak Anda belum meraih suatu prestasi, tidak mengapa. Berilah terus motivasi untuk berprestasi dan berikan pengakuan atas keberhasilan sekecil apapun yang diraih anak Anda. Ada kata bijak yang berkata “sesuatu yang dibiarkan, akan cenderung menurun”. Hal ini berlaku pula dengan prestasi anak-anak Anda.
Apabila mereka anak-anak yang berprestasi, namun Anda membiarkan dan tidak pernah memberi pengakuan atau penghargaan, lama kelamaan prestasi anak Anda akan menurun. Mereka akan menjadi malas belajar karena mereka tidak pernah mendapat pengakuan ataupun penghargaan dari Anda. Orang tua hendaknya juga memperhatikan perkembangan pendidikan anaknya. Wujud perhatian yang dapat diberikan orang tua contohnya adalah :
Memperhatikan perkembangan nilai atau prestasi anak (meningkat atau menurun)
Memperhatikan kebutuhan sarana pra sarana belajar anak (baik buku pelajaran, alat belajar maupun les tambahan / kursus bila diperlukan anak)
Hadir di sekolah ketika di panggil pihak sekolah (misal untuk mengambil hasil belajar / raport anak) jangan di wakilkan, hadirnya orang tua adalah wujud perhatian kepada anak.
Memperhatikan jadwal anak (misal kapan mereka ada ujian, kegiatan apa yang mereka ikuti, dsb).
b. Membuat Anak Lebih Semangat Belajar
Kadang-kadang kita dibuat jengkel dengan tingah anak-anak yang susah sekali untuk diajak belajar. Selalu saja ada alasan untuk menunda-nunda mengerjakan PR. Telah banyak sekali cara kita lakukan untuk memotivasi anak agar lebih giat belajar. Tapi hasilnya mereka selalu ogah-ogahan. Jangan panik ataupun marah-marah dengan sikap anak-anak kita yang seperti itu. Kita harus bias pelan-pelan membuat mereka untuk lebih sadar tentang pentingnya pendidikan. Jangan hanya uring-uringan saja, kita perlu trik-trik jitu untuk membuat si kecil selalu siap di meja belajar. Apa saja yang harus kita lakukan?
a. Sadarkan akan pentingnya belajar, dengan mengenalkan tokoh-tokoh yang dapat memotivasi mereka untuk giat belajar.
Hal pertama yang dilakukan orang tua adalah menyadarkan kepada anak-anaknya bahwa pendidikan sangat diperlukan. Kita harus memompa semangat blajar mereka dengan mengenalkan tokoh-tokoh yang layak untuk menjadi panutan. Meyakinkan bahwa mereka adalah harapan dan penerus kelangsungan kehidupan bangsa dan Negara.
b. Menjadi partner belajar anak-anak.
Jangan sungkan-sungkan untuk menjadi teman diskusi belajar anak-anak anda. Jadi, ikutlah bersama mereka untuk belajar. Menjadi partner belajar itu lebih efektif untuk membuat anak-anak asyik belajar. Sisakan waktu istirahat anda untuk menemani anak-anak belajar. Jadilah teman yang bisa diajak diskusi apa saja tentang pelajaran. Tidak masalah bila anda harus mengulang pelajaran saat sekolah dulu, paling enggak kita bisa memangkas biaya untuk memanggil guru privat.
c. Dukung dengan fasilitas-fasilitas belajar yang nyaman.
Tempat yang nyaman adalah pendukung semangat belajar anak-anak. Kalau memungkinkan buatlah tempat belajar yang nyaman. Di ruangan khusus untuk belajar biar ia tidak terganggu dengan aktivitas orang-orang disekitarnya. Bila perlu fasilitasi dengan perlengkapan yang nyaman. Tempat duduk dan meja lengkap dengan peralatan belajar yang menarik. Ini dapat membantu semangatnya untuk terus belajar.
d. Temani
Saat anak-anak belajar jangan lupa selalu mendampingi atau menemaninya. Kalaupun anda tidak dapat membantunya dalam belajar paling tidak anda bisa mendampinginya belajar. Tawarkan bantuan bila memang ia membutuhkan, siapa tahu ia ingin minta anda membuatkan soal untuknya agar ia bisa berlatih menghadapi ulangan sendiri di rumah.
e. Beri hadiah untuk prestasinya
Ini juga tips yang sering dipakai para orang tua untuk membuat anak-anaknya giat dalam mencetak prestasi. Salah satunya dengan memberikan hadiah untuk prestasinya. Cara ini tergolong ampuh dan efektif. Hadiah tidak perlu mahal, bila memungkinkan cukup belikan dia peralatan sekolah seperti tempat pensil lucu bila ulangan matematikanya memuaskan. Dengan meberikan hadiah nampaknya membuat mereka terdorong untuk lebih giat belajar agar ia mendapatkan hadiahnya.
c. Tanamkan bahwa belajar itu menyenangkan
Anak-anak suka sesuatu yang menyenangkan. Hal ini tampak bahwa anak-anak akan sangat antusias ketika mereka akan diajak bepergian atau berlibur. Oleh karena itu orang tua hendaknya menanamkan kepada anak-anak, bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan paksa anak-anak Anda untuk duduk di meja belajarnya dan memaksa mereka untuk belajar. Hal ini tidak akan efektif. Sebaliknya ciptakan suasana yang nyaman untuk belajar. Beri pengertian dan penjelasan kepada anak Anda, mengapa mereka harus belajar. Anak-anak Anda dapat menerima penjelasan dari Anda ketika mereka merasa penjelasan Anda masuk akal bagi mereka. Sebab itu berikan penjelasan yang dapat diterima oleh anak-anak. Beritahu mereka dengan penuh kasih, dengan komunikatif, ijinkan mereka berargumen, dengarkan keluhan mereka. Ketika anak-anak dapat menerima penjelasan Anda, anak-anak akan dengan rela hati dan tanpa paksaan untuk belajar. Beberapa contoh penjelasan yang dapat dipakai antara lain :
Mengapa mereka harus sekolah? Sekolah adalah salah satu cara kita untuk mendapat ilmu yang akan membuat kita bertambah pintar.
Tuntun mereka untuk memiliki cita-cita. Cita - cita itu dapat mereka capai salah satunya dengan sekolah.
Berikan pengalaman anda ketika anda sekolah. Bagikan pengalaman anda, tentang gunanya sekola bagi anda.
Dan lain sebagainya (berikan penjelasan sesuai usia anak anda)
Sesuatu yang dikerjakan dengan senang hati, akan menghasilkan prestasi yang maksimal. Oleh karena itu pastikan anak-anak Anda belajar dengan senang hati dan tanpa merasa terpaksa. Teruslah dari waktu ke waktu tanamkan kepada anak-anak bahwa sekolah dan belajar itu sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan. Lihatlah ketika mereka belajar dan bersekolah dengan senang hati, mereka dapat meraih prestasi maksimal yang dapat membanggakan orang tuanya.
Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anak mereka kelak menjadi orang yang berhasil. Oleh karena itu pastikan Anda menjadi orang tua yang dapat menjadi teladan bagi anak-anak, orang tua yang memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak, dan dari waktu ke waktu Anda menanamkan bahwa belajar itu menyenangkan bagi anak-anak. Pastikan Anda adalah orang tua yang turut andil mengantarkan anak-anak menuju keberhasilan dalam hidupnya. Kerjakan bagian Anda sebagai orang tua yang baik dan kelak Anda akan menuai hasilnya dengan melihat anak-anak Anda menjadi anak-anak yang berhasil di kehidupannya. Jadilah orang tua yang excellent!!!
d. Dalam hal memilih sekolah yang pas
Menjelang tahun ajaran baru, ada rutinitas yang menjadi agenda para orang tua yaitu mulai sibuk mencari sekolah Dan pastilah setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka berusaha agar anak dapat belajar dan mendapat pendidikan di sekolah yang terbaik . Sebenarnya ukuran terbaik sangat ideal untuk menjadi target, tetapi terkadang realitanya malah sulit untuk di wujudkan . Saya mengambil istilah PAS untuk criteria dalam mencari sekolah, karena sesuatu yang pas akan sangat enak untuk dijankau Ukuran pas ini harus dilihat dari sudut pandang anak sebagai prioritas baru ukuran orang tua. Belajar dari pengalaman, karena keterbatasan waktu yang dimiliki, banyak orangtua cenderung memilih sekolah “favorit” untuk anaknya. Sekolah yang dikenal memiliki “disiplin” tinggi, gedung yang megah, memberi banyak pekerjaan rumah, sekolah dari pagi sampai sore, menyediakan berbagai aktivitas ekstrakurikuler, dan seabrek aktivitas lainnya (Chris Pudjiastuti, 2000).
Orangtua sering tidak lagi memperhitungkan apakah anaknya bisa belajar dengan nyaman di sekolah itu. Atau apakah benar sekolah itu sesuai dengan tingkat kematangan kepribadian dan kemampuan inteligensi si anak. Di sini, yang lebih bicara adalah perasaan nyaman orangtua karena ‘merasa’ telah memberikan yang terbaik untuk anaknya.
Belajar dari apa yang di sampaikan oleh . Prof Dr. Conny Semiawan, seorang pakar pendidikan, agar pendidikan anak di sekolah sesuai dengan harapan orangtua, orangtua selain menyediakan kebutuhan fisik anak, juga psikologis anak. Kerap terjadi anak sulit belajar di sekolah pilihan orangtuanya. Dan kebanyakan para orang tua menyelesaikan masalah ini dengan meminta anak terus giat belajar , diberi tambahan les privat , hal ini akan menambah beban anak . Maka saran beliau untuk memilihkan sekolah bagi si anak harus sesuai dengan kemampuan dan ‘dunia’ anak. Anak tidak boleh diperlakukan sebagai ‘orang dewasa kecil’.
Lalu kriteria apa saja yang menjadi acuan pemihan sekolah agar pas dengan kondisi anak :
a. Kurikulum
Saat ini kurikulum yang diterapkan oleh sekolah sangat variatif , mulai dari sekolah standar umum , standar Nasional dan sekolah bertaraf Internasional . Orang tua harus bijak memilih kurikulum yang pas dengan kemampuan anak . Orang tua seharusnya tidak lagi terjebak pada istilah-istilah sekolah favourit, unggulan, plus dan lain-lain. Padahal yang dikembangkan hanya pada aspek kognitif saja atau academic minded. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menggali, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi (baca: kecerdasan majemuk) peserta didiknya.
Maka lakukan riset untuk mengetahu plus minus dari kurikulum yang ada di sekolah tersebut
b. Porsi Pendidikan Agama.
Peran pendidikan agama menjadi sangat signifikan terutama dalam membentuk kharakter dan perilaku anak . Melalui pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan muncul kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, anak, siswa dan anggota masyarakat.Pertimbangkan berapa alokasi dan porsi pendidikan agama di sekolah itu.
c. Profil Pendidik
Keberhasilan dari proses dan hasil output pendidikan tidak dapat dilepaskan dari andil guru. Boleh dikatakan guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan, maka cari informasi tentang bagamana profil guru di sekolah itu, karena pameo ” guru kencing Berdiri murid kencing Berlari ” menjadi potret utama keberhasilan dalam pendidikan .
d. Sarana dan prasarana yang ada disekolah
Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan baik disekolah juga akan memperlancar kegiatan belajar anak sehingga dapat mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan anak.
e. Lokasi sekolah dan lingkungan.
Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah, lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Sekolah yang tidak jauh dari rumah dan berada disekitar lingkungan yang baik dan aman akan memberikan kenyamanan pada anak dalam kegiatan belajar, oleh sebab itu faktor lingkungan jan jarak juga harus menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah
f. Biaya pendidikan
Barangkali, faktor biaya ini menjadi pertimbangan paling utama yang tidak menyangkut anak tetapi kemampuan ekonomi orang tua . Biaya pendidikan berkaitan dengan fasilitas pembelajaran dan program-program unggulan yang ditawarkan.. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan sekolah, orang tua diharapkan sudah mampu mengukur kemampuan secara ekonomi tentang biaya pendidikan yang harus dikeluarkan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAM
Dengan demikian untuk untuk mengurangi siswa susah untuk belajar Guru mempunyai peranan penting dalam pendidikan,
1. Jika siswa mulai kelihatan jenuh, ajaklah peserta didik kita untuk bermain sebentar, contohnya siswa diberi kebebasan membuat yel-yel, tepuk-tepuk yang menurut mereka bisa menumbuhkan semangat belajar(3menit yel-yel diucapkan bersama)
2. Sebelum pelajaran inti guru mengajak siswa dalam sebuah permainan yang berguna untuk memusatkan konsentrasi anak, contohnya guru menyebut gajah siswa mempraktekkan dengan gerakan dan ucapan kecil, ketika guru menyebut semut siswa merespon dengan gerakan dan ucapan besar. Hal itu bisa dicontohkan ke benda-benda lain.
3. Mengajak siswa dalam suasana berbeda contoh guru tidak hanya monoton mengajar didalam kelas tetapi diluar kelaspun jadi asal siswa diajak untuk tetap bertanggungjawab & tetap komitmen belajar.
4. Siswa diberi tanggung jawab untuk melakukan menjelaskan materi yang sebelumnya dibuat tugas kelompok dan teman lainnya diajak untuk menilainya. Guru harus bisa mengarahkan dan mendorong sisiwa itu untuk lebih kreati.
5. Siswa diberi tanggung jawab untuk membuat soal sendiri dan diserahkan kepada gurunya, kemudian guru menyortir dan menggunakannya sebagai ulangan harian. Dari hasil evaluasi tersebut guru memberi nilai 80 kepada siswa yang pintar untuk mencapai nilai 100, siswa tersebut diberitanggung jawab untuk mengajari temannya yang nilainya kurang. Guru membimbing dan mengawasinya.
REFRENSI
1. bintangbangsaku.com/artikel
2. Konsultasi Ilmiah : dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO, Kedokteran Olahraga- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
3. Majalah Ayahbunda – 2001
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok\:
Mata Kuliah : Ilmu Jiwa Mengajar
Dosen : Radian Gani
DI SUSUN OLEH:
KHOIRUL FATAH
ELIZA PUSPITA
ZUBAIDAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM
LAMPUNG TAHUN 2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar”. Makalah ini di buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah ILMU JIWA MENGAJAR
Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini, oleh karena itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat terutama bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Dan pada akhirnya kepada Allah semuanya kita kembalikan.
Way jepara, April 04, 2011
Penulis,
…………………………
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa indonesia adalah pendidikan. sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Dengan pesatnya perkembangan dunia di era globalisasi ini,terutama di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka pendidikan nasional juga harus terus-menerus dikembangkan seirama dengan zaman. Pada umumnya sebuah sekolah dan pendidikan bertujuan pada bagaimanakehidupan manusia itu harus ditata, sesuai dengan nilai-nilai kewajaran dankeadaban (civility). Semua orang pasti mempunyai harapan dan cita-citabagaimana sebuah kehidupan yang baik. Karena itu pendidikan pada gilirannyaberperan mempersiapkan setiap orang untuk berperilaku penuh keadaban(civility). Keadaban inilah yang secara praktis sangat dibutuhkan dalam setiapgerak dan perilaku.
Dalam undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 BAB I Pasal 1 ayat 1 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia sera keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selama ini pendidikan di Indonesia masih menggunakan metode tradisional dan dikotomis (terjadi pemisahan) antara pendidikan yang berorientasi iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek). Pendidikan seperti ini tidak memadai lagi untuk merespon perkembangan masyarakat yang sangat dinamis. Metode pendidikan yang harus diterapkan sekarang adalah dengan mengembangkan pendidikan yang integralistik yang memadukan antara iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (iptek).
Semakin melemahnya bangsa ini pasca krisis moneter yang kita alami telah membuat Indonesia berada di urutan bawah dalam hal kualitas pendidikannya. Minimnya sarana dan prasarana pendukung menyebabkan pengajaran tidak dapat dilakukan dengan optimal.
BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan Bagi Anak yang Sulit Belajar
1. Anak susah belajar
Banyak sekali sekarang orang tua yang mengeluh harus teriak-teriak bahkan memaksa anaknya untuk belajar. Sedangkan anak mereka tetap memilih bermain dan tidak menghiraukan teriakan orang tuanya. Berbagai metode dicoba orang tua untuk membuat anaknya rajin belajar. Mulai dengan memberi reward (hadiah) supaya anaknya mau belajar, memberikan fasilitas belajar yang memadai dan menyenangkan bagi anak, bahkan sampai menggunakan cara kerasak dengan mengikat kaki anak dengan kaki kursi untuk mempertahankan anak duduk dan belajar. Namun setelah berbagai cara dipakai orang tua untuk membuat anaknya rajin belajar, tetap saja para orang tua belum menemukan cara yang efektif untuk membuat anaknya rajin belajar.
Orang tua sering kali dibuat stres oleh tingkah anak-anak yang sulit untuk duduk di meja belajarnya untuk belajar. Fenomena inilah yang banyak terjadi di kalangan orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Hal apakah yang mendorong orang tua melakukan ini semua? Orang tua memiliki maksud yang mulia. Mereka tidak ingin anak-anak mereka menjadi anak yang tidak berprestasi, mereka ingin anak-anaknya menjadi kebanggaannya dengan memiliki nilai yang baik.
Para orang tua ingin kelak anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil di masa yang akan datang. Namun seringkali maksud mulia dari orang tua ini tidak direspon dengan baik oleh anak-anak, bahkan mereka memiliki kesan bahwa orang tua mereka “cerewet” dan lain sebagainya. Lalu bagaimana supaya anak-anak mau belajar tanpa harus dipaksa? Bagaimana membuat mereka sadar untuk belajar dan berprestasi? Berikut ada tiga tips untuk membuat anak-anak Anda belajar dengan rajin.
Anak adalah pembelajar yang ulung. Artinya anak akan belajar dan meniru apa yang orang tua mereka lakukan. Jika anak melihat orang tua mereka tidak pernah belajar, orang tua mereka tidak memberi teladan untuk belajar. Maka jangan salahkan anak-anak jika mereka juga tidak mau belajar. Seringkali orang tua berkilah “Papa dan Mama kan dulu sudah belajar. Bahkan sekarang Papa sudah punya gelar yang panjang….”. Para orang tua yang baik, anak-anak tidak dapat menerima alasan ini. Anak-anak melihat apa yang mereka lihat sekarang. Bukan apa yang pernah orang tua lakukan di masa yang lampau. Bahkan boleh dikata, anak-anak tidak melihat orang tuanya belajar karena mereka belum lahir bukan? Jadi berhenti menjadikan hal tersebut alasan. Belajar tidak mengenal usia. Orang tua juga bisa terus belajar mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Mulailah coba tetapkan jam belajar di rumah Anda. Suruh anak-anak belajar, tetapi orang tua juga belajar. Bacalah buku-buku pengembangan diri, buku-buku motivasi, buku-buku cara mendidik anak, dan lain-lain. Intinya duduklah bersama mereka, belajarlah bersama mereka. Jangan sampai Anda menyuruh anak-anak belajar, namun orang tua asyik tidur, bahkan menonton televisi. Lakukanlah kegiatan yang mendukung kegiatan belajar anak Anda. Mungkin Anda berkata bahwa Anda lelah karena bekerja seharian, atau mungkin masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, dan berbagai kesibukan yang Anda miliki.
Namun ketahuilah, sesuatu hasil yang baik membutuhkan pengorbanan yang mahal. Belajar bersama anak-anak mungkin terasa berat dan membosankan pada awalnya. Namun lakukanlah terus, ingat apa yang Anda lakukan akan berdampak luar biasa kepada anak-anak. Kembangkan budaya membaca di keluarga Anda, ini akan memudahkan Anda untuk menemani anak-anak Anda belajar. Jadilah teladan yang baik untuk anak-anak dan nikmatilah hasil yang luar biasa yang dicapai anak-anak.
a. Perhatian yang di berikan kepada anak dalam pendidikan anak
Anak-anak sangat suka apabila apa yang mereka kerjakan mendapat apresiasi atau penghargaan dari orang tuanya. Jangankan anak-anak, bukankah kita orang dewasa juga senang apabila menerima apresiasi atau penghargaan atas apa yang kita raih? Oleh karena itu hargailah prestasi yang dicapai anak-anak Anda. Sekecil apapun prestasi yang dihasilkan anak, beri penghargaan dan pengakuan kepada mereka. Apresiasi atau penghargaan bukan harus berupa hadiah yang mewah atau mahal harganya. Pujilah anak Anda ketika mereka berhasil meraih prestasi di suatu bidang. Berilah pengakuan kepada mereka bahwa anak-anak Anda luar biasa karena dapat meraih sebuah prestasi tertentu. Jangan terkesan Anda adalah orang tua yang selalu menuntut anak untuk meraih prestasi, namun Anda tidak pernah mengakui prestasi yang telah diraih anak. Lama kelamaan anak Anda akan jenuh dan tidak lagi berprestasi karena mereka merasa apa yang mereka lakukan tidak pernah cukup bagi orang tuanya. Sebaliknya apabila anak Anda belum meraih suatu prestasi, tidak mengapa. Berilah terus motivasi untuk berprestasi dan berikan pengakuan atas keberhasilan sekecil apapun yang diraih anak Anda. Ada kata bijak yang berkata “sesuatu yang dibiarkan, akan cenderung menurun”. Hal ini berlaku pula dengan prestasi anak-anak Anda.
Apabila mereka anak-anak yang berprestasi, namun Anda membiarkan dan tidak pernah memberi pengakuan atau penghargaan, lama kelamaan prestasi anak Anda akan menurun. Mereka akan menjadi malas belajar karena mereka tidak pernah mendapat pengakuan ataupun penghargaan dari Anda. Orang tua hendaknya juga memperhatikan perkembangan pendidikan anaknya. Wujud perhatian yang dapat diberikan orang tua contohnya adalah :
Memperhatikan perkembangan nilai atau prestasi anak (meningkat atau menurun)
Memperhatikan kebutuhan sarana pra sarana belajar anak (baik buku pelajaran, alat belajar maupun les tambahan / kursus bila diperlukan anak)
Hadir di sekolah ketika di panggil pihak sekolah (misal untuk mengambil hasil belajar / raport anak) jangan di wakilkan, hadirnya orang tua adalah wujud perhatian kepada anak.
Memperhatikan jadwal anak (misal kapan mereka ada ujian, kegiatan apa yang mereka ikuti, dsb).
b. Membuat Anak Lebih Semangat Belajar
Kadang-kadang kita dibuat jengkel dengan tingah anak-anak yang susah sekali untuk diajak belajar. Selalu saja ada alasan untuk menunda-nunda mengerjakan PR. Telah banyak sekali cara kita lakukan untuk memotivasi anak agar lebih giat belajar. Tapi hasilnya mereka selalu ogah-ogahan. Jangan panik ataupun marah-marah dengan sikap anak-anak kita yang seperti itu. Kita harus bias pelan-pelan membuat mereka untuk lebih sadar tentang pentingnya pendidikan. Jangan hanya uring-uringan saja, kita perlu trik-trik jitu untuk membuat si kecil selalu siap di meja belajar. Apa saja yang harus kita lakukan?
a. Sadarkan akan pentingnya belajar, dengan mengenalkan tokoh-tokoh yang dapat memotivasi mereka untuk giat belajar.
Hal pertama yang dilakukan orang tua adalah menyadarkan kepada anak-anaknya bahwa pendidikan sangat diperlukan. Kita harus memompa semangat blajar mereka dengan mengenalkan tokoh-tokoh yang layak untuk menjadi panutan. Meyakinkan bahwa mereka adalah harapan dan penerus kelangsungan kehidupan bangsa dan Negara.
b. Menjadi partner belajar anak-anak.
Jangan sungkan-sungkan untuk menjadi teman diskusi belajar anak-anak anda. Jadi, ikutlah bersama mereka untuk belajar. Menjadi partner belajar itu lebih efektif untuk membuat anak-anak asyik belajar. Sisakan waktu istirahat anda untuk menemani anak-anak belajar. Jadilah teman yang bisa diajak diskusi apa saja tentang pelajaran. Tidak masalah bila anda harus mengulang pelajaran saat sekolah dulu, paling enggak kita bisa memangkas biaya untuk memanggil guru privat.
c. Dukung dengan fasilitas-fasilitas belajar yang nyaman.
Tempat yang nyaman adalah pendukung semangat belajar anak-anak. Kalau memungkinkan buatlah tempat belajar yang nyaman. Di ruangan khusus untuk belajar biar ia tidak terganggu dengan aktivitas orang-orang disekitarnya. Bila perlu fasilitasi dengan perlengkapan yang nyaman. Tempat duduk dan meja lengkap dengan peralatan belajar yang menarik. Ini dapat membantu semangatnya untuk terus belajar.
d. Temani
Saat anak-anak belajar jangan lupa selalu mendampingi atau menemaninya. Kalaupun anda tidak dapat membantunya dalam belajar paling tidak anda bisa mendampinginya belajar. Tawarkan bantuan bila memang ia membutuhkan, siapa tahu ia ingin minta anda membuatkan soal untuknya agar ia bisa berlatih menghadapi ulangan sendiri di rumah.
e. Beri hadiah untuk prestasinya
Ini juga tips yang sering dipakai para orang tua untuk membuat anak-anaknya giat dalam mencetak prestasi. Salah satunya dengan memberikan hadiah untuk prestasinya. Cara ini tergolong ampuh dan efektif. Hadiah tidak perlu mahal, bila memungkinkan cukup belikan dia peralatan sekolah seperti tempat pensil lucu bila ulangan matematikanya memuaskan. Dengan meberikan hadiah nampaknya membuat mereka terdorong untuk lebih giat belajar agar ia mendapatkan hadiahnya.
c. Tanamkan bahwa belajar itu menyenangkan
Anak-anak suka sesuatu yang menyenangkan. Hal ini tampak bahwa anak-anak akan sangat antusias ketika mereka akan diajak bepergian atau berlibur. Oleh karena itu orang tua hendaknya menanamkan kepada anak-anak, bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan paksa anak-anak Anda untuk duduk di meja belajarnya dan memaksa mereka untuk belajar. Hal ini tidak akan efektif. Sebaliknya ciptakan suasana yang nyaman untuk belajar. Beri pengertian dan penjelasan kepada anak Anda, mengapa mereka harus belajar. Anak-anak Anda dapat menerima penjelasan dari Anda ketika mereka merasa penjelasan Anda masuk akal bagi mereka. Sebab itu berikan penjelasan yang dapat diterima oleh anak-anak. Beritahu mereka dengan penuh kasih, dengan komunikatif, ijinkan mereka berargumen, dengarkan keluhan mereka. Ketika anak-anak dapat menerima penjelasan Anda, anak-anak akan dengan rela hati dan tanpa paksaan untuk belajar. Beberapa contoh penjelasan yang dapat dipakai antara lain :
Mengapa mereka harus sekolah? Sekolah adalah salah satu cara kita untuk mendapat ilmu yang akan membuat kita bertambah pintar.
Tuntun mereka untuk memiliki cita-cita. Cita - cita itu dapat mereka capai salah satunya dengan sekolah.
Berikan pengalaman anda ketika anda sekolah. Bagikan pengalaman anda, tentang gunanya sekola bagi anda.
Dan lain sebagainya (berikan penjelasan sesuai usia anak anda)
Sesuatu yang dikerjakan dengan senang hati, akan menghasilkan prestasi yang maksimal. Oleh karena itu pastikan anak-anak Anda belajar dengan senang hati dan tanpa merasa terpaksa. Teruslah dari waktu ke waktu tanamkan kepada anak-anak bahwa sekolah dan belajar itu sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan. Lihatlah ketika mereka belajar dan bersekolah dengan senang hati, mereka dapat meraih prestasi maksimal yang dapat membanggakan orang tuanya.
Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anak mereka kelak menjadi orang yang berhasil. Oleh karena itu pastikan Anda menjadi orang tua yang dapat menjadi teladan bagi anak-anak, orang tua yang memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anak, dan dari waktu ke waktu Anda menanamkan bahwa belajar itu menyenangkan bagi anak-anak. Pastikan Anda adalah orang tua yang turut andil mengantarkan anak-anak menuju keberhasilan dalam hidupnya. Kerjakan bagian Anda sebagai orang tua yang baik dan kelak Anda akan menuai hasilnya dengan melihat anak-anak Anda menjadi anak-anak yang berhasil di kehidupannya. Jadilah orang tua yang excellent!!!
d. Dalam hal memilih sekolah yang pas
Menjelang tahun ajaran baru, ada rutinitas yang menjadi agenda para orang tua yaitu mulai sibuk mencari sekolah Dan pastilah setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka berusaha agar anak dapat belajar dan mendapat pendidikan di sekolah yang terbaik . Sebenarnya ukuran terbaik sangat ideal untuk menjadi target, tetapi terkadang realitanya malah sulit untuk di wujudkan . Saya mengambil istilah PAS untuk criteria dalam mencari sekolah, karena sesuatu yang pas akan sangat enak untuk dijankau Ukuran pas ini harus dilihat dari sudut pandang anak sebagai prioritas baru ukuran orang tua. Belajar dari pengalaman, karena keterbatasan waktu yang dimiliki, banyak orangtua cenderung memilih sekolah “favorit” untuk anaknya. Sekolah yang dikenal memiliki “disiplin” tinggi, gedung yang megah, memberi banyak pekerjaan rumah, sekolah dari pagi sampai sore, menyediakan berbagai aktivitas ekstrakurikuler, dan seabrek aktivitas lainnya (Chris Pudjiastuti, 2000).
Orangtua sering tidak lagi memperhitungkan apakah anaknya bisa belajar dengan nyaman di sekolah itu. Atau apakah benar sekolah itu sesuai dengan tingkat kematangan kepribadian dan kemampuan inteligensi si anak. Di sini, yang lebih bicara adalah perasaan nyaman orangtua karena ‘merasa’ telah memberikan yang terbaik untuk anaknya.
Belajar dari apa yang di sampaikan oleh . Prof Dr. Conny Semiawan, seorang pakar pendidikan, agar pendidikan anak di sekolah sesuai dengan harapan orangtua, orangtua selain menyediakan kebutuhan fisik anak, juga psikologis anak. Kerap terjadi anak sulit belajar di sekolah pilihan orangtuanya. Dan kebanyakan para orang tua menyelesaikan masalah ini dengan meminta anak terus giat belajar , diberi tambahan les privat , hal ini akan menambah beban anak . Maka saran beliau untuk memilihkan sekolah bagi si anak harus sesuai dengan kemampuan dan ‘dunia’ anak. Anak tidak boleh diperlakukan sebagai ‘orang dewasa kecil’.
Lalu kriteria apa saja yang menjadi acuan pemihan sekolah agar pas dengan kondisi anak :
a. Kurikulum
Saat ini kurikulum yang diterapkan oleh sekolah sangat variatif , mulai dari sekolah standar umum , standar Nasional dan sekolah bertaraf Internasional . Orang tua harus bijak memilih kurikulum yang pas dengan kemampuan anak . Orang tua seharusnya tidak lagi terjebak pada istilah-istilah sekolah favourit, unggulan, plus dan lain-lain. Padahal yang dikembangkan hanya pada aspek kognitif saja atau academic minded. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menggali, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi (baca: kecerdasan majemuk) peserta didiknya.
Maka lakukan riset untuk mengetahu plus minus dari kurikulum yang ada di sekolah tersebut
b. Porsi Pendidikan Agama.
Peran pendidikan agama menjadi sangat signifikan terutama dalam membentuk kharakter dan perilaku anak . Melalui pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan muncul kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, anak, siswa dan anggota masyarakat.Pertimbangkan berapa alokasi dan porsi pendidikan agama di sekolah itu.
c. Profil Pendidik
Keberhasilan dari proses dan hasil output pendidikan tidak dapat dilepaskan dari andil guru. Boleh dikatakan guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan, maka cari informasi tentang bagamana profil guru di sekolah itu, karena pameo ” guru kencing Berdiri murid kencing Berlari ” menjadi potret utama keberhasilan dalam pendidikan .
d. Sarana dan prasarana yang ada disekolah
Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan baik disekolah juga akan memperlancar kegiatan belajar anak sehingga dapat mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan anak.
e. Lokasi sekolah dan lingkungan.
Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah, lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Sekolah yang tidak jauh dari rumah dan berada disekitar lingkungan yang baik dan aman akan memberikan kenyamanan pada anak dalam kegiatan belajar, oleh sebab itu faktor lingkungan jan jarak juga harus menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah
f. Biaya pendidikan
Barangkali, faktor biaya ini menjadi pertimbangan paling utama yang tidak menyangkut anak tetapi kemampuan ekonomi orang tua . Biaya pendidikan berkaitan dengan fasilitas pembelajaran dan program-program unggulan yang ditawarkan.. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan sekolah, orang tua diharapkan sudah mampu mengukur kemampuan secara ekonomi tentang biaya pendidikan yang harus dikeluarkan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAM
Dengan demikian untuk untuk mengurangi siswa susah untuk belajar Guru mempunyai peranan penting dalam pendidikan,
1. Jika siswa mulai kelihatan jenuh, ajaklah peserta didik kita untuk bermain sebentar, contohnya siswa diberi kebebasan membuat yel-yel, tepuk-tepuk yang menurut mereka bisa menumbuhkan semangat belajar(3menit yel-yel diucapkan bersama)
2. Sebelum pelajaran inti guru mengajak siswa dalam sebuah permainan yang berguna untuk memusatkan konsentrasi anak, contohnya guru menyebut gajah siswa mempraktekkan dengan gerakan dan ucapan kecil, ketika guru menyebut semut siswa merespon dengan gerakan dan ucapan besar. Hal itu bisa dicontohkan ke benda-benda lain.
3. Mengajak siswa dalam suasana berbeda contoh guru tidak hanya monoton mengajar didalam kelas tetapi diluar kelaspun jadi asal siswa diajak untuk tetap bertanggungjawab & tetap komitmen belajar.
4. Siswa diberi tanggung jawab untuk melakukan menjelaskan materi yang sebelumnya dibuat tugas kelompok dan teman lainnya diajak untuk menilainya. Guru harus bisa mengarahkan dan mendorong sisiwa itu untuk lebih kreati.
5. Siswa diberi tanggung jawab untuk membuat soal sendiri dan diserahkan kepada gurunya, kemudian guru menyortir dan menggunakannya sebagai ulangan harian. Dari hasil evaluasi tersebut guru memberi nilai 80 kepada siswa yang pintar untuk mencapai nilai 100, siswa tersebut diberitanggung jawab untuk mengajari temannya yang nilainya kurang. Guru membimbing dan mengawasinya.
REFRENSI
1. bintangbangsaku.com/artikel
2. Konsultasi Ilmiah : dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO, Kedokteran Olahraga- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
3. Majalah Ayahbunda – 2001
makalah haji
HAJI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
FIQIH
Disusun Oleh :
KHOIRUL FATAH
FATIMAH
Dosen pengampu :
FATHUL IN’AM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM LAMPUNG 2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh Yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Haji “ yang digunakan sebagai salah satu tugas mata kuliah Fiqih yang disampaikan oleh dosen pengampu Fahul in’am.
Penulis ucapkan banyak terima kasih kepada segala pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bisa membantu bagi siapa saja yang membutuhkan sedikit pengetahuan tentang Haji“.
Namun demikian makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk di masa yang akan datang.
Way Jepara, 23 Mei 2011
Penulis
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ibadah haji adalah merupakan hukum islam yang kelima. Jadi haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan bagi setiap orang islam yang mampu. Dan wajib pulalah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang ibadah tersebut, yang antara lain, ada rukun haji, syarat dan wajibnya, adab, sunah-sunah haji, dan juga ada larangan-larangan ada dan ada juga dengan gam (denda) bagi orang-orang yang melanggarnya.
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A. Pengertian Haji
- Haji menurut bahasa menyengaja sesuatu . sedangkan haji menurut syara` ialah sengaja mengunjungi ka`bah untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat-syarat tertentu :
Syarat-syarat wajib haji
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Kuasa / mampu
Pengertian mampu disini ada 2 macam :
1. Mampu mengerjakan haji dengan sendirinya dengan beberapa syarat sebagai berikut
a. Ada bekal
b. Kendaraan (transport)
c. Aman adalam perjalanannya
d. Perempuan harus ada mahromnya
2. Kuasa mengerjakan haji yang bukan dikerjakan oleh yang bersangkutan, tetapi dengan jalan menggantinya dengan orang lain. Contohnya : orang yang sudah meninggal dunia sedangkan masa hidupnya ia telah mencukupi syarat-syarat wajib haji maka hajinya wajib dikerjakan oleh orang lain. Maka ahli warisnya wajib mencarikan orang untuk mengerjakan hajinya. Dengan ketentuan, membayar semua tanggungan hajinya.
- Rukun Haji
1. Ihrom (berniat mulai mengerjakan haji atau umroh)
2. Wakuf di padang arofah pada tanggal 9 dzulhijah.
3. Thowaf (mengelilingi ka`bah) sebanyak 7 kali putaran dan dimulai dari hajar aswad.
4. Sa`i antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali.
5. Menyukur atau menggunting rambut minimal 3 helai.
6. Tertib.
- Syarat-syarat Sa`i
a. Dimulai dari bukit Shofa diakhiri di bukit marwah
b. Hendaklah sa`i dilaksanakan 7 kali
c. Sa`i dikerjakan setelah thowaf, baik thowaf ataupun thowaf udum.
WAJIB HAJI
Yang dimaksud kata wajib dan rukun biasanya maknanya sama, akan tetapi dalam masalah haji ada perbedaan
Rukun: ialah sesuatu yang menjadikan hajinya sah, tetapi tidak boleh diganti dengan dam (menyembelih binatang)
Wajib : sesuatu yang perlu dikerjakan tetapi sahnya haji tidak tergantung padanya dan boleh diganti dengan dam
Beberapa wajibnya haji antara lain :
1. Ihrom
2. Berhenti di mushdalifah di tengah malam, pada malam hari raya haji sesudah hadir di padang arofah.
3. Melontar jamrotul aqobah pada hari raya haji.
4. Melontar 3 jumroh yakni jumroh yang pertama, kedua dan ketiga,( jumroh aqobah dilontarkan pada 11,12,13 Dzulhijah dan tiap-tiap jumroh dilontar dengan 7 batu kecil, sedangkan waktu melontarkannya sesudah tergelincirnya matahari pada tiap-tiap hari tersebut).
5. Bermalam di mina.
6. Thowaf wada` (thowaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan kota mekah).
7. Menjauhkan diri dari segala larangan yang diharamkan.
SUNAH-SUNAH HAJI
1. Dari segi cara melaksanakannya.
a. Ifrod : mendahulukan ikhrom haji dulu, kemudian ikhrom.
b. Tamathuk sebaliknya, mengerjakan ihrom umroh baru ikhrom haji.
c. Qiron : mengerjakan bersama-sama antara haji dan umroh
2. Membaca talbiyah dengan suara keras bagi yang laki-laki dan bagi perempuan hendaklah diucapkan sekedar terdengar oleh telinganya sendiri.
3. Berdo`a sesudah membaca talbiyah.
4. Membaca dzikir waktu thowaf.
5. Sholat dua rokaat sesudah thowaf.
6. Masuk ke ka`bah.
Larangan-Larangan Ihrom
A. Bagi Orang Laki-laki
1. Dilarang memakai pakaian yang berjahit, kecuali pada waktu keadaan sangat mendesak. Seperti sangat panas ataupun sangat dingin. Akan tetapi wajib membayar dzam.
2. Dilarang menutup kepala, kecuali sangat diperlukan namun wajib membayar dzam.
B. Bagi Perempuan
1. Dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan, kecuali dalam keadaan sangat mendesak, namun wajib membayar dzam.
C. Bagi Laki-laki dan Perempuan
1. Dilarang memakai wangi-wangian, baik pada badan dan pakaian.
2. Dilarang menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain.
3. Dilarang memotong kuku.
4. Dilarang mengadakan nikah.
5. Dilaeang bersetubuh dan pendahuluannya.
6. Dilarang berburu dan membunuh binatang.
7.
Tahalul (penghalalan beberapa penghalalan beberapa larangan)
1. Melontar jumroh pada hari raya.
2. Mencukur atau menggunting rambut .
3. Thowaf yang diiringi dengan sa`i jika ia belum sa`i sebelum thowaf qudum.
Apabila dua perkara diantara tiga perkara tersebut telah dikerjakan, maka halallah beberapa larangan, antara lain :
1. Memakai pakaian berjahit.
2. Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka dan telapak tangan bagi perempuan.
3. Memotong kuku.
4. Memakai wangi-wangian.
5. Berburu dan membunuh binatang.
Beberapa Jenis Denda (Dam)
1. Dam wajib sebab meninggalkan perkara yang meninggalkan ihrom dari miqodnya. Maka wajib baginya membayar dzam dengan menyembelih kambing yang ukurannya cukup untuk dibuat qurban. Jika tidak mampu maka hendaknya puasa 10 hari, yang tiga hari dilakukan ketika masih haji yang tujuh hari dilakukan ketika sudah sampai di tanah air.
2. Memotong rambut atau memakai wangi-wangian. Ini dzamnya boleh memilih. Memotong kambing yang cukup untuk dibuat qurban atau puasa tiga hari, atau bersedekah dengan tiga sha` yang diberikan kepada fakir miskin.
3. Dam wajib sebab terhalang, maka hendaknya bertahalullah orang yang berihrom dengan niat tahalul dengan tujuan keluar dari ibadahnya disebabnya halangan. Maka dzamnya memotong kambing yang di tempat terhalangnya tadi dan mencukurlah rambutnya setelah memotong kambing.
4. Dam wajib sebab membunuh binatang buruan. Dam ini boleh memilih jika bintang yang terbunuh itu mempunyai bandingan dengan binatang peliharaan maka memotong binatang yang sebanding dengan binatang yang terbunuh. Dan dibagikan kepada fakir miskin di tanah haram. Jika tidak ada dihitung harganya dan dibelikan makanan kemudian makanan itu disedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram. Dan jika tidak mampu, berpuasa sebanyak harga binatang tadi, tetapi seperempat sop makanan maka berpuasa 1 hari. Akan tetapi tidak harus dikerjakan di tanah haram maka puasa boleh dikerjakan di tanah kelahiran.
5. Dam wajib sebab.
1. Wajib memotong seekor unta apabila tidak mampu memotong sapi, dan apabila tidak mampu lagi memotong 7 ekor kambing dan apabila tidak mampu maka hendaknya unta tersebut diperkirakan harganya kemudian uangnya itu dibelikan makanan dan dibagikan kepada fakir miskin di tanah haram dan jika tidak mampu maka hendaknya berpuasa tiap-tiap mut berpuasa 1 hari.
Ayat tentang haji dan
Al baqarah
• •
158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah[102]. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tidak ada dosa baginya[103] mengerjakan sa'i antara keduanya. dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri[104] kebaikan lagi Maha Mengetahui.
[102] Syi'ar-syi'ar Allah: tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah.
[103] Tuhan mengungkapkan dengan perkataan tidak ada dosa sebab sebahagian sahabat merasa keberatan mengerjakannya sa'i di situ, Karena tempat itu bekas tempat berhala. dan di masa jahiliyahpun tempat itu digunakan sebagai tempat sa'i. untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah menurunkan ayat ini.
[104] Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, mema'afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya dan sebagainya.
•• •
125. Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".
Al hajj
•• •
26. Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu Ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.
27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
28. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran[987] yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka[988] dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
30. Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah[989] Maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. dan Telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dapat kami simpulkan.
- Jadi haji ialah sengaja mengunjungi ka`bah untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat-syarat tertentu :
Agar hajinya mabrur dan di terima di sisi Allah maka hendaklah melakukan rukun haji, di antaranya ialah.
- Rukun Haji
1. Ihrom (berniat mulai mengerjakan haji atau umroh)
2. Wakuf di padang arofah pada tanggal 9 dzulhijah.
3. Thowaf (mengelilingi ka`bah) sebanyak 7 kali putaran dan dimulai dari hajar aswad.
4. Sa`i antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali.
5. Menyukur atau menggunting rambut minimal 3 helai.
6. Tertib.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
FIQIH
Disusun Oleh :
KHOIRUL FATAH
FATIMAH
Dosen pengampu :
FATHUL IN’AM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM LAMPUNG 2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh Yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Haji “ yang digunakan sebagai salah satu tugas mata kuliah Fiqih yang disampaikan oleh dosen pengampu Fahul in’am.
Penulis ucapkan banyak terima kasih kepada segala pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bisa membantu bagi siapa saja yang membutuhkan sedikit pengetahuan tentang Haji“.
Namun demikian makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk di masa yang akan datang.
Way Jepara, 23 Mei 2011
Penulis
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ibadah haji adalah merupakan hukum islam yang kelima. Jadi haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan bagi setiap orang islam yang mampu. Dan wajib pulalah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang ibadah tersebut, yang antara lain, ada rukun haji, syarat dan wajibnya, adab, sunah-sunah haji, dan juga ada larangan-larangan ada dan ada juga dengan gam (denda) bagi orang-orang yang melanggarnya.
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A. Pengertian Haji
- Haji menurut bahasa menyengaja sesuatu . sedangkan haji menurut syara` ialah sengaja mengunjungi ka`bah untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat-syarat tertentu :
Syarat-syarat wajib haji
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Kuasa / mampu
Pengertian mampu disini ada 2 macam :
1. Mampu mengerjakan haji dengan sendirinya dengan beberapa syarat sebagai berikut
a. Ada bekal
b. Kendaraan (transport)
c. Aman adalam perjalanannya
d. Perempuan harus ada mahromnya
2. Kuasa mengerjakan haji yang bukan dikerjakan oleh yang bersangkutan, tetapi dengan jalan menggantinya dengan orang lain. Contohnya : orang yang sudah meninggal dunia sedangkan masa hidupnya ia telah mencukupi syarat-syarat wajib haji maka hajinya wajib dikerjakan oleh orang lain. Maka ahli warisnya wajib mencarikan orang untuk mengerjakan hajinya. Dengan ketentuan, membayar semua tanggungan hajinya.
- Rukun Haji
1. Ihrom (berniat mulai mengerjakan haji atau umroh)
2. Wakuf di padang arofah pada tanggal 9 dzulhijah.
3. Thowaf (mengelilingi ka`bah) sebanyak 7 kali putaran dan dimulai dari hajar aswad.
4. Sa`i antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali.
5. Menyukur atau menggunting rambut minimal 3 helai.
6. Tertib.
- Syarat-syarat Sa`i
a. Dimulai dari bukit Shofa diakhiri di bukit marwah
b. Hendaklah sa`i dilaksanakan 7 kali
c. Sa`i dikerjakan setelah thowaf, baik thowaf ataupun thowaf udum.
WAJIB HAJI
Yang dimaksud kata wajib dan rukun biasanya maknanya sama, akan tetapi dalam masalah haji ada perbedaan
Rukun: ialah sesuatu yang menjadikan hajinya sah, tetapi tidak boleh diganti dengan dam (menyembelih binatang)
Wajib : sesuatu yang perlu dikerjakan tetapi sahnya haji tidak tergantung padanya dan boleh diganti dengan dam
Beberapa wajibnya haji antara lain :
1. Ihrom
2. Berhenti di mushdalifah di tengah malam, pada malam hari raya haji sesudah hadir di padang arofah.
3. Melontar jamrotul aqobah pada hari raya haji.
4. Melontar 3 jumroh yakni jumroh yang pertama, kedua dan ketiga,( jumroh aqobah dilontarkan pada 11,12,13 Dzulhijah dan tiap-tiap jumroh dilontar dengan 7 batu kecil, sedangkan waktu melontarkannya sesudah tergelincirnya matahari pada tiap-tiap hari tersebut).
5. Bermalam di mina.
6. Thowaf wada` (thowaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan kota mekah).
7. Menjauhkan diri dari segala larangan yang diharamkan.
SUNAH-SUNAH HAJI
1. Dari segi cara melaksanakannya.
a. Ifrod : mendahulukan ikhrom haji dulu, kemudian ikhrom.
b. Tamathuk sebaliknya, mengerjakan ihrom umroh baru ikhrom haji.
c. Qiron : mengerjakan bersama-sama antara haji dan umroh
2. Membaca talbiyah dengan suara keras bagi yang laki-laki dan bagi perempuan hendaklah diucapkan sekedar terdengar oleh telinganya sendiri.
3. Berdo`a sesudah membaca talbiyah.
4. Membaca dzikir waktu thowaf.
5. Sholat dua rokaat sesudah thowaf.
6. Masuk ke ka`bah.
Larangan-Larangan Ihrom
A. Bagi Orang Laki-laki
1. Dilarang memakai pakaian yang berjahit, kecuali pada waktu keadaan sangat mendesak. Seperti sangat panas ataupun sangat dingin. Akan tetapi wajib membayar dzam.
2. Dilarang menutup kepala, kecuali sangat diperlukan namun wajib membayar dzam.
B. Bagi Perempuan
1. Dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan, kecuali dalam keadaan sangat mendesak, namun wajib membayar dzam.
C. Bagi Laki-laki dan Perempuan
1. Dilarang memakai wangi-wangian, baik pada badan dan pakaian.
2. Dilarang menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain.
3. Dilarang memotong kuku.
4. Dilarang mengadakan nikah.
5. Dilaeang bersetubuh dan pendahuluannya.
6. Dilarang berburu dan membunuh binatang.
7.
Tahalul (penghalalan beberapa penghalalan beberapa larangan)
1. Melontar jumroh pada hari raya.
2. Mencukur atau menggunting rambut .
3. Thowaf yang diiringi dengan sa`i jika ia belum sa`i sebelum thowaf qudum.
Apabila dua perkara diantara tiga perkara tersebut telah dikerjakan, maka halallah beberapa larangan, antara lain :
1. Memakai pakaian berjahit.
2. Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka dan telapak tangan bagi perempuan.
3. Memotong kuku.
4. Memakai wangi-wangian.
5. Berburu dan membunuh binatang.
Beberapa Jenis Denda (Dam)
1. Dam wajib sebab meninggalkan perkara yang meninggalkan ihrom dari miqodnya. Maka wajib baginya membayar dzam dengan menyembelih kambing yang ukurannya cukup untuk dibuat qurban. Jika tidak mampu maka hendaknya puasa 10 hari, yang tiga hari dilakukan ketika masih haji yang tujuh hari dilakukan ketika sudah sampai di tanah air.
2. Memotong rambut atau memakai wangi-wangian. Ini dzamnya boleh memilih. Memotong kambing yang cukup untuk dibuat qurban atau puasa tiga hari, atau bersedekah dengan tiga sha` yang diberikan kepada fakir miskin.
3. Dam wajib sebab terhalang, maka hendaknya bertahalullah orang yang berihrom dengan niat tahalul dengan tujuan keluar dari ibadahnya disebabnya halangan. Maka dzamnya memotong kambing yang di tempat terhalangnya tadi dan mencukurlah rambutnya setelah memotong kambing.
4. Dam wajib sebab membunuh binatang buruan. Dam ini boleh memilih jika bintang yang terbunuh itu mempunyai bandingan dengan binatang peliharaan maka memotong binatang yang sebanding dengan binatang yang terbunuh. Dan dibagikan kepada fakir miskin di tanah haram. Jika tidak ada dihitung harganya dan dibelikan makanan kemudian makanan itu disedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram. Dan jika tidak mampu, berpuasa sebanyak harga binatang tadi, tetapi seperempat sop makanan maka berpuasa 1 hari. Akan tetapi tidak harus dikerjakan di tanah haram maka puasa boleh dikerjakan di tanah kelahiran.
5. Dam wajib sebab.
1. Wajib memotong seekor unta apabila tidak mampu memotong sapi, dan apabila tidak mampu lagi memotong 7 ekor kambing dan apabila tidak mampu maka hendaknya unta tersebut diperkirakan harganya kemudian uangnya itu dibelikan makanan dan dibagikan kepada fakir miskin di tanah haram dan jika tidak mampu maka hendaknya berpuasa tiap-tiap mut berpuasa 1 hari.
Ayat tentang haji dan
Al baqarah
• •
158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah[102]. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tidak ada dosa baginya[103] mengerjakan sa'i antara keduanya. dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri[104] kebaikan lagi Maha Mengetahui.
[102] Syi'ar-syi'ar Allah: tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah.
[103] Tuhan mengungkapkan dengan perkataan tidak ada dosa sebab sebahagian sahabat merasa keberatan mengerjakannya sa'i di situ, Karena tempat itu bekas tempat berhala. dan di masa jahiliyahpun tempat itu digunakan sebagai tempat sa'i. untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah menurunkan ayat ini.
[104] Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, mema'afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya dan sebagainya.
•• •
125. Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".
Al hajj
•• •
26. Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu Ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.
27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
28. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran[987] yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka[988] dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
30. Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah[989] Maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. dan Telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dapat kami simpulkan.
- Jadi haji ialah sengaja mengunjungi ka`bah untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat-syarat tertentu :
Agar hajinya mabrur dan di terima di sisi Allah maka hendaklah melakukan rukun haji, di antaranya ialah.
- Rukun Haji
1. Ihrom (berniat mulai mengerjakan haji atau umroh)
2. Wakuf di padang arofah pada tanggal 9 dzulhijah.
3. Thowaf (mengelilingi ka`bah) sebanyak 7 kali putaran dan dimulai dari hajar aswad.
4. Sa`i antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali.
5. Menyukur atau menggunting rambut minimal 3 helai.
6. Tertib.
Langganan:
Postingan (Atom)
